Ad Placeholder Image

Ada Suara Gemuruh di Telinga? Waspada Tinnitus

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Telinga Seperti Ada Suara Gemuruh? Kenapa Bisa Terjadi?

Ada Suara Gemuruh di Telinga? Waspada TinnitusAda Suara Gemuruh di Telinga? Waspada Tinnitus

Telinga Seperti Ada Suara Gemuruh: Memahami Tinnitus dan Penanganannya

Telinga seperti ada suara gemuruh merupakan sensasi mendengar suara internal yang seringkali tidak berasal dari sumber eksternal. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai tinnitus. Suara yang didengar bisa bervariasi, mulai dari dengung, desis, siulan, hingga gemuruh. Sensasi ini dapat terjadi di salah satu telinga atau keduanya, dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap individu.

Tinnitus bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Penting untuk memahami bahwa kemunculan suara gemuruh di telinga perlu diperhatikan. Jika sering terjadi atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sangat disarankan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab Telinga Seperti Ada Suara Gemuruh

Suara gemuruh di telinga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah ringan hingga kondisi kesehatan yang lebih serius. Memahami penyebabnya adalah langkah awal dalam menentukan penanganan yang efektif.

  • Penumpukan Kotoran Telinga: Kotoran telinga (serumen) yang menumpuk dan mengeras dapat menghalangi saluran telinga. Ini bisa menyebabkan iritasi gendang telinga dan menimbulkan sensasi suara gemuruh.
  • Infeksi Telinga: Infeksi pada telinga tengah atau luar dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hal ini bisa memengaruhi fungsi pendengaran dan memicu tinnitus.
  • Kerusakan Sel Rambut Pendengaran: Di dalam telinga bagian dalam terdapat sel-sel rambut halus yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik ke otak. Paparan suara bising yang terlalu keras atau proses penuaan dapat merusak sel-sel ini, menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus.
  • Masalah Pembuluh Darah: Kondisi seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) atau tekanan darah tinggi dapat mengubah aliran darah di dekat telinga. Perubahan ini bisa menghasilkan suara yang terdengar seperti denyutan atau gemuruh, dikenal sebagai tinnitus pulsatile.
  • Penyakit Meniere: Ini adalah gangguan telinga bagian dalam yang ditandai dengan penumpukan cairan. Gejalanya meliputi tinnitus, vertigo (pusing berputar), dan gangguan pendengaran yang fluktuatif.
  • Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) dosis tinggi, diuretik, dan obat kemoterapi, dapat memiliki efek samping ototoksik yang memicu tinnitus.
  • Stres dan Kecemasan: Stres tinggi atau kondisi kecemasan dapat memperburuk gejala tinnitus atau bahkan memicu kemunculannya pada beberapa orang. Kaitan antara kondisi mental dan tinnitus cukup kompleks.

Gejala Telinga Bergemuruh dan Kapan Harus ke Dokter

Sensasi suara di telinga akibat tinnitus dapat bervariasi. Suara bisa berupa dengungan rendah, desis tajam, gemuruh berdenyut, atau bahkan suara mirip bel atau klik. Beberapa individu mungkin mengalami tinnitus yang datang dan pergi, sementara yang lain merasakannya secara terus-menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan tidur, gangguan konsentrasi, dan mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Seseorang disarankan segera periksa ke dokter THT jika telinga bergemuruh menjadi sering terjadi, tidak hilang dalam beberapa hari, atau sangat mengganggu. Konsultasi juga penting jika tinnitus disertai dengan gejala lain seperti kehilangan pendengaran, pusing berputar (vertigo), nyeri telinga, atau keluarnya cairan dari telinga. Diagnosis dini dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penanganan Awal Telinga Bergemuruh

Meskipun memerlukan diagnosis profesional, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi intensitas telinga bergemuruh dan mengelola gejalanya.

  • Istirahat Cukup: Kelelahan dapat memperburuk tinnitus. Memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup membantu mengurangi stres dan ketegangan yang dapat memicu atau memperparah suara gemuruh.
  • Hindari Suara Bising dan Penggunaan Earphone Keras: Paparan suara keras dapat merusak sel-sel pendengaran. Mengurangi paparan bising, menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising, dan mengatur volume earphone pada tingkat yang aman sangat dianjurkan.
  • Kelola Stres: Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Manajemen stres yang efektif seringkali berkorelasi dengan penurunan persepsi tinnitus.
  • Jaga Kebersihan Telinga: Pencegahan penumpukan kotoran telinga yang berlebihan penting untuk kesehatan telinga. Namun, hindari membersihkan telinga terlalu dalam dengan cotton bud yang bisa mendorong kotoran semakin masuk. Konsultasikan dengan dokter untuk pembersihan telinga yang aman jika ada penumpukan.
  • Konsultasi Profesional: Untuk diagnosis penyebab pasti dan penanganan yang sesuai, konsultasi dengan dokter THT adalah langkah terpenting. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan mungkin menyarankan tes pendengaran atau pencitraan.

Pencegahan Telinga Bergemuruh

Mencegah tinnitus seringkali melibatkan perlindungan kesehatan telinga secara umum dan pengelolaan gaya hidup sehat.

  • Lindungi Pendengaran: Gunakan pelindung telinga (earplug atau earmuff) di lingkungan kerja yang bising atau saat melakukan aktivitas dengan suara keras seperti konser musik atau penggunaan alat berat.
  • Batasi Paparan Suara Keras: Hindari mendengarkan musik dengan volume sangat tinggi, terutama melalui earphone atau headphone. Terapkan aturan 60/60, yaitu dengarkan maksimal 60% volume selama 60 menit, lalu istirahat.
  • Kelola Penyakit Penyerta: Kontrol kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, karena penyakit ini dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan telinga.
  • Hindari Pemicu: Identifikasi dan hindari makanan atau minuman yang dapat memperburuk tinnitus, seperti kafein, alkohol, atau nikotin, jika terbukti menjadi pemicu pribadi.
  • Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan hindari merokok untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk sistem pendengaran.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Telinga seperti ada suara gemuruh atau tinnitus adalah gejala yang membutuhkan perhatian medis, bukan sekadar gangguan ringan. Berbagai penyebab bisa mendasari kondisi ini, mulai dari sumbatan kotoran telinga hingga masalah kesehatan yang lebih kompleks seperti penyakit Meniere atau gangguan pembuluh darah. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada diagnosis penyebabnya.

Apabila mengalami telinga bergemuruh yang persisten atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai tinnitus, membuat janji konsultasi dengan dokter spesialis THT, serta membeli obat atau vitamin yang mungkin diresepkan. Jaga kesehatan telinga sebagai investasi penting untuk kualitas hidup yang lebih baik.