Ad Placeholder Image

AB Positif: Penerima Segala Darah, Si Langka Unik

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Golongan Darah AB Rhesus Positif: Si Penerima Unik

AB Positif: Penerima Segala Darah, Si Langka UnikAB Positif: Penerima Segala Darah, Si Langka Unik

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mengecek golongan darah dan ternyata hasilnya adalah AB positif? Jika iya, kamu termasuk dalam kelompok yang sangat unik dan langka. Sistem penggolongan darah manusia yang paling umum digunakan adalah sistem ABO dan faktor Rhesus (Rh). Dari kombinasi kedua sistem ini, golongan darah AB positif sering kali menjadi sorotan di dunia medis karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh golongan darah lainnya.

Meskipun jumlah populasinya terbilang sedikit dibandingkan dengan golongan darah O atau A, golongan darah AB positif langka memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam kondisi gawat darurat medis. Kebutuhan akan transfusi darah bisa terjadi kapan saja, baik karena kecelakaan, operasi besar, maupun kondisi medis tertentu yang menyebabkan anemia berat. Dalam situasi seperti ini, memahami kecocokan golongan darah adalah urusan hidup dan mati.

Sebagai pemilik golongan darah ini, kamu mungkin bertanya-tanya apa yang sebenarnya membuat darahmu berbeda, bagaimana aturan transfusinya, dan apakah ada pengaruh spesifik terhadap kondisi kesehatan secara keseluruhan. Mengetahui profil kesehatan berdasarkan golongan darah dapat membantu kamu lebih proaktif dalam menjaga kebugaran tubuh sehari-hari.

Nah, mau tahu apa saja keistimewaan, risiko kesehatan, dan fakta menarik di balik golongan darah AB positif? Berikut ulasan lengkapnya!

Karakteristik Utama Golongan Darah AB Positif

Sistem kekebalan tubuh manusia mengenali darah melalui protein spesifik yang menempel pada permukaan sel darah merah, yang disebut sebagai antigen. Seseorang dikatakan memiliki golongan darah AB karena pada sel darah merahnya terdapat dua jenis antigen sekaligus, yaitu antigen A dan antigen B. Hal ini terjadi karena pewarisan genetik dari kedua orang tua yang bersifat kodominan, di mana gen A dan gen B sama-sama diekspresikan.

Selain sistem ABO, ada juga sistem Rhesus yang menentukan apakah darah seseorang itu positif atau negatif. Tanda “positif” pada AB positif berarti sel darah merahmu juga memiliki antigen Rhesus (RhD). Kehadiran ketiga antigen ini (A, B, dan Rh) di dalam darah adalah alasan utama mengapa antibodi tubuhmu tidak akan menyerang sel darah merah yang masuk dari golongan darah apa pun.

Di seluruh dunia, persentase orang yang memiliki golongan darah AB positif tergolong kecil, biasanya hanya berkisar antara 3 hingga 4 persen dari total populasi global, tergantung pada demografi wilayahnya. Kelangkaan ini menjadikannya unik, sekaligus sangat berharga dalam ekosistem donor darah, terutama ketika kita membicarakan soal donasi plasma darah.

Mengapa AB Positif Disebut Penerima Universal?

Salah satu fakta paling terkenal tentang golongan darah AB positif adalah julukannya sebagai “Penerima Universal” atau universal recipient. Dalam dunia medis, hal ini berarti individu dengan golongan darah AB positif dapat menerima transfusi sel darah merah dari semua golongan darah (A, B, AB, maupun O) dengan Rhesus positif maupun negatif.

Alasan ilmiah di balik keistimewaan ini sangat logis. Secara alami, plasma darah akan membentuk antibodi terhadap antigen darah yang tidak dimilikinya. Misalnya, orang bergolongan darah A akan memiliki antibodi anti-B, sehingga akan mengalami reaksi fatal jika menerima darah B. Namun, karena orang dengan golongan darah AB sudah memiliki antigen A dan B di sel darahnya, tubuhnya tidak memproduksi antibodi anti-A maupun anti-B. Ditambah lagi dengan adanya faktor Rh positif, tubuh juga tidak akan memproduksi antibodi anti-Rh.

Akan tetapi, ada satu sisi lain dari keistimewaan ini. Meskipun bisa menerima darah dari siapa saja, individu AB positif hanya bisa mendonorkan sel darah merahnya kepada sesama orang bergolongan darah AB positif. Jika darah AB positif diberikan kepada golongan darah lain, antibodi si penerima akan langsung menyerang antigen A dan B yang masuk, menyebabkan reaksi transfusi yang membahayakan nyawa.

Fakta Menarik Donor Plasma AB Positif
  1. Jika dalam hal sel darah merah mereka adalah penerima universal, dalam hal plasma darah, AB positif justru adalah pendonor plasma universal.
  2. Plasma dari golongan darah AB tidak mengandung antibodi anti-A maupun anti-B.
  3. Plasma darah AB dapat diberikan kepada pasien trauma atau korban luka bakar dengan golongan darah apa pun dalam kondisi darurat.

Risiko Kesehatan Terkait Golongan Darah AB

Banyak penelitian medis telah mengkaji hubungan antara golongan darah ABO dengan kecenderungan terhadap penyakit tertentu. Meskipun golongan darah bukanlah satu-satunya faktor penentu kesehatan, ada beberapa kecenderungan risiko yang sering dikaitkan dengan golongan darah AB.

