• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Mengatasi Minder karena Mengidap Hiperhidrosis

7 Cara Mengatasi Minder karena Mengidap Hiperhidrosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Munculnya keringat berlebih dari tubuh tentu bikin kamu tidak nyaman dan bisa mengganggu penampilan. Terlebih jika kamu menggunakan kaus berwarna abu-abu yang bisa membuat keringat terlihat sangat jelas. Dalam dunia medis, kondisi keringat berlebih ini disebut dengan hiperhidrosis. Berbeda dengan keringat biasa, seseorang yang mengidap hiperhidrosis bisa tiba-tiba mengeluarkan banyak keringat meski cuaca sedang tidak panas atau tidak sedang olahraga.

Hiperhidrosis umumnya dialami oleh para remaja. Bagian-bagian tubuh yang biasanya mengeluarkan banyak keringat adalah kaki, tangan, wajah, dan ketiak. Bagi sebagian orang, hiperhidrosis bisa memalukan, menyebabkan ketidaknyamanan hingga menimbulkan kecemasan. Akibatnya, mereka yang mengalami hiperhidrosis cenderung minder dan menghindari hubungan atau situasi tertentu. Lantas, adakah cara untuk mengatasi minder akibat hiperhidrosis? Simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Faktor Risiko Seseorang Terserang Hiperhidrosis

Mengatasi Minder Akibat Mengidap Hiperhidrosis

Ada dua bentuk hiperhidrosis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Namun, hiperhidrosis primer adalah bentuk yang paling umum. Hiperhidrosis primer terjadi ketika saraf yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal pada kelenjar keringat menjadi terlalu aktif, meskipun tidak dipicu oleh aktivitas fisik atau kenaikan suhu.

Sedangkan hiperhidrosis sekunder terjadi ketika keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis, seperti penyakit diabetes, menopause, masalah tiroid, dan lain-lain. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keringat berlebih. Apapun penyebabnya, hiperhidrosis bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa malu pada pengidapnya. 

Baca juga: Hati-Hati, Komplikasi Hiperhidrosis Dapat Berakibat Fatal

Seseorang yang mengalami hiperhidrosis mungkin kesulitan dalam bekerja atau menikmati aktivitas rekreasi karena tangan atau kaki yang gampang berkeringat. Hal ini membuat pengidap hiperhidrosis merasa cemas, sehingga menjadi pendiam atau pemalu. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengatasi hiperhidrosis itu sendir. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk atasi hiperhidrosis:

  • Gunakan antiperspirant. Bila kamu sudah menggunakan deodoran tapi tidak membantu kondisi yang kamu alami, sebaiknya ganti deodoran dengan antiperspirant. Antiperspirant mengandung aluminium klorida yang mampu menyumbat kelenjar keringat sementara, sehingga bisa menghambat keluarnya keringat. 
  • Oleskan astringen. Oleskan produk yang mengandung asam tanat (Zilaktin) ke area yang terkena. Produk-produk ini biasanya banyak yang dijual bebas. 
  • Rajin mandi. Mandi secara teratur membantu mengendalikan jumlah bakteri di kulit. Setelah mandi, pastikan kamu mengeringkan tubuh secara menyeluruh, terutama di antara jari-jari kaki dan ketiak.
  • Pilih pakaian dengan bahan tertentu. Pakaian berbahan serat sintetis, seperti nilon justru dapat memperburuk gejala. Coba gunakan pakaian longgar yang berbahan alami, seperti katun, wol, dan sutra, yang membuat kulit mudah bernapas. Saat berolahraga, kamu mungkin harus memilih kain yang dirancang untuk menghilangkan kelembapan dari kulit.
  • Pilih bahan sepatu yang alami. Sepatu yang berbahan sintetis juga dapat memperburuk gejala hiperhidrosis. Oleh sebab itu, pilih yang berbahan alami, seperti kulit yang mencegah kaki mengeluarkan keringat berlebih dengan membiarkan kaki mudah bernapas. 
  • Sering ganti kaus kaki. Beberapa jenis bahan kaus kaki lebih bekerja dengan baik untuk menyerap kelembapan, seperti yang berbahan tebal, lembut, dan terbuat dari serat alami. Ganti kaus kaki atau selang sekali atau dua kali sehari dan pastikan kamu mengeringkan kaki secara menyeluruh setiap kali akan menggunakan kaus kaki. Kamu juga bisa menggunakan bedak kaki yang banyak dijual bebas untuk membantu menyerap keringat.
  • Belajar teknik relaksasi. Pertimbangkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan biofeedback. Ini dapat membantu kamu untuk belajar mengendalikan stres yang dapat memicu keringat berlebih.

Baca juga: Sering Keringat Dingin, Apa Penyebabnya?

Jika tips-tips di atas tidak membantu kondisi yang kamu alami, sebaiknya kamu periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hyperhidrosis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is hyperhidrosis?