Ad Placeholder Image

Akar Gigi Keluar dari Gusi? Segera Tangani dengan Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Juni 2026

Mengapa Akar Gigi Keluar Gusi? Cek Penanganannya

Akar Gigi Keluar dari Gusi? Segera Tangani dengan Ini!Akar Gigi Keluar dari Gusi? Segera Tangani dengan Ini!

DAFTAR ISI


Kesehatan gigi dan mulut anak merupakan salah satu aspek tumbuh kembang yang tidak boleh luput dari perhatian orang tua. Dalam fase pergantian dari gigi susu menuju gigi permanen, berbagai masalah kerap muncul dan membuat anak merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi namun jarang disadari sejak awal adalah ketika akar gigi susu keluar gusi. Kondisi ini bisa terlihat seperti ada tonjolan putih yang tajam menembus gusi, biasanya di area bawah lidah atau di bagian depan gusi.

Dalam istilah medis, kondisi di mana bagian akar gigi susu menembus mukosa atau gusi disebut dengan fenestrasi mukosa (mucosal fenestration). Hal ini umumnya terjadi karena proses resorpsi (penyerapan) akar gigi susu yang tidak berjalan dengan sempurna saat gigi permanen mulai tumbuh mendesak dari bawah. Akibatnya, ujung akar yang tidak terserap justru terdorong ke arah luar dan melukai jaringan gusi di sekitarnya. Kondisi ini tentu saja bisa menimbulkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan, hingga sariawan trauma pada rongga mulut anak.

Ketika anak mengalami nyeri akibat gusi yang tertusuk akar gigi susunya sendiri, mereka cenderung menjadi rewel, kesulitan mengunyah makanan, hingga menolak untuk makan dan minum. Jika dibiarkan, asupan nutrisi anak bisa terganggu, dan luka pada gusi berpotensi menjadi jalan masuk bagi bakteri yang memicu infeksi. Oleh karena itu, penanganan pertama untuk meredakan nyeri dan peradangan sangat dibutuhkan sebelum kamu membawa si Kecil ke dokter gigi untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Memberikan obat pereda nyeri atau obat oles topikal yang aman untuk anak bisa menjadi solusi sementara yang sangat membantu. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk meredakan nyeri akibat masalah gigi dan gusi pada anak? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Redakan Nyeri Gigi Anak

Untuk mengatasi rasa sakit, peradangan, dan sariawan yang muncul akibat gesekan ujung akar gigi susu pada gusi anak, kamu bisa memanfaatkan beberapa obat-obatan medis berikut ini. Pastikan untuk selalu mengikuti dosis yang tertera dan menyesuaikannya dengan usia serta berat badan anak.

1. Sanmol Sirup 60 ml

Sanmol Sirup adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas) yang mengandung bahan aktif Paracetamol 120 mg pada setiap 5 ml sirupnya. Paracetamol bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat kimia dalam tubuh yang memicu timbulnya rasa sakit dan demam di pusat pengatur suhu di otak.

Obat ini sangat bermanfaat untuk meredakan rasa sakit kepala, sakit gigi, hingga menurunkan demam yang mungkin menyertai peradangan pada gusi akibat tertusuk akar gigi susu. Sanmol dikenal ramah di lambung sehingga aman dikonsumsi oleh anak-anak, bahkan bagi mereka yang perutnya sedang kosong karena sulit makan akibat sakit gigi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 0-1 tahun: 2,5 ml (setengah sendok takar), 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 5 ml (satu sendok takar), 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 2-6 tahun: 5-10 ml (1-2 sendok takar), 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-9 tahun: 10-15 ml (2-3 sendok takar), 3-4 kali sehari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Proris Suspensi 60 ml

Proris Suspensi adalah obat penurun demam dan pereda nyeri yang memiliki kandungan aktif Ibuprofen 100 mg per 5 ml. Ibuprofen tergolong dalam kelompok obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) secara non-selektif, yang pada akhirnya menekan produksi prostaglandin secara perifer (di lokasi terjadinya luka/peradangan).

Selain meredakan nyeri yang intens pada gusi, manfaat spesifik dari Ibuprofen adalah kemampuannya dalam mengurangi peradangan (inflamasi). Jika gusi anak tampak bengkak kemerahan akibat tertekan ujung akar gigi susu, obat ini sangat efektif menekan pembengkakan tersebut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-2 tahun: 2,5 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-7 tahun: 5 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 8-12 tahun: 10 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mencegah iritasi lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Suspensi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan di Rumah Saat Gigi Anak Nyeri
  1. Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara perlahan menggunakan sikat gigi berbulu sangat lembut (soft bristles).
  2. Beri anak makanan dengan tekstur lunak atau berkuah (bubur, sup) bersuhu suam-kuku agar gusi tidak makin meradang.
  3. Minta anak untuk berkumur dengan air garam hangat jika usianya sudah cukup besar dan bisa meludah, guna mencegah infeksi.
  4. Jangan pernah mencoba menarik atau mencabut paksa akar gigi susu yang menembus gusi secara mandiri.

