Ad Placeholder Image

7 Penyakit yang Dapat Diatasi dengan Mengonsumsi Buah Apel

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Apel bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit sampai melawan Alzheimer.

7 Penyakit yang Dapat Diatasi dengan Mengonsumsi Buah Apel7 Penyakit yang Dapat Diatasi dengan Mengonsumsi Buah Apel

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar pepatah kuno yang berbunyi, “An apple a day keeps the doctor away”? Ungkapan ini ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Secara medis, manfaat makan apel memang sangat luar biasa bagi tubuh berkat kandungan nutrisinya yang melimpah. Mulai dari serat, vitamin C, kalium, hingga berbagai antioksidan kuat seperti quercetin dan katekin, semuanya terkandung dalam buah yang renyah dan manis ini.

Menjaga kesehatan tubuh melalui asupan makanan alami adalah salah satu pilar utama pencegahan penyakit kronis. Di tengah gaya hidup modern yang serba instan, masyarakat Indonesia semakin rentan terhadap berbagai penyakit metabolik dan degeneratif. Mengonsumsi apel secara rutin dapat menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak besar. Buah ini rendah kalori, bebas lemak, dan bebas kolesterol, sehingga sangat aman dikonsumsi setiap hari oleh berbagai kalangan usia.

Kandungan fitonutrien dan serat larut dalam apel telah terbukti secara ilmiah mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas inilah yang sering kali menjadi cikal bakal peradangan dan berbagai kondisi medis serius. Lantas, penyakit apa saja yang risikonya bisa ditekan hanya dengan rutin mengonsumsi buah ini?

Nah, mau tahu apa saja manfaat makan apel dan penyakit yang dapat diatasi atau dicegahnya? Berikut ulasan lengkapnya!

7 Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Makan Apel

Kandungan nutrisi esensial di dalam apel memberikan perlindungan ekstra bagi organ-organ vital. Berikut adalah tujuh masalah kesehatan yang bisa dihindari dengan rutin mengonsumsi buah apel:

1. Diabetes Tipe 2

Manfaat makan apel yang pertama dan paling diakui adalah kemampuannya dalam mengontrol kadar gula darah. Apel kaya akan serat larut (pektin) yang dapat memperlambat penyerapan karbohidrat ke dalam aliran darah, sehingga mencegah terjadinya lonjakan gula darah secara tiba-tiba setelah makan. Selain itu, polifenol dalam apel, terutama di bagian kulitnya, membantu mencegah kerusakan jaringan pada sel beta di pankreas. Sel beta bertugas memproduksi insulin tubuh dan sering kali rusak pada penderita diabetes tipe 2.

2. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Mengonsumsi apel secara teratur sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular. Serat larut di dalam apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Di samping itu, apel juga mengandung polifenol epikatekin yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Antioksidan ini bekerja dengan mengurangi oksidasi lipid, yang merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya plak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang berujung pada serangan jantung atau stroke.

3. Asma dan Masalah Pernapasan

Bagi kamu yang memiliki masalah pada saluran pernapasan, manfaat makan apel bisa sangat terasa. Apel mengandung antioksidan bernama quercetin yang banyak ditemukan pada kulitnya. Quercetin memiliki sifat antihistamin dan anti-inflamasi alami yang dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan pada saluran napas. Rutin mengonsumsi apel diyakini dapat menurunkan risiko serangan asma dan menjaga fungsi paru-paru tetap optimal seiring bertambahnya usia.

4. Kanker

Meskipun tidak ada satu makanan pun yang bisa mencegah kanker secara mutlak, diet tinggi buah-buahan seperti apel sangat direkomendasikan. Fitokimia dan antioksidan dalam apel telah terbukti dalam berbagai studi laboratorium dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker payudara. Senyawa triterpenoid yang ada pada kulit apel tampaknya memiliki peran penting dalam membunuh sel kanker dan mencegah pembentukan tumor baru.

5. Obesitas dan Berat Badan Berlebih

Apel adalah buah yang sangat ramah untuk program penurunan berat badan. Kombinasi antara tingginya kandungan air dan serat membuat apel memberikan rasa kenyang yang lebih lama meski kalorinya tergolong rendah. Dengan makan apel sebelum makan besar, kamu cenderung akan mengonsumsi kalori yang lebih sedikit. Selain itu, beberapa senyawa alami dalam apel juga dipercaya dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus yang membantu melawan obesitas.

