
5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut dan Mudah Dibuat
“Ada sejumlah resep bubur sumsum yang lembuh dan mudah kamu buat di rumah. Salah satunya seperti bubur sumsum mangga yang juga bisa menjadi menu MPASI bayi usia delapan bulan.”

DAFTAR ISI
- Manfaat Kesehatan Bubur Sumsum dan Kandungan Nutrisinya
- 5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut, Sehat, dan Mudah Dibuat
- Manfaat Ekstra: Peran Sumsum Tulang dalam Pemulihan
- Apakah Bubur Sumsum Aman untuk Penderita Asam Lambung?
- Studi Terkait Pemulihan Pencernaan
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Ketika tubuh sedang tidak fit, sakit gigi, radang tenggorokan, atau mengalami gangguan pencernaan, nafsu makan biasanya akan menurun drastis. Mengunyah makanan padat terasa menyiksa, dan perut sering kali menolak makanan yang terlalu berbumbu atau bertekstur keras. Dalam kondisi seperti ini, tubuh tetap membutuhkan asupan kalori dan nutrisi untuk memproduksi energi serta memperbaiki sel-sel yang rusak. Pemilihan jenis makanan menjadi sangat krusial, dan makanan bertekstur lembut (soft diet) adalah solusi medis yang paling dianjurkan.
Salah satu makanan tradisional Indonesia yang sering menjadi comfort food atau makanan penenang saat sakit adalah bubur sumsum. Dinamakan “sumsum” karena teksturnya yang sangat halus, seputih dan selembut sumsum tulang. Hidangan yang terbuat dari tepung beras, santan, dan saus gula merah ini bukan sekadar camilan manis yang lezat, melainkan juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan kesehatan, terutama bagi mereka yang membutuhkan makanan yang mudah dicerna oleh lambung dan usus.
Penting untuk dipahami bahwa karbohidrat sederhana yang terkandung dalam tepung beras tidak membutuhkan kerja keras dari enzim-enzim pencernaan. Lambung tidak perlu memproduksi asam dalam jumlah besar untuk memecahnya. Namun, agar bubur sumsum memberikan manfaat optimal tanpa memicu masalah kesehatan lain (seperti lonjakan gula darah atau dispepsia akibat santan berlebih), kamu harus tahu cara mengolahnya dengan resep yang lebih sehat dan seimbang. Jika kamu membutuhkan suplemen pendukung pencernaan atau pencahar ringan selama masa pemulihan, kamu bisa beli vitamin atau obat pencernaan secara online di Halodoc dengan praktis.
Nah, mau tahu apa saja manfaat kesehatan dari bahan-bahan pembuatnya serta pilihan resep bubur sumsum yang aman untuk tubuh? Berikut ulasan lengkapnya!
Manfaat Kesehatan Bubur Sumsum dan Kandungan Nutrisinya
Sebelum masuk ke berbagai kreasi resepnya, mari kita bedah terlebih dahulu anatomi nutrisi dari semangkuk bubur sumsum. Secara tradisional, hidangan ini terdiri dari tiga komponen utama: tepung beras, santan kelapa, dan gula aren (atau gula merah). Ketiga bahan ini memiliki profil nutrisi dan efek farmakologis yang berbeda bagi tubuh.
1. Tepung Beras (Bebas Gluten dan Mudah Dicerna)
Tepung beras adalah karbohidrat kompleks yang telah dihaluskan. Secara medis, tepung beras bersifat gluten-free (bebas gluten), sehingga sangat aman dikonsumsi oleh individu yang menderita penyakit Celiac atau intoleransi gluten. Karena teksturnya yang sangat halus setelah dimasak, lambung tidak memerlukan kontraksi otot (peristaltik) yang kuat untuk mencernanya. Ini mengurangi risiko iritasi pada mukosa (dinding) lambung, menjadikannya pilihan ideal bagi penderita gastritis (radang lambung) atau GERD.
