Ad Placeholder Image

Abses Pelvik: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Abses Pelvik: Nyeri Panggul Hebat? Ini Penyebabnya!

Abses Pelvik: Gejala, Penyebab, dan Cara AtasinyaAbses Pelvik: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Abses Pelvik Adalah: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Abses pelvik adalah kondisi serius yang ditandai dengan penumpukan nanah atau cairan terinfeksi di dalam rongga panggul. Area panggul sendiri mencakup organ-organ penting seperti rahim, indung telur, saluran telur, usus besar bagian bawah, dan kandung kemih. Kondisi ini sering kali merupakan komplikasi dari infeksi yang tidak diobati dengan baik atau pasca-operasi di area perut bagian bawah.

Memahami abses pelvik adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat. Jika tidak segera ditangani, abses pelvik dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa. Pengetahuan yang akurat tentang gejala, penyebab, dan metode pengobatan sangat penting untuk deteksi dini dan intervensi medis.

Gejala Abses Pelvik yang Perlu Diwaspadai

Gejala abses pelvik umumnya berkembang secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Penting untuk mengenali tanda-tandanya agar penanganan medis dapat segera diberikan. Beberapa gejala umum yang sering dialami meliputi:

  • Nyeri perut bagian bawah yang hebat dan persisten. Nyeri ini bisa terasa seperti kram atau menusuk.
  • Demam tinggi yang disertai menggigil. Kondisi ini menunjukkan adanya respons tubuh terhadap infeksi.
  • Massa atau benjolan yang dapat teraba di area panggul. Benjolan ini bisa terasa nyeri saat disentuh.
  • Mual dan muntah. Gejala ini sering menyertai infeksi parah.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar atau buang air kecil. Dapat berupa diare, sembelit, atau nyeri saat buang air kecil.
  • Keputihan yang tidak normal atau berbau busuk, terutama pada wanita.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Penyebab Umum Abses Pelvik

Abses pelvik adalah hasil dari infeksi bakteri yang menyebar dan membentuk kantung nanah. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  • Penyakit Radang Panggul (PID)

    PID adalah infeksi pada organ reproduksi wanita, termasuk rahim, saluran tuba, dan ovarium. Infeksi ini sering disebabkan oleh bakteri menular seksual yang naik dari vagina atau leher rahim. Jika tidak diobati, PID dapat menyebabkan abses tuba ovarium, salah satu bentuk abses pelvik.

  • Infeksi Saluran Cerna

    Infeksi pada organ pencernaan juga dapat menyebar ke rongga panggul. Contohnya meliputi:

    • Apendisitis (Radang Usus Buntu): Peradangan pada usus buntu yang pecah dapat melepaskan bakteri ke rongga perut dan panggul.
    • Divertikulitis: Peradangan atau infeksi pada divertikula, kantung kecil yang terbentuk di dinding usus besar. Jika pecah, dapat menyebabkan abses.
    • Penyakit Crohn atau Kolitis Ulseratif: Kondisi peradangan usus kronis yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya abses.
  • Pasca-Operasi Perut Bagian Bawah

    Setelah operasi di area perut atau panggul, seperti operasi usus buntu, histerektomi, atau operasi caesar, ada risiko infeksi yang dapat berkembang menjadi abses. Hal ini terjadi jika bakteri masuk ke lokasi operasi selama atau setelah prosedur.

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK) Berat

    Dalam kasus yang jarang, ISK yang tidak diobati atau sangat parah dapat menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih dan menyebabkan abses.

Diagnosis Abses Pelvik

Diagnosis abses pelvik memerlukan evaluasi medis yang cermat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul untuk wanita, dan menanyakan riwayat kesehatan. Tes pencitraan seperti USG panggul, CT scan, atau MRI panggul sangat membantu dalam mengkonfirmasi keberadaan dan lokasi abses. Tes darah juga akan dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi.

Pengobatan Abses Pelvik

Penanganan abses pelvik harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pendekatan pengobatan umumnya melibatkan kombinasi antibiotik dan drainase:

  • Terapi Antibiotik

    Pemberian antibiotik spektrum luas, seringkali secara intravena, adalah langkah pertama untuk mengatasi infeksi bakteri. Setelah kultur nanah dilakukan, jenis antibiotik dapat disesuaikan untuk menargetkan bakteri spesifik penyebab infeksi.

  • Drainase Abses

    Drainase adalah prosedur untuk mengeluarkan nanah dari abses. Ini dapat dilakukan melalui:

    • Drainase perkutan: Dokter memasukkan jarum tipis melalui kulit ke dalam abses dengan panduan pencitraan (USG atau CT scan) untuk menyedot nanah.
    • Drainase bedah: Dalam kasus abses yang besar atau sulit dijangkau, operasi mungkin diperlukan untuk membuka dan membersihkan abses secara langsung.

Pencegahan Abses Pelvik

Mencegah abses pelvik berawal dari pengelolaan infeksi secara efektif. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  • Mengobati infeksi menular seksual (IMS) dengan segera dan tuntas untuk mencegah PID.
  • Menjaga kebersihan organ intim.
  • Mencari pertolongan medis segera untuk kondisi seperti apendisitis atau divertikulitis.
  • Mengikuti instruksi pasca-operasi dengan cermat untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Menerapkan praktik seks aman, seperti penggunaan kondom, untuk mengurangi risiko IMS.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Abses pelvik adalah kondisi darurat medis. Apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri perut bawah hebat, atau merasa ada benjolan di panggul, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Penundaan penanganan dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ lain atau bahkan sepsis, kondisi yang mengancam jiwa.

Untuk konsultasi lebih lanjut atau jika membutuhkan penanganan darurat, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tersedia fitur chat dengan dokter dan pembelian obat tanpa perlu keluar rumah.