Tips Memaksimalkan Manfaat Makan Apel
  1. Makan beserta kulitnya: Sebagian besar antioksidan (seperti quercetin) dan serat (pektin) justru terdapat pada kulit apel. Pastikan untuk mencuci bersih apel dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
  2. Pilih apel segar: Apel utuh yang segar jauh lebih baik daripada jus apel kemasan yang sering kali sudah kehilangan seratnya dan ditambahkan gula buatan.
  3. Variasikan warna apel: Apel merah, hijau, maupun kuning memiliki profil nutrisi yang sedikit berbeda, mengonsumsi berbagai jenis akan memberikan manfaat yang lebih komprehensif.

6. Masalah Pencernaan (Sembelit)

Masalah pencernaan seperti sembelit (konstipasi) bisa diatasi dengan mudah menggunakan apel. Serat pektin dalam apel bertindak sebagai prebiotik, yang berarti ia memberi makan bakteri baik (mikrobioma) di dalam ususmu. Saat bakteri usus bekerja secara seimbang, proses pencernaan akan menjadi lebih lancar, buang air besar menjadi teratur, dan risiko gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dapat diminimalisir.

7. Penyakit Alzheimer dan Penurunan Kognitif

Kesehatan otak juga tak luput dari manfaat makan apel. Kandungan antioksidan yang kuat dalam jus dan buah apel utuh dapat membantu memelihara kadar asetilkolin, yakni neurotransmiter yang penting untuk memori dan fungsi kognitif. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel otak. Nutrisi dalam apel melambatkan laju kerusakan oksidatif tersebut, sehingga menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

Kapan Harus ke Dokter?

1. Gejala Penyakit Tidak Kunjung Membaik

Meskipun buah apel sangat menyehatkan, ia bukanlah pengganti pengobatan medis. Jika kamu mengalami gejala kronis dari penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau asma yang tak kunjung mereda meski sudah menjaga pola makan, kamu memerlukan diagnosis medis yang tepat. Kamu bisa dengan mudah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

2. Kebutuhan Nutrisi dan Suplementasi Tambahan

Pada beberapa kondisi kesehatan tertentu, nutrisi dari makanan saja terkadang belum cukup, terutama jika tubuh sedang dalam masa pemulihan. Untuk memastikan kebutuhan vitamin dan mineral harianmu tercukupi dengan baik, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi mengenai dosis suplemen yang tepat agar sesuai dengan kondisi tubuhmu.

Studi Mengenai Konsumsi Apel dan Kesehatan

Advances in Nutrition menerbitkan studi di tahun 2015 yang menjelaskan bahwa asupan apel berkaitan erat dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Dalam tinjauan literatur yang komprehensif tersebut, para peneliti menemukan bukti kuat yang mengaitkan konsumsi apel yang rutin dengan penurunan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, asma, dan bahkan penyakit Alzheimer.

Studi tersebut juga menekankan bahwa manfaat perlindungan yang diberikan apel berasal dari fitokimia yang bertindak sebagai antioksidan kuat. Temuan ini semakin menegaskan pentingnya memasukkan buah-buahan berserat tinggi ke dalam menu diet harian sebagai strategi pencegahan penyakit jangka panjang yang efektif dan ekonomis.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nutrition and healthy eating: Apples.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. The Nutrition Source: Apples.
Healthline. Diakses pada 2024. 10 Impressive Health Benefits of Apples.
National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Apple phytochemicals and their health benefits.

FAQ

1. Apa manfaat makan apel setiap hari?

Makan apel setiap hari bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat tingginya kandungan vitamin C, serat pektin, dan antioksidan di dalamnya.

2. Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi apel?

Ya, penderita diabetes sangat diperbolehkan mengonsumsi apel. Apel memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan tinggi serat, sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang wajar.

3. Kapan waktu terbaik untuk makan buah apel?

Waktu terbaik untuk makan apel adalah pada pagi hari atau sebagai camilan di antara waktu makan. Kandungan pektin pada apel akan bekerja optimal untuk membantu kerja usus dan memberikan rasa kenyang lebih lama di siang hari.

4. Apakah aman makan apel beserta kulitnya?

Sangat aman dan justru sangat dianjurkan. Kulit apel menyimpan lebih dari setengah total serat buah serta sebagian besar antioksidan (seperti polifenol dan quercetin). Pastikan saja kamu mencuci apel di bawah air mengalir hingga bersih sebelum memakannya.