3. Aloclair Plus Gel 8 ml

Gesekan antara ujung akar gigi susu yang tajam dengan dinding gusi atau bibir bagian dalam sering kali menyebabkan luka sariawan yang sangat perih. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan Aloclair Plus Gel. Produk ini mengandung Aloe vera (ekstrak lidah buaya), Sodium Hyaluronate, dan Glycyrrhetinic acid.

Cara kerja obat ini sangat unik. Saat dioleskan, gel akan membentuk selaput pelindung mekanis transparan yang menutupi area luka di gusi. Pelindung ini akan mencegah ujung saraf yang terekspos bergesekan dengan cairan mulut, makanan, atau sentuhan lidah, sehingga rasa perih langsung mereda seketika. Kandungan hyaluronic acid-nya juga mengikat air dan mempercepat proses regenerasi jaringan (penyembuhan luka).

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan 1-2 tetes gel langsung menutupi seluruh area luka atau sariawan pada gusi.
  • Bisa digunakan 3 hingga 4 kali sehari, atau sesuai kebutuhan.
  • Hindari menyentuh luka dengan aplikator secara langsung. Jangan makan atau minum minimal 1 jam setelah pengolesan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aloclair Plus Gel 8 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Tempra Syrup 60 ml

Sebagai alternatif paracetamol lainnya, Tempra Syrup 60 ml adalah obat pereda rasa sakit dan penurun panas yang diformulasikan khusus untuk anak-anak. Tiap 5 ml sirup ini mengandung Paracetamol 160 mg. Berbeda dari obat tetes (drop), format sirup ini ditujukan bagi anak yang sudah lebih besar, umumnya di atas 1 tahun hingga pra-sekolah.

Kelebihan dari obat ini adalah rasa buahnya yang manis dan disukai anak-anak, sehingga memudahkan orang tua saat memberikannya kepada anak yang sedang rewel akibat sakit gigi. Paracetamol di dalamnya bekerja cepat memblokir sinyal nyeri menuju otak, membantu anak merasa lebih nyaman dan bisa tidur dengan tenang di malam hari meskipun akar giginya masih bermasalah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-2 tahun: 3,75 ml.
  • Anak usia 2-3 tahun: 5 ml.
  • Anak usia 4-5 tahun: 7,5 ml.
  • Anak usia 6-8 tahun: 10 ml.
  • Dapat diberikan setiap 4 jam sekali bila diperlukan, maksimal 5 kali dalam 24 jam.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Dentasol Drop 10 ml

Dentasol Drop merupakan obat kumur dan oles antiseptik sekaligus anestesi topikal (bius lokal) ringan. Obat ini mengandung Benzocaine 1.5%, Cetylpyridinium chloride 0.04%, Campora, Menthol, dan Phenol. Benzocaine bekerja langsung dengan memblokir kanal natrium pada sel saraf tepi, sehingga hantaran sinyal rasa sakit dari gusi terhenti secara lokal.

Manfaat utama dari Dentasol Drop adalah memberikan kelegaan instan pada nyeri akibat gigi berlubang, radang gusi (gingivitis), maupun gusi yang robek karena tusukan akar gigi susu. Kandungan antiseptiknya juga berfungsi untuk membunuh kuman di rongga mulut, mencegah infeksi sekunder pada gusi yang terluka.

Dosis dan aturan pakai:

  • Teteskan sedikit Dentasol pada kapas atau cotton bud kecil.
  • Oleskan secara perlahan pada gusi atau gigi yang terasa sakit.
  • Dapat diulang setiap 3-4 jam sesuai dengan intensitas nyeri.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dentasol Drop 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Akar Gigi Susu Menembus Gusi

Mungkin banyak orang tua yang kebingungan mengapa gigi susu anak mereka tidak copot secara normal, dan akarnya malah menembus ke sisi depan gusi. Fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan melalui beberapa faktor medis yang memengaruhi rongga mulut anak.

1. Gagalnya Proses Resorpsi Akar

Normalnya, saat gigi permanen (gigi dewasa) mulai bergerak naik ke permukaan, tekanannya akan memicu sel-sel odontoclast untuk “memakan” atau menyerap (resorpsi) akar gigi susu. Tanpa akar yang kuat, gigi susu akan goyang dan copot dengan sendirinya. Namun, jika benih gigi permanen tumbuh dengan arah yang melenceng (ektopik), tekanan tersebut tidak mengenai akar gigi susu secara langsung. Akibatnya, akar gigi susu tetap panjang, utuh, dan akhirnya terdorong keluar menembus mukosa gusi.

