Ad Placeholder Image

6 Cara Merawat Kura-Kura Peliharaan untuk Pemula

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026
6 Cara Merawat Kura-Kura Peliharaan untuk Pemula6 Cara Merawat Kura-Kura Peliharaan untuk Pemula

DAFTAR ISI


Memelihara kura-kura telah menjadi tren hobi yang populer di Indonesia, mulai dari jenis kura-kura air seperti Red-Eared Slider (kura-kura brazil) hingga jenis kura-kura darat atau tortoise. Namun, banyak pemula yang belum menyadari bahwa memelihara reptil ini bukan sekadar memberi makan dan menyediakan wadah air. Kura-kura adalah komitmen jangka panjang karena usia mereka yang bisa mencapai puluhan tahun, serta membutuhkan lingkungan yang sangat spesifik untuk tetap sehat.

Penting untuk dipahami bahwa kura-kura yang tidak terawat dengan baik tidak hanya akan mengalami penurunan kesehatan secara drastis, tetapi juga dapat menjadi sumber penularan penyakit zoonosis bagi pemiliknya. Salah satu risiko yang paling nyata adalah infeksi bakteri Salmonella. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai sanitasi, nutrisi, dan manajemen habitat sangatlah krusial bagi setiap pemilik hewan peliharaan ini agar kesehatan hewan dan manusia tetap terjaga.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis dalam merawat kura-kura serta bagaimana menjaga aspek higienitas agar kamu dan keluarga terhindar dari risiko penyakit yang mungkin dibawa oleh kura-kura. Dengan perawatan yang tepat, kura-kura dapat menjadi teman yang menyenangkan bagi keluarga di rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cara merawat dan menjaga kesehatan saat memelihara kura-kura? Berikut ulasannya!

Pentingnya Perawatan Kura-Kura yang Tepat

Kura-kura sering dianggap sebagai hewan yang “tangguh” dan “tahan banting”, namun anggapan ini sering kali menyesatkan. Sebagai hewan ektotermik (berdarah dingin), kura-kura sangat bergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur metabolisme tubuh mereka. Jika suhu terlalu dingin, sistem pencernaan dan imun mereka akan melambat. Sebaliknya, jika lingkungan terlalu kotor, mereka rentan terhadap infeksi cangkang dan gangguan pernapasan.

Selain kesehatan hewan, faktor keselamatan pemilik adalah prioritas utama. Anak-anak dan lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi akibat bakteri yang mungkin menempel pada cangkang atau air akuarium kura-kura. Maka dari itu, manajemen kebersihan diri setelah berinteraksi dengan hewan ini adalah hal yang wajib dilakukan.

6 Cara Merawat Kura-Kura untuk Pemula

1. Menyiapkan Habitat yang Memadai

Kesalahan umum pemula adalah menempatkan kura-kura kecil dalam wadah plastik sempit. Kura-kura membutuhkan ruang untuk berenang dan area kering untuk berjemur (basking area). Aturan umumnya adalah ukuran tangki minimal 10 kali panjang cangkang kura-kura. Pastikan tangki memiliki sistem filtrasi air yang kuat karena kura-kura menghasilkan banyak limbah organik yang dapat memicu pertumbuhan bakteri patogen.

2. Pencahayaan UV yang Cukup

Kura-kura membutuhkan sinar ultraviolet (UVA dan UVB) untuk membantu metabolisme kalsium. Sinar UVA membantu meningkatkan nafsu makan dan aktivitas, sementara UVB sangat penting untuk sintesis vitamin D3 yang mencegah penyakit tulang metabolik (Metabolic Bone Disease). Jika kura-kura dipelihara di dalam ruangan, penggunaan lampu khusus reptil yang memancarkan UV wajib tersedia selama 10-12 jam sehari.

3. Menjaga Suhu dan Kelembapan

Setiap spesies kura-kura memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. Secara umum, suhu air harus dijaga pada kisaran 24-26 derajat Celsius, sedangkan area berjemur harus lebih hangat, sekitar 30-32 derajat Celsius. Perbedaan suhu ini memungkinkan kura-kura melakukan termoregulasi dengan berpindah tempat sesuai kebutuhan tubuh mereka.

4. Pemberian Nutrisi yang Seimbang

Diet kura-kura harus bervariasi sesuai dengan jenisnya. Kura-kura air biasanya bersifat omnivora saat muda (membutuhkan lebih banyak protein) dan cenderung menjadi herbivora saat dewasa. Berikan pelet berkualitas tinggi sebagai makanan dasar, namun lengkapi dengan sayuran hijau, buah-buahan tertentu, dan sesekali udang kecil atau cacing sebagai selingan protein tambahan.

5. Kebersihan Air dan Lingkungan

Air yang kotor adalah sumber penyakit tercepat bagi kura-kura. Kamu harus melakukan penggantian air sebagian (sekitar 25-50%) setiap minggu dan membersihkan filter secara rutin. Sisa makanan yang tidak habis harus segera dibuang agar tidak membusuk dan mencemari air. Kebersihan air yang terjaga juga akan mengurangi aroma tidak sedap di sekitar area pemeliharaan.

