Ad Placeholder Image

9 Tips Move On dari Patah Hati, Bikin Perasaan Jadi Tenang

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Wajar adanya jika merasa sangat sedih saat mengalami patah hati. Namun, sebaiknya hal ini tidak terjadi dalam waktu lama. Ikuti tips move on berikut supaya kamu lebih tenang dan mulai bisa melepaskan.”

9 Tips Move On dari Patah Hati, Bikin Perasaan Jadi Tenang9 Tips Move On dari Patah Hati, Bikin Perasaan Jadi Tenang

DAFTAR ISI


Sakit hati karena rasa kecewa yang mendalam sering kali dianggap sebagai masalah emosional semata. Namun, tahukah kamu bahwa secara medis, rasa kecewa dan patah hati dapat berdampak nyata pada kesehatan fisik seseorang? Kondisi ini melibatkan pelepasan hormon stres yang masif, yang jika dibiarkan tanpa penanganan, dapat memengaruhi fungsi jantung dan sistem imun tubuh.

Mengalami kekecewaan, baik karena hubungan asmara, kegagalan karier, atau pengkhianatan, adalah bagian dari pengalaman manusia yang tidak terhindarkan. Penting untuk dipahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan langkah-langkah yang tepat agar luka batin tersebut tidak berubah menjadi depresi klinis atau gangguan psikosomatik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai mekanisme tubuh saat mengalami kekecewaan dan bagaimana cara mengobati sakit hati agar kamu bisa kembali beraktivitas dengan optimal. Mengelola kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Nah, mau tahu apa saja pilihan langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulihkan diri? Berikut ulasannya!

Memahami Sakit Hati dari Sisi Medis

Secara farmakologi dan fisiologi, saat seseorang mengalami kekecewaan yang sangat berat, otak akan memproses rasa sakit emosional tersebut di area yang sama dengan rasa sakit fisik, yaitu pada anterior cingulate cortex. Tubuh akan merespons dengan memproduksi hormon kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar.

Kelebihan hormon kortisol secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti insomnia, gangguan pencernaan, hingga penurunan daya tahan tubuh. Inilah alasan mengapa orang yang sedang sedih lebih mudah jatuh sakit. Dalam kasus yang ekstrem, terdapat kondisi medis yang disebut Takotsubo Cardiomyopathy atau sindrom patah hati, di mana otot jantung melemah sementara akibat lonjakan hormon stres.

Tahapan Kesedihan saat Kecewa

Menurut teori psikologi, ada lima tahapan kesedihan yang umum dialami seseorang saat mengalami kekecewaan besar. Memahami tahapan ini membantu kamu menyadari bahwa apa yang kamu rasakan adalah hal yang normal.

1. Penyangkalan (Denial)

Ini adalah mekanisme pertahanan diri sementara. Kamu mungkin merasa tidak percaya bahwa hal buruk tersebut benar-benar terjadi dan mencoba mencari alasan untuk mengabaikan kenyataan.

2. Marah (Anger)

Setelah kenyataan mulai meresap, rasa sakit akan muncul kembali dalam bentuk kemarahan. Kemarahan ini bisa ditujukan pada diri sendiri, orang lain, atau keadaan sekitar.

3. Tawar-menawar (Bargaining)

Pada tahap ini, kamu sering kali berpikir “andai saja saya melakukan ini” atau mencoba membuat kesepakatan dalam pikiran untuk mengubah situasi yang sudah terjadi.

4. Depresi (Depression)

Ini adalah fase di mana kesedihan terasa sangat nyata dan mendalam. Kamu mungkin merasa hampa, tidak berenergi, dan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya kamu sukai.

5. Penerimaan (Acceptance)

Ini adalah tahap akhir di mana kamu mulai bisa berdamai dengan kenyataan. Meskipun rasa sakit mungkin masih ada, kamu sudah mulai mampu menatap masa depan dan melanjutkan hidup.

