Ad Placeholder Image

7 Manfaat Vaksin BCG untuk Anak dan Orang Dewasa

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) selama ini dikenal untuk melindungi tubuh dari infeksi tuberkulosis (TB), tetapi sebenarnya vaksin ini juga memberikan manfaat lain. Beberapa di antaranya adalah perlindungan terhadap risiko TB parah pada anak, hingga pengendalian penyakit secara massal.”

7 Manfaat Vaksin BCG untuk Anak dan Orang Dewasa7 Manfaat Vaksin BCG untuk Anak dan Orang Dewasa

DAFTAR ISI


Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian, jika tidak ditangani dengan tepat. Sebagai langkah perlindungan sejak dini, vaksin BCG (Bacille Calmette-Guérin) telah lama digunakan sebagai garda terdepan dalam sistem imunisasi dasar nasional.

Vaksin BCG bukan sekadar syarat administrasi saat bayi baru lahir, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi kualitas hidup seseorang. Dengan tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah bentuk-bentuk TBC yang berat, pemahaman mendalam mengenai manfaat BCG menjadi krusial bagi setiap orang tua dan masyarakat umum. Perlindungan ini sangat penting mengingat penularan TBC terjadi melalui udara, yang sulit untuk dihindari sepenuhnya dalam interaksi sosial sehari-hari.

Penting untuk dipahami bahwa meskipun vaksin ini sangat efektif pada anak-anak, banyak orang masih bertanya-tanya mengenai manfaatnya bagi orang dewasa atau efektivitasnya terhadap varian penyakit lain. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam apa saja manfaat luar biasa dari vaksin BCG, bagaimana prosedurnya, hingga potensi proteksi tambahan yang ditawarkannya bagi sistem imun manusia.

Nah, mau tahu apa saja manfaat dan informasi lengkap mengenai vaksin BCG? Berikut ulasannya!

Apa Itu Vaksin BCG dan Mengapa Sangat Penting?

Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guérin) adalah vaksin yang mengandung galur bakteri Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan. Vaksin ini ditemukan oleh dua peneliti asal Perancis, Albert Calmette dan Camille Guérin, dan mulai digunakan pada manusia sejak tahun 1921. Di Indonesia, vaksin BCG merupakan salah satu dari lima imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI.

Pentingnya vaksin BCG terletak pada kemampuannya untuk membangun antibodi spesifik terhadap bakteri penyebab TBC. Indonesia merupakan negara dengan beban TBC yang tinggi, sehingga risiko terpapar bakteri ini sangat besar. Tanpa perlindungan vaksin, seorang bayi yang terpapar bakteri TBC berisiko tinggi mengalami infeksi sistemik yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Berbagai Manfaat BCG bagi Kesehatan Anak

Manfaat BCG yang paling utama adalah memberikan proteksi terhadap penyakit Tuberkulosis, namun spesifikasinya lebih luas dari sekadar infeksi paru biasa. Berikut adalah rincian manfaatnya:

1. Mencegah Tuberkulosis Meningitis

TBC Meningitis adalah infeksi bakteri TBC pada selaput otak. Ini adalah salah satu bentuk TBC paling mematikan pada anak-anak yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kecacatan, hingga kematian. Vaksin BCG terbukti sangat efektif dalam menurunkan risiko terjadinya komplikasi fatal ini hingga lebih dari 70 persen.

2. Melindungi dari TBC Milier

TBC Milier adalah kondisi di mana bakteri TBC masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh organ tubuh seperti hati, limpa, dan sumsum tulang. Bayi dan balita sangat rentan terhadap jenis TBC ini karena sistem imun mereka belum matang sempurna. BCG memberikan tameng yang kuat untuk mencegah penyebaran bakteri secara luas di dalam tubuh.

3. Menurunkan Risiko Kematian Akibat TBC

Secara statistik, anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi BCG memiliki tingkat kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak divaksin saat terpapar bakteri TBC. Meskipun vaksin ini tidak menjamin 100 persen seseorang tidak akan tertular TBC paru di masa dewasa, ia sangat efektif mencegah kematian pada masa kanak-kanak akibat penyakit tersebut.

Tips Perawatan Pasca Vaksinasi BCG
  1. Jangan menekan atau memberikan obat apa pun pada luka bekas suntikan BCG.
  2. Biarkan bisul kecil yang muncul pecah dan mengering secara alami.
  3. Jika anak mengalami demam ringan, pastikan kebutuhan cairannya tercukupi.

Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Vaksin BCG?

Penggunaan vaksin BCG pada orang dewasa umumnya tidak dilakukan secara massal seperti pada bayi. Hal ini dikarenakan efektivitas vaksin BCG dalam mencegah TBC paru pada orang dewasa sangat bervariasi dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Namun, dalam beberapa kasus khusus, dokter mungkin menyarankan vaksinasi BCG bagi orang dewasa yang memiliki risiko tinggi terpapar, seperti tenaga medis yang bekerja di bangsal isolasi TBC atau mereka yang hendak bepergian ke daerah dengan endemi TBC tinggi dan belum pernah divaksin sebelumnya.

Selain untuk pencegahan TBC, manfaat BCG pada orang dewasa juga ditemukan dalam bidang onkologi. Vaksin BCG sering digunakan sebagai terapi imunoterapi untuk kanker kandung kemih tahap awal. Cairan BCG dimasukkan langsung ke dalam kandung kemih untuk merangsang sistem imun menyerang sel-sel kanker.