6. Monitoring Kesehatan secara Rutin

Amati tanda-tanda kura-kura sakit, seperti mata bengkak, hidung berair, cangkang melunak, atau nafsu makan menurun. Jika terlihat tidak aktif atau mengapung miring saat berenang, itu bisa menjadi indikasi infeksi paru-paru. Segera konsultasikan dengan dokter hewan spesialis eksotik jika gejala-gejala ini muncul.

Tips Higienitas untuk Pemilik Kura-Kura
  1. Selalu cuci tangan menggunakan sabun setelah menyentuh kura-kura atau air tangkinya.
  2. Jangan membersihkan peralatan akuarium di wastafel dapur atau area persiapan makanan.
  3. Hindari mencium atau memegang kura-kura di dekat mulut dan wajah.

Risiko Kesehatan: Waspada Infeksi Salmonella

Hampir semua reptil, termasuk kura-kura yang terlihat sehat dan bersih, dapat membawa bakteri Salmonella di dalam saluran pencernaan mereka. Bakteri ini dikeluarkan melalui kotoran dan dapat menyebar ke seluruh permukaan tubuh kura-kura serta air tempat mereka tinggal. Bagi manusia, infeksi ini dapat menyebabkan salmonellosis yang ditandai dengan diare hebat, kram perut, demam, dan muntah.

Untuk mencegah hal ini, pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun dan beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan produk pembersih tangan atau antiseptik yang praktis, di mana produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Langkah preventif ini sangat penting terutama jika di rumah terdapat anak balita yang sering memasukkan tangan ke dalam mulut.

Kapan Harus Konsultasi Medis?

Interaksi dengan hewan peliharaan terkadang dapat menimbulkan keluhan kesehatan pada manusia jika prosedur kebersihan diabaikan. Jika setelah membersihkan kandang atau berinteraksi dengan kura-kura kamu mengalami gejala seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, diare berdarah, atau dehidrasi akibat muntah berulang, jangan menunda penanganan medis.

Kamu disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal dan arahan penanganan yang tepat. Gejala infeksi bakteri bisa berkembang dengan cepat jika tidak ditangani dengan antibiotik yang sesuai (jika diperlukan berdasarkan resep dokter).

Studi Mengenai Zoonosis pada Reptil

Journal of Pediatrics and Child Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa reptil kecil (termasuk kura-kura dengan ukuran cangkang di bawah 4 inci) memiliki korelasi kuat dengan wabah Salmonella pada anak-anak. Studi ini menekankan pentingnya edukasi bagi pemilik hewan peliharaan mengenai risiko penularan dari hewan eksotik.

Temuan ini juga didukung oleh data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) yang secara konsisten memperingatkan bahwa pemeliharaan kura-kura memerlukan protokol kesehatan yang ketat. Kepatuhan terhadap kebersihan tangan terbukti menurunkan risiko penularan hingga lebih dari 90% dalam lingkungan rumah tangga.

Memelihara kura-kura adalah hobi yang edukatif dan menenangkan, namun tanggung jawab kesehatan tetap menjadi yang utama. Dengan mengikuti 6 cara merawat kura-kura di atas dan menjaga higienitas, kamu bisa menikmati keindahan hewan ini dengan aman.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan pendukung atau vitamin di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jika kamu memiliki keluhan kesehatan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Pet Turtles: Salmonella Warning.
American Veterinary Medical Association (AVMA). Diakses pada 2026. Selecting and Caring for a Turtle.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Salmonella (non-typhoidal).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Reptile-associated salmonellosis in children.

FAQ

1. Apakah kura-kura brazil berbahaya untuk anak-anak?

Kura-kura brazil (Red-Eared Slider) secara alami membawa bakteri Salmonella. Jika anak-anak menyentuhnya lalu tidak mencuci tangan, mereka berisiko tinggi terkena infeksi pencernaan. Pengawasan orang tua sangat diperlukan.

2. Seberapa sering air kura-kura harus diganti?

Penggantian air sebagian sebaiknya dilakukan setiap seminggu sekali, sementara pembersihan total akuarium bisa dilakukan sebulan sekali atau tergantung kapasitas filter yang digunakan.

3. Apakah kura-kura butuh matahari langsung?

Sangat butuh. Jika tidak memungkinkan dibawa keluar untuk berjemur, kamu wajib menyediakan lampu UVB khusus di atas area berjemur mereka untuk mencegah pelunakan cangkang.

4. Apa tanda-tanda kura-kura sedang sakit?

Tanda umumnya adalah mata tertutup atau bengkak, jarang bergerak (letargi), menolak makan, dan adanya lendir di bagian hidung atau mulut.

Punya Keluhan Kesehatan Setelah Memelihara Kura-Kura? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.