Cara Mengobati Sakit Hati karena Kecewa

Mengobati sakit hati tidak bisa dilakukan dengan “obat ajaib” dalam semalam, melainkan melalui serangkaian proses berikut:

  1. Berikan Waktu untuk Merasakan Emosi: Jangan menekan rasa sedih. Menangis atau mencurahkan isi hati dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh secara alami.
  2. Terapkan Teknik Jurnaling: Menuliskan apa yang kamu rasakan di atas kertas dapat memberikan perspektif baru dan membantu otak memproses trauma emosional dengan lebih teratur.
  3. Batasi Paparan Pemicu: Jika kekecewaan bersumber dari orang tertentu, melakukan no-contact rule atau membatasi melihat media sosial mereka sangat efektif untuk mempercepat proses penyembuhan.
  4. Cari Dukungan Sosial: Berbicara dengan teman dekat atau keluarga yang suportif dapat mengurangi beban emosional yang kamu tanggung sendirian.
Tips Menjaga Keseimbangan Emosi
  1. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki selama 15-30 menit untuk melepaskan endorfin.
  2. Praktikkan teknik pernapasan dalam (deep breathing) saat rasa cemas muncul.
  3. Pastikan asupan nutrisi terjaga untuk mendukung fungsi neurotransmitter di otak.

Menjaga Kesehatan Fisik saat Patah Hati

Saat batin sedang terluka, tubuh fisik sering kali terabaikan. Padahal, kondisi fisik yang prima akan sangat membantu ketahanan mental (resiliensi) kamu. Kurang tidur dan pola makan yang buruk hanya akan memperparah rasa depresi dan kecemasan.

Jika perasaan kecewa ini mulai mengganggu aktivitas fisik, seperti membuatmu sulit tidur atau merasa lemas sepanjang hari, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan suplemen harian seperti Vitamin B Complex atau Magnesium yang baik untuk menjaga fungsi saraf dan membantu tubuh lebih rileks.

Kapan Harus ke Dokter?

Kekecewaan adalah hal yang wajar, namun jika kondisi tersebut berlarut-larut, kamu harus waspada. Segera cari bantuan profesional jika kamu mengalami hal-hal berikut:

  • Kesedihan yang mendalam selama lebih dari dua minggu berturut-turut.
  • Gangguan tidur (insomnia) yang parah atau nafsu makan hilang total.
  • Adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi sosial dan pekerjaan.

Bila kesedihan terasa sangat berat dan tak kunjung reda, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis dan dukungan kesehatan mental yang tepat melalui psikolog atau psikiater.

Studi Mengenai Kesehatan Mental dan Kekecewaan

The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa patah hati emosional dapat memicu aktivitas di area otak yang bertanggung jawab atas persepsi nyeri somatik. Temuan ini menegaskan bahwa “sakit hati” bukan sekadar kiasan, melainkan fenomena biologis yang nyata.

Studi lain dalam jurnal Psychosomatic Medicine menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat secara signifikan dapat menurunkan respons inflamasi dalam tubuh yang dipicu oleh stres akibat penolakan atau kekecewaan sosial. Hal ini membuktikan pentingnya tidak mengisolasi diri saat sedang terluka secara emosional.

Mengatasi kekecewaan memang bukan perjalanan yang mudah, namun dengan langkah yang tepat, kamu pasti bisa melewatinya. Ingatlah untuk selalu memprioritaskan diri sendiri dan memberikan waktu bagi jiwa untuk pulih.

Kamu bisa mendapatkan suplemen atau vitamin pendukung di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan fisik maupun mental yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Broken heart syndrome.
American Psychological Association. Diakses pada 2026. Resilience in a time of grief.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Understanding the 5 Stages of Grief.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. The Neurobiology of Stress and Emotional Pain.

FAQ

1. Apakah sakit hati bisa menyebabkan sakit fisik?

Ya, stres emosional yang tinggi dapat memicu pelepasan kortisol yang menyebabkan gangguan pencernaan, sakit kepala, insomnia, hingga nyeri dada.

2. Berapa lama waktu normal untuk sembuh dari rasa kecewa?

Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Namun, fase akut biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan. Jika lebih dari 6 bulan belum membaik, pertimbangkan bantuan ahli.

3. Apakah menangis membantu mengobati sakit hati?

Menangis membantu melepaskan hormon oksitosin dan endorfin yang dapat menenangkan perasaan dan meredakan ketegangan fisik.

4. Haruskah saya memaafkan orang yang membuat saya kecewa agar cepat sembuh?

Memaafkan adalah proses internal untuk kedamaian diri sendiri, bukan untuk membenarkan tindakan orang lain. Ini dapat membantu mempercepat proses move on.


Punya Keluhan Kesehatan Mental tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sedang merasa kecewa atau sedih berkepanjangan tapi bingung bagaimana cara menanganinya? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.