• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Vaksin Corona yang Digunakan di Indonesia

6 Vaksin Corona yang Digunakan di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa vaksinasi COVID-19 akan dilakukan secara bertahap, mulai dari Januari 2021. Soal distribusi, prioritas penerima, prioritas wilayah, dan pelaksanaan vaksinasi sudah diatur oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI. 

Aturan tersebut tertuang dalam Permenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Lalu, apa saja vaksin corona yang akan digunakan di Indonesia nantinya?

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

Di Antara 6 Vaksin, Baru Sinovac yang Sudah Pasti

Pemerintah menetapkan 6 vaksin corona yang akan digunakan saat vaksinasi nanti. Seperti yang tertuang dalam Surat Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), keenam vaksin tersebut adalah vaksin Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac. 

Namun, dari 6 vaksin tersebut, kepastian dan komitmen baru didapatkan dari Sinovac. Lima vaksin lainnya masih dalam tahap negosiasi. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Nadia Tarmizi, seperti dilansir Kompas

Berikut ini 6 vaksin corona yang akan digunakan di Indonesia:

1.Vaksin Merah Putih (PT. Bio Farma)

PT. Bio Farma mengembangkan vaksin corona yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Targetnya, vaksin ini akan rampung pada 2021 dan didistribusikan pada awal 2022, setelah vaksin melalui seluruh tahap uji klinis fase I-III. 

Sejauh ini, Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. Pemerintah juga terus mengawal dan mendukung proses pengembangan vaksin. Adapun bibit Vaksin Merah Putih diharapkan sudah dapat diserahkan kepada PT. Bio Farma pada 2021, lalu uji klinis akan dilakukan.

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

2.Vaksin Astrazeneca

Kandidat vaksin selanjutnya adalah yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Adapun jenis vaksin yang dikabarkan akan digunakan oleh Indonesia adalah AZD1222. Uji coba yang dilakukan sejauh ini menunjukkan vaksin corona AstraZeneca memiliki keefektifan yang cukup tinggi. 

Saat ini, uji coba vaksin terhadap 20.000 sukarelawan masih terus berlanjut. Salah satu keunggulan vaksin AstraZeneca adalah vaksin ini dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

3.Vaksin Sinopharm 

Vaksin buatan China National Pharmaceutical Group Corporation ini masih dalam tahap akhir uji coba. Namun, di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini dengan izin penggunaan darurat. 

Sebelum vaksin corona Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang akan bepergian. Pada September 2020 lalu, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

4.Vaksin Moderna

Vaksin corona buatan Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada November lalu, Moderna mengaku mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 pada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Mereka meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan darurat.

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

5.Vaksin Pfizer Inc dan BioNTech

Pfizer dan BioNTech yang juga memproduksi vaksin corona telah mengajukan penggunaan darurat vaksin yang diproduksinya ke BPOM Amerika Serikat dan Eropa. Pada uji coba terakhir 18 November 2020 lalu, mereka mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas 95 persen untuk menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko efek samping yang berarti.

6.Vaksin Sinovac

Vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. yang diberi nama CoronaVac ini sudah memasuki uji coba tahap akhir. Sinovac juga melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang bisa menetralkan 10 galur Sars-coV-2.

Dari keenam vaksin tersebut, vaksin Sinovac yang telah dipesan pemerintah Indonesia itu telah tiba di tanah air pada Minggu (6/12) lalu, sebanyak 1,2 juta dosis. Sementara itu, sisanya, 1,8 juta dosis, akan datang pada Januari 2021.

Untuk bisa dilakukan vaksinasi, menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9.860/2020, vaksin corona harus mendapatkan izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sambil menunggu waktu vaksinasi tiba, jangan lupa untuk terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, ya. Kalau merasa tidak enak badan, sebaiknya istirahat saja di rumah, lalu download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter

Referensi:
Kompas. Diakses pada 2020. Ini 6 Vaksin yang Akan Digunakan untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Indonesia.go.id. Diakses pada 2020. Mengenal 6 Jenis Vaksin Covid-19 Pilihan.