Mekanisme Kerja Vaksin BCG dalam Melawan Bakteri

Saat vaksin BCG disuntikkan secara intrakutan (ke dalam lapisan kulit), bakteri yang telah dilemahkan akan memicu respons imun lokal. Sel-sel darah putih akan mengenali bakteri ini sebagai benda asing dan membentuk memori imunologis. Jika suatu saat tubuh terpapar oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang sesungguhnya, sistem imun sudah “mengenali” musuh tersebut dan dapat merespons dengan lebih cepat dan kuat.

Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa BCG juga memiliki efek “off-target” atau perlindungan non-spesifik. Artinya, BCG dapat melatih sistem imun bawaan (innate immunity) untuk menjadi lebih waspada terhadap berbagai jenis infeksi virus dan bakteri lainnya, bukan hanya TBC saja.

Prosedur dan Jadwal Pemberian Vaksin BCG

Berdasarkan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau sebelum bayi berusia 1 bulan. Jika pemberiannya terlambat (setelah usia 3 bulan), maka biasanya harus dilakukan uji tuberkulin (Mantoux test) terlebih dahulu untuk memastikan apakah bayi sudah terpapar TBC atau belum.

Suntikan BCG dilakukan di lengan kanan atas secara intrakutan. Dosis yang diberikan sangat kecil, namun cukup untuk memicu reaksi kekebalan. Karena prosedurnya yang spesifik, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna memastikan kesiapan kondisi kesehatan anak sebelum menerima vaksinasi.

Mengenal Efek Samping dan Reaksi Pasca Vaksinasi

Satu hal yang unik dari vaksin BCG adalah munculnya “scar” atau bekas luka di lengan. Sekitar 2-6 minggu setelah suntikan, biasanya akan muncul benjolan kecil kemerahan yang menyerupai bisul. Benjolan ini kemudian dapat bernanah dan pecah, lalu sembuh dengan sendirinya meninggalkan jaringan parut yang khas. Ini adalah reaksi normal yang menunjukkan bahwa vaksin bekerja dengan baik.

Efek samping lain yang mungkin muncul namun jarang terjadi adalah pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau leher (limfadenitis). Jika pembengkakan terasa sangat besar atau terjadi abses, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Studi Mengenai Vaksin BCG

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa vaksinasi BCG pada bayi memberikan perlindungan yang konsisten terhadap meningitis TB dan TBC milier dengan tingkat efikasi mencapai 73% hingga 86%.

Studi ini menekankan bahwa meskipun efikasi terhadap TBC paru pada orang dewasa bervariasi tergantung letak geografis, peran BCG dalam menurunkan angka kematian bayi akibat TBC di negara berkembang sangatlah signifikan. Selain itu, penelitian di Journal of Internal Medicine mulai mengeksplorasi peran BCG dalam meningkatkan imunitas terlatih yang dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akut secara umum.

Kapan Harus Waspada Pasca Vaksinasi?

1. Munculnya Alergi Berat

Meskipun sangat jarang, reaksi anafilaksis atau alergi berat bisa terjadi. Jika anak sesak napas atau bengkak pada wajah segera setelah vaksin, segera bawa ke instalasi gawat darurat.

2. Abses di Tempat Suntikan

Jika luka bekas suntikan tidak kunjung sembuh setelah berbulan-bulan atau mengeluarkan nanah dalam jumlah yang tidak wajar, ini memerlukan pemeriksaan medis.

Untuk mendukung kesehatan anak dan menjaga daya tahan tubuh keluarga, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan layanan yang praktis dan terpercaya.

Pastikan jadwal imunisasi anak selalu tepat waktu. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai manfaat BCG atau keluhan kesehatan lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc secara langsung.

## Punya Keluhan Kesehatan atau Pertanyaan Soal Imunisasi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengenai jadwal vaksinasi? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. BCG vaccine: WHO position paper.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Profil Kesehatan Indonesia: Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tuberculosis: Diagnosis and Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2026. BCG Tuberculosis (TB) Vaccine Overview.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. BCG Vaccine.

FAQ

1. Apakah bekas luka BCG wajib ada?

Sebagian besar anak akan memiliki bekas luka (scar) permanen, namun ada sebagian kecil yang tidak memilikinya meskipun vaksin telah bekerja. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter anak.

2. Bolehkah bayi dimandikan setelah suntik BCG?

Ya, bayi boleh dimandikan seperti biasa. Namun, hindari menggosok terlalu keras pada area suntikan dan jangan memberikan ramuan apa pun pada luka bekas suntikan.

3. Apakah vaksin BCG bisa mencegah COVID-19?

Meskipun ada hipotesis bahwa BCG meningkatkan imunitas umum, hingga saat ini belum ada bukti klinis kuat yang menyatakan BCG secara spesifik mencegah COVID-19. Vaksin COVID-19 tetap menjadi pilihan utama.

4. Apa yang harus dilakukan jika bayi demam setelah BCG?

Demam pasca BCG biasanya ringan. Kamu bisa memberikan kompres hangat atau obat penurun panas sesuai dosis dokter jika bayi merasa tidak nyaman.