2. Santan Kelapa (Sumber Energi dan Asam Laurat)
Santan sering kali ditakuti karena kandungan lemaknya. Namun, lemak dalam santan kelapa sebagian besar terdiri dari Medium-Chain Triglycerides (MCT) atau trigliserida rantai sedang, terutama asam laurat. Dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin, sebuah senyawa yang memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan antijamur. MCT juga lebih cepat diserap oleh organ hati dan langsung diubah menjadi energi, bukan disimpan sebagai lemak tubuh. Meski demikian, porsi santan tetap harus dibatasi bagi pasien dengan gangguan kantung empedu atau kolesterol tinggi.
3. Gula Aren (Indeks Glikemik Lebih Rendah)
Saus manis pada bubur sumsum biasanya menggunakan gula aren murni. Dibandingkan dengan gula pasir putih, gula aren memiliki Indeks Glikemik (IG) yang sedikit lebih rendah. Selain itu, gula aren tidak melalui proses rafinasi yang panjang, sehingga masih mempertahankan beberapa mineral penting seperti zat besi, magnesium, potasium, dan antioksidan dalam jumlah kecil. Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin, yang bisa membantu mengatasi gejala anemia ringan saat masa pemulihan.
Tips Mengonsumsi Bubur Sumsum agar Lebih Sehat
- Gunakan Santan Encer: Jika kamu memiliki perut yang sensitif atau riwayat asam lambung, hindari santan kental. Campurkan santan dengan lebih banyak air, atau ganti dengan susu almond/susu kedelai.
- Kontrol Porsi Gula: Batasi penggunaan saus gula merah, cukup 1-2 sendok makan untuk memberikan rasa, bukan merendam bubur di dalamnya.
- Tambahkan Aromatik: Gunakan daun pandan asli yang kaya akan senyawa alkaloid dan polifenol untuk memberikan efek menenangkan pada sistem saraf dan pencernaan.
5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut, Sehat, dan Mudah Dibuat
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari hidangan ini, kamu bisa membuat sendiri bubur sumsum di rumah. Berikut adalah 5 variasi resep yang disesuaikan dengan berbagai kondisi kesehatan, mulai dari versi klasik hingga versi modifikasi bagi kamu yang sedang diet atau memiliki intoleransi laktosa.
1. Resep Bubur Sumsum Klasik (Original)
Resep ini sangat cocok untuk orang yang sedang demam, sakit tenggorokan, atau membutuhkan makanan lembut (comfort food) klasik. Daun pandan yang digunakan berfungsi sebagai karminatif ringan yang membantu mengeluarkan gas dari perut.
Bahan Bubur:
- 100 gram tepung beras putih berkualitas (pastikan tidak apek).
- 800 ml santan encer (atau campuran 200 ml santan instan dengan 600 ml air).
- 1 sendok teh garam beryodium.
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul.
Bahan Saus (Kinca):
- 150 gram gula aren asli, sisir halus.
- 150 ml air.
- 1 lembar daun pandan.
Cara Membuat:
Pertama, bagi santan menjadi dua bagian. Rebus satu bagian santan bersama daun pandan dan garam dengan api kecil hingga harum dan mendidih perlahan. Di wadah terpisah, larutkan tepung beras dengan sisa santan yang dingin, aduk rata hingga tidak ada gumpalan sama sekali. Setelah santan di panci mendidih, tuangkan larutan tepung beras secara perlahan sambil terus diaduk cepat menggunakan spatula kayu. Aduk terus hingga adonan meletup-letup, mengental, dan matang sempurna. Matikan api. Untuk sausnya, rebus gula aren, air, dan daun pandan hingga gula larut dan sedikit mengental, lalu saring. Sajikan bubur dengan siraman saus gula.
2. Resep Bubur Sumsum Pandan Wangi (Tinggi Antioksidan)
Menambahkan ekstrak pandan asli tidak hanya membuat warnanya menjadi hijau alami yang menarik, tetapi juga menambahkan dosis antioksidan quercetin. Antioksidan ini baik untuk melawan radikal bebas saat tubuh sedang terinfeksi virus atau bakteri.
Bahan-bahan:
- 100 gram tepung beras.
- 700 ml santan sedang.
- 100 ml jus daun pandan (dibuat dari blenderan 10 lembar daun pandan dan air, lalu saring).
- Sejumput garam.
- Saus kinca gula merah secukupnya.
