• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia

7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Desember 2022

“Hipersomnia dapat menyebabkan rasa kantuk yang ekstrem di siang hari. Tidur siang pun tidak bisa membuat gejala membaik.”

7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengalami hipersomnia akan merasa sangat mengantuk di siang hari. Bahkan meski sudah mendapatkan tidur yang seharusnya cukup atau lebih dari cukup. 

Jika kamu mengidap kondisi ini, kamu mungkin akan tertidur beberapa kali di siang hari. Selain itu, kondisi ini memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kemampuan bersosialisasi. Ini juga bisa meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini!

Ciri-Ciri dan Gejala Hipersomnia

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya menunjukkan ciri atau gejala sebagai berikut:

1. Rasa Kantuk Ekstrem di Siang Hari

Gejala utama kondisi ini adalah episode kantuk ekstrem yang konstan dan berulang di siang hari. Rasa kantuk ini seringkali tidak tertahankan, sehingga kamu mungkin tertidur di mana saja.

2. Tidur Lebih Lama dari Rata-Rata

Orang dengan kondisi ini juga biasanya tidur lebih lama dari orang kebanyakan. Bisa 10 jam atau lebih. Namun, meski sudah tidur lama, mereka masih sangat mengantuk di siang hari dan kesulitan untuk tetap terjaga.

3. Rasa Kantuk Tidak Hilang setelah Tidur Siang

Ciri khas kondisi ini lainnya adalah rasa kantuk yang tidak kunjung hilang bahkan setelah tidur siang. Bahkan, tidur siang tidak membuat pengidap kondisi ini merasa segar.

4. Perubahan Suasana Hati

Rasa kantuk ekstrem dapat membuat pengidap kondisi ini mengalami perubahan suasana hati. Seperti rasa cemas, lekas marah, dan gelisah.

5. Tidak Berenergi

Karena terus merasa mengantuk, pengidapnya akan mengalami kekurangan energi dan merasa lemas sepanjang hari.

6. Sulit Konsentrasi

Orang dengan kondisi ini juga cenderung lambat berpikir, bicara lambat, tidak mampu untuk fokus atau berkonsentrasi, dan masalah ingatan.

7. Sakit Kepala dan Halusinasi

Kondisi ini juga dapat membuat pengidapnya mengalami sakit kepala, dan bahkan berhalusinasi.

Ketahui Jenis-jenisnya

Kondisi ini memiliki banyak jenis, yang secara umum terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Hipersomnia primer berarti ini tidak disebabkan oleh kondisi medis lain atau gejala dari kondisi medis lain. 

Berikut ini beberapa jenisnya:

  • Narkolepsi tipe 1. Penyebab narkolepsi ini adalah rendahnya kadar kimia otak dan cairan serebrospinal (neurotransmitter) hypocretin (orexin). Kondisi ini biasanya dimulai antara usia 10-25 tahun. Gejala lain selain kantuk adalah kelemahan otot tiba-tiba yang dipicu oleh emosi, halusinasi dan kelumpuhan tidur.
  • Narkolepsi tipe 2. Narkolepsi tipe ini memiliki gejala yang tidak terlalu parah dan kadar hipokretin yang normal. Ini biasanya terjadi sejak masa remaja.
  • Sindrom Kleine-Levin. Hipersomnia primer jenis ini biasanya terjadi dengan gangguan mental, perilaku, dan terkadang kejiwaan. Setiap episode gejala dapat berlangsung sekitar 10 hari. Ini sering terjadi pada pria berusia muda.
  • Hipersomnia idiopatik. Idiopatik berarti tidak diketahui penyebabnya, jadi hipersomnia idiopatik berarti seseorang merasa sangat mengantuk karena alasan yang tidak jelas. 

Sementara itu, hipersomnia sekunder berarti rasa kantuk berlebihan terjadi karena beberapa penyebab lain atau kondisi medis yang mendasari. Jenis-jenisnya meliputi:

  • Hipersomnia karena kondisi medis. Penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkannya adalah epilepsi, hipotiroidisme, ensefalitis, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, obesitas, sleep apnea, dan gangguan mood (termasuk depresi, gangguan bipolar).
  • Hipersomnia karena obat-obatan atau alkohol. Ini terjadi karena efek obat penenang, obat antihipertensi, obat antiepilepsi, agen antiparkinsonian, relaksan otot rangka, antipsikotik, opiat, kanabis, dan minuman beralkohol.
  • Hipersomnia karena tidak cukup tidur. Kamu mungkin mengalami kondisi ini hanya karena tidak cukup tidur.

Itulah pembahasan mengenai ciri-ciri hipersomnia dan jenis-jenisnya. Jika kamu mengalami masalah kesehatan ini, download Halodoc saja untuk membuat janji rumah sakit dengan dokter.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. hipersomnia.
Healthline. Diakses pada 2022. hipersomnia.