Ad Placeholder Image

Air Demineral Vs. Air Mineral, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Air demineral adalah air yang telah melalui serangkaian proses untuk menghilangkan hampir seluruh kandungan mineral dan garamnya. 

Air Demineral Vs. Air Mineral, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?Air Demineral Vs. Air Mineral, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

DAFTAR ISI


Dalam beberapa tahun terakhir, tren pemilihan jenis air minum di masyarakat Indonesia semakin beragam. Salah satu istilah yang sering muncul namun kerap disalahpahami adalah air demineral. Banyak orang menganggap semua air putih itu sama, padahal secara kimiawi dan pengaruhnya terhadap kesehatan, air demineral memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan air mineral biasa atau air keran yang diolah.

Memahami apa itu air demineral menjadi krusial karena tubuh manusia sangat bergantung pada mineral makro dan mikro untuk menjalankan fungsi fisiologisnya. Mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium yang biasanya ditemukan dalam air minum alami memainkan peran vital dalam kesehatan tulang, fungsi jantung, hingga transmisi saraf. Ketika mineral-mineral ini dihilangkan sepenuhnya, air tersebut berubah fungsi menjadi lebih teknis daripada nutrisi.

Konteks kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa defisiensi mineral dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari kram otot hingga gangguan keseimbangan elektrolit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan air demineral bermanfaat dan kapan ia justru berisiko bagi tubuh. Jika kamu mengalami gejala lemas atau gangguan kesehatan akibat ketidakseimbangan cairan, ada baiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai air demineral? Berikut penjelasannya!

Apa Itu Air Demineral?

Air demineral adalah jenis air yang telah melalui proses pemurnian intensif untuk menghilangkan hampir seluruh kandungan mineral terlarut di dalamnya. Secara teknis, air ini disebut juga sebagai air murni atau demineralized water. Kandungan mineral yang dihilangkan meliputi ion kalsium, magnesium, natrium, besi, tembaga, hingga sulfat dan klorida.

Berbeda dengan air mineral yang sengaja mempertahankan atau bahkan ditambahkan mineral tertentu untuk kesehatan, air demineral bertujuan untuk mencapai tingkat kemurnian H2O yang setinggi mungkin. Di dalam laboratorium, air ini sering digunakan karena sifatnya yang tidak reaktif, mengingat ketiadaan mineral berarti tidak ada zat yang akan mengganggu reaksi kimia yang sedang diuji.

Proses Pembuatan Air Demineral

Ada beberapa metode utama yang digunakan industri untuk menghasilkan air dengan status demineral:

  1. Distilasi (Penyulingan): Air direbus hingga menguap, lalu uapnya didinginkan kembali menjadi cair. Mineral yang memiliki titik didih lebih tinggi akan tertinggal di wadah pemanas, sehingga air yang terkumpul menjadi murni.
  2. Deionisasi: Menggunakan resin penukar ion yang mampu menarik kation dan anion mineral dari dalam air. Ini adalah metode yang paling umum untuk menghasilkan air demineral dalam skala industri.
  3. Reverse Osmosis (RO): Air didorong melewati membran semi-permeabel dengan tekanan tinggi. Membran ini memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga hanya molekul air yang bisa lewat, sementara mineral dan kontaminan lainnya tersaring.
Kapan Air Demineral Digunakan?
  1. Pengisian air aki kendaraan agar sel baterai tidak cepat rusak akibat kerak mineral.
  2. Penggunaan pada setrika uap untuk mencegah penyumbatan lubang uap oleh kalsium.
  3. Aplikasi medis pada alat bantu pernapasan seperti CPAP atau humidifier ruang operasi.