Pertama adalah risiko terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa riset menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah non-O (yaitu A, B, dan AB) memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk mengalami pembekuan darah (trombosis), penyakit jantung koroner, dan stroke dibandingkan mereka yang bergolongan darah O. Hal ini diyakini berhubungan dengan kadar protein pembekuan darah (faktor von Willebrand) yang secara alami lebih tinggi pada darah non-O.

Kedua, ada juga studi yang mengaitkan golongan darah AB dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif di usia lanjut. Peneliti menduga hal ini terkait dengan protein pembekuan darah tertentu yang dapat memengaruhi aliran darah ke otak secara mikro. Jika kamu memiliki keluhan kesehatan yang berulang atau ingin mengetahui profil risiko penyakit keturunan, melakukan cek kesehatan ke dokter secara berkala adalah langkah pencegahan yang sangat disarankan.

Di sisi positif, orang dengan golongan darah AB diketahui memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tukak lambung (ulkus peptikum) akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

Pola Hidup Sehat untuk Golongan Darah AB

Kamu mungkin pernah mendengar tentang “diet golongan darah” yang sempat populer. Diet ini mengklaim bahwa orang bergolongan darah AB sebaiknya mengonsumsi makanan campuran antara sayuran, tahu, makanan laut, dan produk susu, namun membatasi daging merah. Meskipun konsep ini populer, penting untuk dicatat bahwa secara medis, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung klaim bahwa diet spesifik berdasarkan golongan darah memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Pendekatan medis yang paling tepat adalah menerapkan pola makan dengan gizi seimbang yang sesuai dengan kondisi metabolisme, usia, dan riwayat kesehatan masing-masing individu. Mengonsumsi sayuran segar, buah-buahan tinggi antioksidan, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak terbukti efektif menjaga kesehatan jantung, yang mana sangat penting bagi pemilik golongan darah AB yang memiliki risiko kardiovaskular lebih tinggi.

Selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan mikronutrisi juga tidak boleh diabaikan. Jika asupan dari makanan harian dirasa kurang akibat kesibukan, kamu bisa melengkapinya dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin yang aman serta direkomendasikan secara medis untuk menjaga sistem imun tubuh tetap optimal.

Studi Mengenai Risiko Penyakit Jantung dan Golongan Darah

Sebuah studi ekstensif yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi memantau data kesehatan dari puluhan ribu partisipan. Studi dari Harvard School of Public Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa individu dengan golongan darah AB memiliki risiko terkena penyakit jantung 23% lebih tinggi dibandingkan dengan golongan darah O.

Penelitian ini menyoroti bahwa faktor genetika pembentuk golongan darah dapat memengaruhi kadar kolesterol serta memicu respons inflamasi (peradangan) di dalam tubuh. Oleh karena itu, para ahli menekankan bahwa pemilik golongan darah AB sebaiknya lebih waspada dalam mengelola gaya hidup mereka, seperti menjaga tekanan darah, tidak merokok, dan rutin memantau kadar kolesterol, untuk meminimalkan risiko genetis tersebut.

Merawat kesehatan secara menyeluruh adalah kunci utama untuk hidup berkualitas, apa pun golongan darahmu. Jika kamu merasakan gejala penyakit tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis untuk penanganan lebih lanjut. Kamu juga dapat menemukan berbagai produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di aplikasi terpercaya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Red Cross. Diakses pada 2026. Blood Types and Characteristics.
Harvard School of Public Health. Diakses pada 2026. Blood Type and Risk of Coronary Heart Disease.
Neurology Journal. Diakses pada 2026. ABO Blood Group and Cognitive Impairment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Blood donation: What to expect.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Blood safety and availability.

FAQ

1. Apakah golongan darah AB positif bisa menerima semua darah?

Ya, individu dengan golongan darah AB positif disebut sebagai penerima universal. Artinya, mereka bisa menerima transfusi sel darah merah dari golongan darah A, B, AB, dan O, baik dengan Rhesus positif maupun negatif tanpa mengalami penolakan kekebalan tubuh.

2. Siapa yang bisa menerima donor darah dari AB positif?

Untuk transfusi sel darah merah, golongan darah AB positif hanya dapat mendonorkan darahnya kepada sesama orang bergolongan darah AB positif. Namun, untuk donasi plasma darah, plasma AB positif dapat diberikan kepada semua golongan darah (pendonor plasma universal).

3. Apakah golongan darah AB positif itu langka?

Secara global, golongan darah AB (terutama AB positif) memang relatif jarang ditemukan dibandingkan golongan darah O dan A. Persentasenya biasanya berkisar antara 3% hingga 4% dari populasi umum, menjadikannya salah satu golongan darah yang cukup langka.

4. Apakah benar golongan darah AB lebih rentan terhadap kepikunan?

Beberapa studi observasional memang menemukan kaitan antara golongan darah AB dengan risiko yang sedikit lebih tinggi terhadap penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Namun, faktor gaya hidup sehat, olahraga rutin, dan stimulasi mental jauh lebih berpengaruh dalam mencegah kepikunan dibandingkan hanya mengandalkan faktor golongan darah.