Cara Membuat:
Campurkan jus pandan ke dalam takaran santan. Lakukan metode yang sama seperti resep klasik: bagi cairan menjadi dua. Rebus satu bagian, dan gunakan bagian lainnya untuk melarutkan tepung beras. Masak hingga adonan hijau ini meletup-letup dan teksturnya mengilap. Konsumsi selagi hangat untuk melegakan tenggorokan yang meradang.
3. Resep Bubur Sumsum Susu Almond (Bebas Laktosa & Rendah Lemak)
Bagi penderita dispepsia kronis atau mereka yang perutnya menolak santan, susu almond adalah substitusi yang sempurna. Susu almond rendah lemak jenuh, bebas kolesterol, dan kaya akan vitamin E yang penting untuk perbaikan sel kulit dan imun.
Bahan-bahan:
- 100 gram tepung beras.
- 800 ml susu almond (unsweetened / tanpa gula tambahan).
- 1/2 sendok teh garam Himalaya.
- Daun pandan atau sedikit ekstrak vanila.
- Saus: Sirup mapel murni atau madu alami sebagai pengganti gula merah.
Cara Membuat:
Proses pembuatannya sama. Susu almond yang dipanaskan akan memberikan aroma kacang (nutty) yang khas. Karena susu almond tidak sekental santan, tekstur akhir bubur ini akan jauh lebih ringan di perut. Penggunaan madu atau sirup mapel sangat direkomendasikan bagi pasien batuk, karena madu memiliki sifat mukolitik alami (mengencerkan dahak).
4. Resep Bubur Sumsum Oat (Tinggi Serat)
Jika kamu membutuhkan makanan lembut namun tetap ingin menjaga asupan serat demi kelancaran buang air besar (BAB), menggabungkan tepung beras dengan oatmeal halus adalah pilihan cerdas. Oat mengandung beta-glukan yang ampuh menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Bahan-bahan:
- 50 gram tepung beras.
- 50 gram tepung oat (oatmeal instan yang diblender halus).
- 800 ml santan encer atau susu rendah lemak.
- Sejumput garam dan daun pandan.
- Saus: Gula aren secukupnya.
Cara Membuat:
Campur tepung beras dan tepung oat dalam satu wadah. Larutkan dengan sebagian cairan. Rebus sisa cairan bersama daun pandan, lalu masukkan campuran tepung perlahan. Oat akan membuat bubur terasa lebih padat dan mengenyangkan lebih lama. Sangat cocok dimakan sebagai sarapan pagi penambah tenaga.
5. Resep Bubur Sumsum Gurih Kaldu Tulang Sapi (Bone Broth)
Ini adalah inovasi medis yang memadukan konsep “bubur sumsum” dengan khasiat “sumsum tulang sapi” yang sesungguhnya. Kaldu tulang sapi (bone broth) kaya akan kolagen, gelatin, glutamin, dan asam amino yang sangat kuat dalam memperbaiki lapisan usus yang bocor (leaky gut syndrome) dan mengurangi inflamasi sistemik.
Bahan-bahan:
- 100 gram tepung beras.
- 800 ml kaldu murni dari rebusan sumsum tulang sapi (telah disaring bersih dari lemak berlebih).
- Garam, sedikit merica putih, dan sejumput kaldu jamur.
- Topping: Ayam suwir halus dan daun bawang (opsional, jika bisa menelan makanan bertekstur).
Cara Membuat:
Alih-alih menggunakan santan dan saus manis, hidangan ini dibuat gurih. Rebus kaldu sumsum tulang, lalu masukkan larutan tepung beras. Aduk hingga mengental. Gelatin dari kaldu tulang sapi akan membuat tekstur bubur ini sangat silky dan menutrisi lapisan mukosa lambung. Ini adalah makanan rehabilitasi terbaik pasca-operasi saluran cerna atau saat memulihkan diri dari tipes (demam tifoid).
Manfaat Ekstra: Peran Sumsum Tulang dalam Pemulihan
Selain bubur sumsum yang manis, kita tidak boleh melupakan sumsum tulang asli (seperti pada resep ke-5). Sumsum tulang hewan (sapi atau kambing) merupakan salah satu superfood padat nutrisi. Sumsum tulang memproduksi sel darah merah dan putih, sehingga mengonsumsi kaldu sumsum tulang dapat memberikan asupan zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang tinggi.