Perbedaan Utama Air Demineral dan Air Mineral

Perbedaan yang paling mencolok terletak pada kandungan Total Dissolved Solids (TDS). Air mineral umumnya memiliki nilai TDS di atas 100 mg/L, sementara air demineral seringkali memiliki nilai TDS mendekati nol. Hal ini berdampak pada beberapa aspek:

  • Rasa: Air mineral memiliki rasa yang lebih “segar” atau “berisi” karena kandungan mineralnya. Air demineral cenderung terasa tawar, hambar, atau bahkan dianggap pahit oleh sebagian orang.
  • Tingkat Keasaman (pH): Air demineral seringkali bersifat sedikit asam (pH di bawah 7) karena kemampuannya yang tinggi dalam menyerap karbon dioksida dari udara segera setelah diproses.
  • Daya Hantar Listrik: Air murni adalah isolator yang buruk. Air mineral menghantarkan listrik karena adanya ion, sedangkan air demineral memiliki konduktivitas yang sangat rendah.

Risiko Kesehatan Konsumsi Air Demineral

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan mengenai konsumsi jangka panjang air yang rendah mineral. Berikut adalah risiko utamanya:

1. Ketidakseimbangan Elektrolit

Saat kamu minum air demineral, air tersebut cenderung menarik mineral dari jaringan tubuh melalui proses osmosis. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan mineral penting yang seharusnya didapat dari air minum. Jika kamu memerlukan tambahan nutrisi untuk mengimbangi hal ini, kamu bisa beli obat online di Halodoc khususnya produk suplemen mineral yang 100% asli dan produk diantar ke rumah.

2. Risiko Defisiensi Kalsium dan Magnesium

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang hanya mengonsumsi air rendah mineral memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan patah tulang karena tubuh kekurangan asupan kalsium dan magnesium harian yang biasanya diserap efisien melalui air.

Manfaat Penggunaan Non-Konsumsi

Meskipun memiliki risiko jika diminum secara rutin sebagai sumber utama, air demineral sangat unggul dalam bidang teknik dan kebersihan. Karena tidak meninggalkan kerak putih (limescale), air ini memperpanjang umur peralatan elektronik yang menggunakan air. Di dunia kecantikan, air demineral juga sering digunakan sebagai bahan dasar kosmetik karena tidak akan bereaksi dengan zat aktif lainnya.

Studi Terkait

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan dalam “Nutrients in Drinking Water” yang menjelaskan bahwa konsumsi air rendah mineral (seperti hasil distilasi atau RO berlebih) dapat memberikan dampak negatif pada homeostasis tubuh manusia.

Laporan tersebut menekankan bahwa air demineral meningkatkan diuresis (pengeluaran urine) dan eliminasi natrium, kalium, kalsium, serta magnesium dari tubuh. Hal ini sangat krusial bagi individu dengan pola makan yang sudah kekurangan mineral sejak awal.

Jika kamu merasa sering lelah, kram, atau pusing setelah mengubah kebiasaan minum, jangan diabaikan. Pastikan kebutuhan mineral harianmu tercukupi dari sumber makanan dan minuman yang tepat. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Nutrients in Drinking Water.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Health Risks from Drinking Demineralized Water.
Water Quality Association. Diakses pada 2026. Demineralization and Deionization.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk Media Air.

FAQ

1. Apakah air demineral sama dengan air distilasi?

Ya, air distilasi adalah salah satu bentuk air demineral karena proses penyulingan berhasil menghilangkan mineral dari air tersebut.

2. Apakah boleh memasak menggunakan air demineral?

Menggunakan air demineral untuk memasak dapat menyebabkan hilangnya mineral dari bahan makanan (sayuran, daging) ke dalam air rebusan tersebut hingga 60%.

3. Apakah air demineral aman untuk bayi?

Sebaiknya hindari penggunaan air demineral murni untuk susu formula tanpa konsultasi dokter, karena bayi sangat membutuhkan mineral seimbang untuk pertumbuhan tulang.

4. Apa ciri-ciri air demineral pada kemasan?

Biasanya label kemasan akan mencantumkan “Air Murni”, “Demineralized Water”, atau memiliki nilai TDS (Total Dissolved Solids) di bawah 10 ppm.