• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Agar Tak Pikun Coba Dengarkan Musik Sebelum Tidur

Agar Tak Pikun Coba Dengarkan Musik Sebelum Tidur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Sebuah studi mengungkapkan seorang musisi memiliki ingatan yang lebih baik ketimbang orang yang tidak berprofesi sebagai musisi. Penelitian yang kurang lebih sama juga menemukan fakta serupa, mereka yang lebih sering terpapar musik punya memori lebih baik ketimbang yang tidak suka mendengarkan musik atau dengan kata lain musik dapat mencegah pikun.

Penjelasannya adalah pengalaman bermusik telah memperkuat fungsi otak dan membantu mengembangkan ketajaman berpikir otak terhadap bahasa. Kemudian mengembangkan kemampuan mendengarkan dan diferensiasi suku-suku kata.

Harris Insights & Analytics atau lebih dikenal dengan The Harris Poll melakukan penelitian kaitan antara musik dan kemampuan kognitif sehari-hari dan ditemukan hasil 67 persen orang yang memiliki pendidikan musik mengaku memiliki kemampuan memecahkan masalah lebih baik dan mengelola pekerjaannya secara terstruktur. Beberapa fakta menarik mengenai musik, memori dan bagaimana musik dapat mencegah pikun.

  1. Membantu Mempelajari Bahasa Baru

Dalam kaitannya dengan ingatan, bernyanyi sambil mendengarkan musik dapat membantu kamu mempelajari bahasa dengan lebih mudah. Apalagi dengan adanya pengulangan-pengulangan lirik, secara tak langsung melatih otak untuk mengingat kata baru dan maknanya.

  1. Mengembalikan Ingatan

Pernah tidak kamu mendengarkan sebuah lagu kemudian tiba-tiba teringat akan momen tertentu? Ini semata bukan dalam suasana melankolis saja tetapi secara ilmiah, musik memang menstimulus otak untuk mengingat kenangan terkait dengan musik yang didengarkan tersebut. Bahkan pasien dengan luka traumatik disarankan untuk diperdengarkan lagu-lagu ketimbang ditanyai terus-menerus.

Baca juga Sering Lupa Ternyata Bukan Tanda Alzheimer

  1. Musik Mengaktifkan Area Otak Secara Luas

Musik mengaktifkan beberapa area otak secara bersamaan. Mulai dari area motorik yang memproses irama, daerah pendengaran yang mengaktifkan suara dan sistem limbik yang membangkitkan emosi. Pengaktifan cakupan yang luas membuat fungsi kerja otak lebih maksimal terutama dalam hal penguatan ingatan.

  1. Visualisasi Peristiwa

Kehebatan dari rangsangan musik lainnya adalah mendengarkan musik membantu kamu untuk melintasi zaman. Misalnya mendengarkan musik tahun 80-an secara tak sadar membantu kamu untuk membangun kembali peristiwa di tahun 80-an. Kamu bisa mulai membayangkan bagaimana kehidupan di era tersebut. Bagaimana orang-orangnya menjalani aktivitasnya dan lain-lain.

  1. Musik untuk Pemulihan

Selain efeknya untuk ingatan, musik juga digunakan untuk sarana pemulihan, mulai dari insomnia, mengalihkan rasa sakit sampai pada pemulihan sehabis berolahraga.

Mendengarkan musik dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Demikian juga jenis musik yang didengarkan. Apakah rock untuk olahraga, klasik saat tidur ataupun musik 80-an saat sedang bersantai dan mengenang sesuatu.

Agar tidak pikun, para ahli menyarankan untuk mendengarkan musik sebelum tidur. Ini terkait dengan kondisi otak yang tidak sedang begitu aktif kemudian diberikan rangsangan musik sehingga melatih memori otak.

Tentunya jenis yang didengarkan bukan musik dengan irama kuat dan keras tetapi lebih slow dan tenang. Seperti musik klasik, instrumental, musik-musik easy listening yang membantu melelapkan tidur. Perlu diperhatikan juga hal-hal lain saat mendengarkan musik sembari tidur seperti pengaturan volume dan hindari mengenakan headset yang akan mengganggu gendang pendengaran.

Selain mendengarkan musik, ada beberapa cara lain yang bisa kamu aplikasikan untuk mencegah pikun. Punya pertanyaan lebih dalam? Coba gunakan aplikasi Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih ngobrol lewat Video/Voice Call atau Chat dan langsung terhubung dengan dokter-dokter pilihan kamu.