Ad Placeholder Image

Absence Seizure: Kejang Bengong yang Sering Disangka Melamun

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Absence Seizure: Kejang Bengong yang Sering Disangka Melamun

Absence Seizure: Kejang Bengong yang Sering Disangka MelamunAbsence Seizure: Kejang Bengong yang Sering Disangka Melamun

Absence seizure adalah jenis kejang epilepsi singkat yang ditandai dengan hilangnya kesadaran mendadak. Kondisi ini sering kali menimbulkan tatapan kosong dan penderita tampak berhenti beraktivitas atau bengong selama beberapa detik. Kejang absans umumnya terjadi pada anak-anak dan sering disalahartikan sebagai melamun.

Diagnosis dan penanganan medis oleh dokter saraf sangat penting untuk mengelola aktivitas listrik abnormal di otak yang menjadi penyebabnya. Memahami kondisi ini membantu dalam identifikasi dini dan intervensi yang tepat.

Apa itu Absence Seizure (Kejang Absans)?

Absence seizure, atau kejang absans, merupakan bentuk epilepsi yang menyebabkan gangguan kesadaran tiba-tiba. Kejang ini bersifat non-konvulsif, artinya tidak melibatkan kejang otot yang dramatis seperti pada kejang tonik-klonik.

Durasi kejang sangat singkat, biasanya hanya berlangsung antara 5 hingga 10 detik. Setelah kejang berakhir, seseorang umumnya langsung kembali sadar dan melanjutkan aktivitas sebelumnya tanpa mengingat apa yang terjadi.

Gejala Utama Absence Seizure

Gejala utama kejang absans seringkali luput dari perhatian karena sifatnya yang samar. Penderita akan menunjukkan perilaku yang disebut tatapan kosong atau bengong.

Selama episode kejang, seseorang tiba-tiba menatap kosong dan tidak responsif terhadap lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin terlihat:

  • Mata berkedip cepat atau kelopak mata bergetar.
  • Gerakan mengunyah atau menelan yang tidak disadari.
  • Sedikit gerakan pada tangan, seperti meremas-remas atau memetik jari.
  • Berhenti berbicara atau bermain secara tiba-tiba.
  • Tidak merespons saat dipanggil atau disentuh.

Gejala-gejala ini berlangsung singkat dan kemudian menghilang, membuat episode kejang sering disalahpahami sebagai bentuk kurang perhatian atau melamun.

Penyebab Absence Seizure

Penyebab utama absence seizure adalah aktivitas listrik abnormal di otak. Otak mengirimkan sinyal listrik melalui neuron untuk mengontrol fungsi tubuh dan pikiran. Pada penderita epilepsi, terjadi gangguan pada pola listrik ini.

Meskipun penyebab pasti seringkali tidak diketahui, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko. Faktor genetik diduga berperan penting dalam munculnya kejang absans. Struktur otak yang tidak normal atau cedera otak juga dapat berkontribusi.

Bagaimana Absence Seizure Didiagnosis?

Diagnosis absence seizure memerlukan evaluasi menyeluruh oleh dokter saraf. Proses ini dimulai dengan pemeriksaan riwayat medis dan deskripsi gejala yang dialami.

Elektroensefalogram (EEG) adalah tes utama untuk mendiagnosis kejang absans. Tes ini merekam aktivitas listrik di otak dan dapat menunjukkan pola gelombang otak abnormal yang khas selama kejang absans.

Terkadang, dokter juga merekomendasikan tes pencitraan seperti MRI otak. Tujuannya untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala, seperti tumor atau kelainan struktural.

Pengobatan Absence Seizure

Pengobatan absence seizure bertujuan untuk mengendalikan kejang dan mengurangi frekuensinya. Dokter saraf biasanya meresepkan obat anti-epilepsi (OAE).

Pilihan obat akan disesuaikan dengan kondisi pasien, usia, dan respons terhadap terapi. Dosis obat akan dipantau secara ketat untuk mencapai efek terapeutik optimal dengan efek samping minimal.

Penting untuk mengonsumsi obat secara teratur sesuai petunjuk dokter. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba dapat memicu kembalinya kejang atau memperburuk kondisi.

Dapatkah Absence Seizure Dicegah?

Absence seizure tidak selalu dapat dicegah, terutama karena faktor genetik dan penyebab yang tidak diketahui. Namun, pengelolaan yang tepat dapat membantu mengendalikan frekuensi dan intensitas kejang.

Patuhi rencana pengobatan yang telah ditetapkan oleh dokter saraf. Hindari pemicu kejang yang mungkin sudah teridentifikasi, seperti kurang tidur atau stres berlebihan.

Gaya hidup sehat, termasuk pola tidur yang teratur dan diet seimbang, dapat mendukung kesehatan otak secara keseluruhan. Konsultasi rutin dengan dokter saraf sangat krusial.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Jika seseorang, terutama anak-anak, menunjukkan gejala seperti sering bengong atau tatapan kosong yang berlangsung beberapa detik, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dini sangat penting untuk memulai penanganan yang tepat.

Jangan ragu untuk mencari opini medis kedua jika diperlukan. Dokter saraf dapat memberikan evaluasi komprehensif dan merencanakan terapi yang paling sesuai.

Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi medis yang akurat, kunjungi Halodoc. Halodoc menyediakan akses ke dokter spesialis yang dapat membantu memahami dan mengelola kondisi absence seizure.