Asam amino seperti glisin dan prolin yang melimpah dalam sumsum tulang sangat penting untuk pembentukan jaringan ikat dan kolagen. Bagi pasien yang sedang dalam masa penyembuhan dari cedera sendi, patah tulang, atau masalah persendian kronis seperti osteoarthritis, memasukkan kaldu sumsum tulang ke dalam diet harian sangat dianjurkan. Selain lewat makanan, jika rasa nyeri sendi atau lambung akibat peradangan sudah mengganggu aktivitas harianmu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan anjuran pengobatan medis yang tepat.
Apakah Bubur Sumsum Aman untuk Penderita Asam Lambung?
Secara umum, bubur sumsum sangat aman dan menenangkan bagi lambung. Tepung beras bersifat non-iritatif. Namun, ada beberapa catatan penting bagi penderita asam lambung, GERD, atau tukak lambung:
1. Perhatikan Konsentrasi Santan
Santan yang terlalu kental membutuhkan waktu lebih lama untuk dikosongkan dari lambung (delayed gastric emptying). Lambung yang penuh terlalu lama akan merangsang produksi asam lambung berlebih, yang bisa memicu sensasi heartburn atau dada terbakar. Gunakan santan yang sangat encer atau ganti dengan susu nabati.
2. Jangan Makan Terlalu Panas atau Terlalu Dingin
Suhu makanan sangat memengaruhi sensitivitas lambung. Makanlah bubur sumsum dalam keadaan hangat suam-suam kuku. Makanan yang terlalu panas dapat mengiritasi kerongkongan, sedangkan yang terlalu dingin bisa memicu kontraksi otot lambung yang tiba-tiba.
Studi Terkait Pemulihan Pencernaan
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai studi klinis mengenai diet gastrointestinal yang menjelaskan bahwa karbohidrat terhidrolisis parsial atau karbohidrat dengan tekstur halus (seperti tepung beras) secara signifikan mengurangi beban kerja saluran pencernaan bagian atas.
Studi lain mengenai diet pasca-gastroenteritis menegaskan bahwa pengenalan kembali makanan melalui rute oral harus dimulai dari makanan bertekstur cair ke semi-padat yang rendah serat kasar, bebas rempah tajam, dan rendah lemak trans. Tepung beras memenuhi kriteria medis ini sebagai salah satu intervensi nutrisi pertama yang paling dapat ditoleransi oleh pasien anak maupun dewasa yang sedang mengalami muntah atau diare.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bland Diet: What to Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diet and Nutrition during Illness and Recovery.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Digestion of Carbohydrates and Gastrointestinal Health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang dan Diet pada Penyakit Lambung.
FAQ
1. Apakah bubur sumsum bikin gemuk?
Bubur sumsum bisa memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam porsi berlebihan secara rutin, terutama karena kandungan gula merah dan santan yang padat kalori. Jika dimakan sesekali atau saat masa pemulihan dalam porsi wajar, bubur ini tidak akan serta-merta membuat gemuk.
2. Bolehkah bubur sumsum disimpan di kulkas dan dipanaskan lagi?
Bisa, namun teksturnya mungkin akan berubah menjadi padat atau berair saat dipanaskan. Tepung beras yang masuk ke kulkas akan mengalami retrogradasi. Sebaiknya bubur sumsum dibuat dalam porsi sekali habis atau dipanaskan dengan menambahkan sedikit air atau santan sambil diaduk rata.
3. Apakah bayi boleh makan bubur sumsum?
Bayi yang sudah memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI) usia 6 bulan ke atas boleh mengonsumsi bubur yang terbuat dari tepung beras. Namun, HINDARI penggunaan gula merah dan santan kental. Gunakan ASI atau sufor sebagai pelarutnya untuk keamanan pencernaan bayi.
4. Kenapa bubur sumsum saya menggumpal dan tidak lembut?
Gumpalan terjadi jika tepung beras langsung dimasukkan ke dalam air/santan yang sudah panas. Kunci utama membuat bubur yang lembut adalah melarutkan tepung beras ke dalam cairan yang benar-benar dingin terlebih dahulu, lalu memasaknya sambil diaduk tanpa henti hingga mendidih.


