Ad Placeholder Image

6 Jenis Komponen Darah yang Diberikan saat Transfusi Darah

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

“Ada beberapa jenis komponen darah yang diberikan saat transfusi darah. Beberapa jenis komponen darah tersebut yaitu darah utuh, trombosit, sel darah merah, dan plasma beku segar.”

6 Jenis Komponen Darah yang Diberikan saat Transfusi Darah6 Jenis Komponen Darah yang Diberikan saat Transfusi Darah

DAFTAR ISI


Transfusi darah merupakan prosedur medis vital untuk menyalurkan darah atau komponen darah dari donor kepada pasien yang membutuhkan. Prosedur ini umumnya dilakukan pada kondisi darurat seperti kecelakaan, pembedahan besar, anemia berat, hingga penyakit pembekuan darah.

Dalam dunia medis modern, darah donor jarang diberikan secara utuh melainkan dipisahkan menjadi beberapa komponen spesifik. Pemisahan ini bertujuan agar pasien menerima jenis komponen darah yang sesuai dengan kebutuhan medisnya secara lebih efektif dan efisien.

6 Komponen Darah untuk Transfusi

Darah terdiri dari berbagai elemen yang memiliki fungsi berbeda bagi tubuh. Ketika seseorang memerlukan transfusi darah, dokter akan menentukan jenis komponen darah mana yang paling tepat untuk menangani kondisi kesehatannya.

Berikut adalah 6 jenis komponen darah yang umum diberikan saat transfusi darah:

  1. Sel Darah Merah Pekat (Packed Red Blood Cells / PRC): Komponen ini paling sering ditransfusikan untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan kapasitas pengangkutan oksigen. PRC diberikan pada pasien yang mengalami kehilangan darah hebat akibat cedera, pembedahan, atau penderita anemia berat.
  2. Trombosit (Platelet Concentrate): Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan. Transfusi trombosit disarankan bagi pasien dengan kondisi trombositopenia (kadar trombosit rendah) atau kelainan fungsi trombosit.
  3. Plasma Segar Beku (Fresh Frozen Plasma / FFP): Mengandung cairan darah lengkap dengan faktor-faktor pembekuan. FFP biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami defisiensi faktor pembekuan, penyakit hati berat, atau perdarahan masif.
  4. Kriopresipitat (Cryoprecipitate): Merupakan bagian dari plasma yang kaya akan konsentrat faktor pembekuan tertentu, seperti fibrinogen dan Faktor VIII. Kriopresipitat digunakan untuk mengobati gangguan pembekuan darah spesifik seperti hemofilia A atau penyakit Von Willebrand.
  5. Sel Darah Putih (Granulosit): Komponen ini berfungsi membantu tubuh melawan infeksi. Transfusi granulosit tergolong jarang dan hanya diberikan pada pasien neutropenia berat yang mengalami infeksi bakteri parah yang tidak merespons pengobatan antibiotik.
  6. Darah Utuh (Whole Blood): Mengandung seluruh elemen darah tanpa proses pemisahan. Transfusi darah utuh umumnya diindikasikan untuk pasien yang mengalami perdarahan aktif dalam jumlah besar atau syok hipovolemik pasca trauma berat.

Rekomendasi Obat Penghenti Perdarahan

Dalam beberapa situasi medis terkait gangguan perdarahan sebelum atau sesudah tindakan pendukung, dokter dapat meresepkan obat hemostatik untuk membantu mengontrol perdarahan.

1. Kalnex 500 mg 10 Tablet

Kalnex mengandung zat aktif Asam Traneksamat 500 mg yang bekerja menghambat pemecahan bekuan darah (antifibrinolitik). Obat ini digunakan untuk membantu mengurangi dan menghentikan perdarahan berlebihan akibat fibrinolisis lokal maupun sistemik, seperti perdarahan pascaoperasi atau tindakan medis tertentu. Penggunaan obat ini tergolong Obat Keras dan harus sesuai dengan resep serta instruksi dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kalnex 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Transfusi Darah

Sebelum prosedur transfusi dilakukan, tim medis wajib melakukan pengujian rhesus dan kecocokan silang (crossmatching) antara darah donor dan penerima. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya reaksi kebal yang berbahaya, seperti reaksi transfusi hemolitik.

Selama dan setelah proses transfusi, pasien akan terus dipantau untuk memastikan tidak terjadi efek samping seperti demam, gatal-gatal, sesak napas, atau penurunan tekanan darah secara mendadak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala perdarahan abnormal yang sulit berhenti, wajah pucat disertai lemas berlebihan, atau memiliki riwayat kelainan darah, segera berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc. Penanganan medis yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter di Halodoc memberikan kemudahan bagi kamu untuk mendapatkan saran medis tepercaya secara cepat. Layanan ini beroperasi 24 jam penuh sehingga kamu bisa bertanya seputar kelainan darah atau prosedur transfusi kapan saja tanpa perlu keluar rumah.

Referensi

American Red Cross. Diakses pada 2026. Blood Components.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Blood Transfusion Procedure and Components.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. The Clinical Use of Blood in Medicine.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Standar Pelayanan Transfusi Darah.

FAQ

1. Mengapa darah donor dipisahkan menjadi komponen-komponen tertentu?
Pemisahan komponen darah dilakukan agar pasien menerima bagian darah yang spesifik sesuai kebutuhan medisnya. Hal ini juga mengoptimalkan penggunaan satu kantong darah donor untuk membantu lebih dari satu pasien.

2. Berapa lama proses transfusi darah berlangsung?
Durasi transfusi bervariasi tergantung pada jenis komponen darah yang diberikan. Secara umum, transfusi satu kantong sel darah merah memakan waktu 1 hingga 4 jam, sedangkan trombosit atau plasma dapat berlangsung lebih cepat.

3. Apakah ada risiko efek samping dari transfusi darah?
Secara umum transfusi darah aman karena telah melalui skrining ketat. Namun, beberapa pasien dapat mengalami efek samping ringan seperti gatal-gatal, ruam kulit, atau demam yang dapat diatasi oleh dokter secara langsung.