• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 9 Cara Mengenali Tanda Anemia pada Remaja Perempuan

9 Cara Mengenali Tanda Anemia pada Remaja Perempuan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak saat masa remaja merupakan hal penting yang perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan optimal dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Anemia menjadi salah satu penyakit yang sangat rentan dialami oleh remaja perempuan akibat masa pertumbuhan dan juga siklus menstruasi yang dialami.

Baca juga: Waspada, Anemia pada Bumil Bisa Berbahaya

Sebaiknya ibu kenali beberapa tanda anemia pada remaja perempuan agar kondisi ini dapat segera diatasi dengan baik. Anemia yang tidak diatasi dengan baik dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang lebih buruk pada remaja, seperti rentan alami infeksi, gangguan paru, hingga kelelahan terus-menerus. Yuk, simak lebih banyak mengenai anemia yang rentan terjadi pada remaja perempuan, di sini!

Kenali Tanda Anemia pada Remaja Perempuan

Ada beberapa alasan mengapa remaja perempuan lebih rentan mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki. Salah satu alasanya karena saat memasuki usia remaja, biasanya perempuan mulai memasuki siklus menstruasi pertamanya dan mengalami growth spurts. Saat seorang perempuan mengalami menstruasi, risiko ia mengalami anemia lebih tinggi karena kondisi ini menyebabkan perempuan kehilangan banyak darah. Hal ini akan meningkatkan risiko tubuh kekurangan zat besi.

Bagi para ibu, sebaiknya kenali beberapa tanda anemia pada remaja perempuan agar kondisi ini segera mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Anak mengalami kondisi kelelahan terus-menerus.
  2. Wajah menjadi lebih pucat dari biasanya.
  3. Anak mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat, biasanya akan lebih mudah marah.
  4. Anak menjadi lemas dan kurang bertenaga.
  5. Mengeluhkan perubahan detak jantung lebih cepat.
  6. Nyeri dada.
  7. Sakit kepala.
  8. Dingin pada bagian tangan dan kaki.
  9. Sulit berkonsentrasi.

Jika anak mengeluhkan beberapa kondisi tersebut, tidak ada salahnya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang dialami oleh anak. Ibu bisa download Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga untuk bertanya dengan dokter melalui Chat/Video Call, kapan dan di mana saja.

Baca juga: Apakah Anemia Bisa Sebabkan Komplikasi?

Pengobatan Anemia pada Remaja Perempuan

Anemia pada remaja perempuan umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Sumsum tulang belakang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak dapat menghasilkan hemoglobin untuk sel darah merah. Tidak hanya pada remaja perempuan, anemia jenis ini juga rentan dialami oleh ibu hamil.

Lalu, bagaimana pengobatan yang tepat untuk kondisi ini? Remaja perempuan yang mengalami anemia membutuhkan pengobatan secara medis dan juga mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi. Ada beberapa jenis makanan terbaik bagi pengidap anemia, seperti daging merah, makanan laut, dan sayuran hijau. Untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi pada tubuh, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan vitamin C pada anak.

Baca juga: Mengidap Anemia, Apakah Bisa Disembuhkan?

Kekurangan zat besi pada anak remaja terkadang juga dapat memengaruhi kondisi berat badan. Biasanya, anak-anak yang mengidap anemia akibat kekurangan zat besi akan sulit menaikkan kenaikan berat badan, atau lebih mudah mengalami penurunan berat badan. 

Tidak hanya itu, anemia yang tidak atasi dengan baik dapat tingkatkan risiko gangguan jantung bahkan kematian. Untuk mencegah kondisi ini, tidak ada salahnya untuk rutin lakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan asupan gizi anak tercukupi dengan baik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anemia.
Teens Health. Diakses pada 2020. Anemia.
Healthy Children. Diakses pada 2020. Anemia in Children and Teens.
Healthline. Diakses pada 2020. Iron Deficiency Anemia.