Ad Placeholder Image

Ablasi Retina: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Ablasi Retina: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Ablasi Retina: Gejala, Jenis, dan Cara MengatasiAblasi Retina: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Ablasi retina adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Kondisi ini terjadi ketika retina, lapisan peka cahaya di bagian belakang mata, terlepas dari jaringan pendukungnya. Akibatnya, sel-sel retina kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.

Apa itu Ablasi Retina?

Ablasi retina (retinal detachment) adalah kondisi ketika retina terlepas dari lapisan di bawahnya, yaitu lapisan koroid yang menyediakan nutrisi dan oksigen ke retina. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan secepatnya untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan ablasi retina.

Gejala Ablasi Retina

Gejala ablasi retina dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan area retina yang terlepas. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Munculnya floaters secara tiba-tiba (bintik-bintik atau garis yang melayang-layang di penglihatan).
  • Kilatan cahaya (fotopsia) pada salah satu atau kedua mata.
  • Penglihatan kabur atau penurunan penglihatan secara tiba-tiba.
  • Adanya bayangan atau seperti tirai yang menutupi sebagian lapang pandang.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Penyebab Ablasi Retina

Terdapat beberapa jenis dan penyebab ablasi retina, di antaranya:

  • Ablasi Retina Regmatogenosa: Jenis yang paling umum, disebabkan oleh robekan atau lubang pada retina yang memungkinkan cairan masuk dan memisahkan retina dari jaringan pendukungnya.
  • Ablasi Retina Traksional: Terjadi akibat jaringan parut pada permukaan retina yang menarik dan melepaskan retina. Umumnya terjadi pada penderita diabetes dengan retinopati diabetik.
  • Ablasi Retina Eksudatif: Disebabkan oleh penumpukan cairan di belakang retina tanpa adanya robekan. Kondisi ini seringkali terkait dengan peradangan, tumor, atau kelainan pembuluh darah.

Faktor Risiko Ablasi Retina

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya ablasi retina, termasuk:

  • Miopi (rabun jauh) yang parah.
  • Usia di atas 50 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan ablasi retina.
  • Riwayat cedera mata.
  • Pernah menjalani operasi katarak.
  • Penyakit mata lainnya, seperti retinopati diabetik.

Penanganan Ablasi Retina

Penanganan ablasi retina bertujuan untuk menempelkan kembali retina ke jaringan pendukungnya dan mencegah kehilangan penglihatan permanen. Beberapa prosedur yang umum dilakukan meliputi:

  • Scleral Buckle: Prosedur pembedahan dengan menempatkan silikon atau spons di dinding luar mata (sklera) untuk menekan sklera ke arah retina yang terlepas.
  • Vitrektomi: Prosedur pengangkatan vitreous (cairan seperti gel di dalam mata) dan menggantinya dengan gas atau minyak silikon untuk menekan retina agar menempel kembali.
  • Retinopeksi Pneumatik: Menyuntikkan gelembung gas ke dalam mata untuk menekan area retina yang robek atau terlepas.
  • Fotokoagulasi Laser atau Kriopeksi: Menggunakan laser atau pembekuan untuk menutup robekan atau lubang kecil pada retina.

Jenis penanganan yang tepat akan ditentukan oleh dokter mata berdasarkan jenis, lokasi, dan tingkat keparahan ablasi retina.

Pencegahan Ablasi Retina

Meskipun tidak semua kasus ablasi retina dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Melakukan pemeriksaan mata rutin, terutama jika memiliki faktor risiko.
  • Segera memeriksakan diri ke dokter mata jika mengalami gejala seperti floaters, kilatan cahaya, atau penurunan penglihatan mendadak.
  • Melindungi mata dari cedera dengan menggunakan pelindung mata saat beraktivitas yang berisiko.
  • Mengontrol kadar gula darah jika menderita diabetes untuk mencegah retinopati diabetik.

Ablasi retina adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan segera. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter mata di Halodoc guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.