Ad Placeholder Image

Aborsi Legal: Syarat, Hukum dan Info Penting Terbaru

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

Aborsi Legal: Syarat, Hukum & Info Penting Terbaru

Aborsi Legal: Syarat, Hukum dan Info Penting TerbaruAborsi Legal: Syarat, Hukum dan Info Penting Terbaru

DAFTAR ISI


Di Indonesia, tindakan aborsi atau pengguguran kandungan pada dasarnya dilarang keras oleh hukum dan peraturan perundang-undangan. Namun, pemerintah memberikan pengecualian medis dan hukum ketat untuk kondisi darurat yang mengancam jiwa atau kehamilan akibat tindak kekerasan seksual.

Memahami aturan dan ketentuan hukum mengenai pengguguran kandungan sangat penting agar masyarakat terhindar dari prosedur ilegal yang membahayakan keselamatan nyawa. Berikut penjelasan lengkap mengenai syarat hukum dan informasi penting aborsi legal terbaru di Indonesia.

Syarat Hukum dan Aturan Aborsi Legal di Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, tindakan aborsi di Indonesia dilarang kecuali memenuhi kriteria khusus. Pengecualian aborsi yang dilegalkan hanya berlaku untuk dua indikasi mendesak, yaitu kedaruratan medis yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, serta kehamilan akibat perkosaan atau tindak pidana kekerasan seksual lain yang menyebabkan trauma berat.

Untuk indikasi kehamilan akibat kekerasan seksual, batas usia kehamilan yang diperbolehkan untuk dilakukan tindakan aborsi legal adalah maksimal 14 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Sebelum tindakan dilakukan, pasien diwajibkan menjalani pendampingan konseling pre-tindakan dan post-tindakan dari tim ahli, serta memberikan persetujuan tertulis secara sah.

Selain itu, prosedur aborsi legal wajib dilaksanakan oleh tenaga medis berwenang yang memiliki kompetensi spesifik di fasilitas pelayanan kesehatan resmi yang ditunjuk oleh pemerintah. Melakukan pengguguran kandungan secara ilegal tanpa indikasi medis sah berisiko tinggi menyebabkan komplikasi fatal seperti infeksi berat, pendarahan hebat, hingga kematian, serta berkonsekuensi sanksi pidana.

Jika kamu memerlukan arahan medis tepercaya mengenai kesehatan reproduksi atau kehamilan berisiko, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami indikasi kedaruratan medis saat hamil, pendarahan abnormal, nyeri panggul hebat, atau membutuhkan pendampingan medis pasca kekerasan seksual, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Segera lakukan konsultasi medis dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • ✅ Konsultasi praktis dan cepat: Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan berpengalaman kapan saja tanpa perlu keluar rumah.
  • ✅ Privasi dan keamanan terjaga: Sesi komunikasi serta rekam medis pasien dijamin kerahasiaannya dengan sistem keamanan teruji.
  • ✅ Layanan 24 jam: Dokter Halodoc siap siaga memberikan saran dan arahan medis tepercaya setiap saat kamu membutuhkannya.

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Abortion Care Guideline.
Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia. Diakses pada 2026. Legalitas dan Perlindungan Hukum Tindakan Aborsi Pro-Medis di Indonesia.
PubMed / National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Legal and Health Aspects of Induced Abortion: Global and Regional Perspectives.

FAQ

1. Kapan aborsi diperbolehkan secara legal di Indonesia?
Aborsi legal hanya diizinkan untuk indikasi kedaruratan medis yang mengancam jiwa ibu atau janin, serta kehamilan akibat perkosaan atau kekerasan seksual. Tindakan ini harus memenuhi syarat hukum, bukti sah, serta persetujuan medis.

2. Berapa batas usia kehamilan maksimal untuk aborsi legal akibat kekerasan seksual?
Sesuai PP No. 28 Tahun 2024, batas usia kehamilan untuk aborsi legal indikasi kekerasan seksual adalah maksimal 14 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).

3. Mengapa aborsi ilegal sangat berbahaya bagi kesehatan?
Aborsi ilegal biasanya dilakukan tanpa standar sterilitas medis dan tanpa pengawasan dokter berwenang. Prosedur ini sangat berisiko memicu pendarahan tak terkendali, kerusakan organ reproduksi, infeksi berat (sepsis), hingga kematian.