2. Trauma pada Gigi Susu

Anak yang pernah terjatuh atau mengalami benturan keras pada giginya (trauma dental) di masa lalu mungkin mengalami kematian saraf gigi (nekrosis pulpa). Gigi susu yang sarafnya sudah mati sering kali mengalami infeksi kronis yang membuat jaringan di sekitarnya mengeras, dan mengganggu proses penyerapan akar secara alami oleh tubuh.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Gigi?

1. Timbulnya Nyeri Berkepanjangan dan Perdarahan

Meskipun obat-obatan di atas sangat efektif untuk meredakan nyeri sementara waktu, fenestrasi akar gigi susu pada akhirnya adalah masalah fisik mekanik yang harus ditangani oleh ahlinya. Jika anak terus menerus mengeluh sakit, gusi tampak sangat bengkak, kemerahan, atau sering berdarah saat tersentuh makanan, segera jadwalkan kunjungan ke dokter gigi anak (Pedodontis).

2. Pembengkakan hingga ke Area Pipi

Gusi yang robek merupakan celah masuknya sisa makanan dan bakteri penyebab plak. Jika kebersihan mulut anak kurang terjaga, area gusi tersebut bisa bernanah (abses). Tanda abses yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan gusi yang menjalar hingga ke pipi, napas anak menjadi sangat bau, serta disertai dengan demam tinggi yang tak kunjung turun. Jika kondisi ini terjadi, dokter gigi perlu segera melakukan tindakan ekstraksi (pencabutan) gigi susu yang bermasalah.

Studi Mengenai Fenestrasi Akar Gigi Susu

Journal of Clinical Pediatric Dentistry menerbitkan studi klinis yang menjelaskan bahwa fenestrasi apikal pada gigi susu sulung sering kali salah didiagnosis sebagai abses gusi biasa. Studi ini menegaskan bahwa retensi akar gigi yang tajam dapat menyebabkan ulserasi traumatis (sariawan robek) pada mukosa mulut anak.

Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa ekstraksi (pencabutan) secara hati-hati dari gigi susu yang mengalami fenestrasi adalah perawatan pilihan utama. Pencabutan dilakukan agar benih gigi permanen di bawahnya memiliki ruang erupsi yang cukup dan mencegah komplikasi infeksi berlanjut pada jaringan lunak mulut.

Jika kamu menemui tanda-tanda nyeri tidak wajar akibat pertumbuhan gigi anak, jangan ragu untuk memeriksakannya lebih lanjut.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar penanganannya lebih tepat dan aman untuk si Kecil.

Konsultasi dengan Dokter Gigi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Gigi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). Diakses pada 2024. Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Apical fenestration of deciduous teeth: A clinical report.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Toothache in children: How to relieve the pain.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Primary Teeth (Baby Teeth): Eruption and Exfoliation.
Kemenkes RI. Diakses pada 2024. Panduan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak.

FAQ

1. Apakah kondisi akar gigi susu menembus gusi ini berbahaya bagi anak?

Secara umum kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun bisa sangat menyakitkan dan menurunkan kualitas hidup anak karena sulit makan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa berujung pada infeksi gusi (abses) yang dapat merusak benih gigi permanen di bawahnya.

2. Bolehkah mencabut sendiri gigi susu yang akarnya sudah terlihat menonjol?

Sangat tidak disarankan. Akar gigi yang terlihat di permukaan gusi biasanya tertanam sangat kuat karena tulang rahang menguncinya dari sisi lain. Mencabutnya secara paksa di rumah dapat mematahkan akar gigi, menimbulkan perdarahan hebat, dan memicu infeksi. Dokter gigi memiliki alat khusus untuk mengangkat sisa akar ini secara aman dan steril.

3. Berapa lama proses pemulihan gusi setelah dokter melakukan pencabutan akar gigi tersebut?

Biasanya pemulihan berlangsung sangat cepat. Rasa sakit akut akan langsung hilang setelah gigi bermasalah dicabut. Luka pada gusi akibat sisa tusukan akar umumnya akan menutup dan sembuh sempurna dalam waktu 3 hingga 7 hari, terutama dengan bantuan obat pelindung seperti gel sariawan.

4. Bisakah kondisi fenestrasi akar gigi ini dicegah sejak dini?

Sulit untuk dicegah sepenuhnya karena berhubungan dengan arah tumbuh benih gigi permanen di dalam tulang yang bersifat genetik. Namun, orang tua bisa meminimalkan risikonya dengan rutin mengajak anak periksa ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Dengan begitu, dokter bisa melakukan foto rontgen panoramik (bila perlu) untuk mendeteksi arah tumbuh gigi yang salah sebelum akarnya melukai gusi anak.