• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Ibu Menyusui Tidak Boleh Jalani Diet Keto

Alasan Ibu Menyusui Tidak Boleh Jalani Diet Keto

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada sebagian ibu yang ingin memperoleh bentuk dan berat badan ideal setelah melahirkan. Untuk mendapatkan kedua hal ini beragam cara dilakukan, mulai dari olahraga hingga diet-diet tertentu. Seperti diet keto yang disebut-sebut dapat memangkas bobot tubuh dengan cepat. 

Hmm, tunggu dulu, menyoal diet ini, apakah aman dilakukan bagi ibu yang sedang menyusui? Bukankah bumil membutuhkan berbagai nutrisi untuk menghasilkan ASI terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi buah hati? Lantas, adakah dampak diet keto bagi ibu menyusui?

Baca juga: Apakah Diet Keto Aman untuk Dilakukan?

Bukan Langkah yang Bijak

Sudah tak asing kan dengan diet keto? Diet keto adalah pola makan dengan tinggi lemak dan rendah karbohidrat yang belakangan populer untuk menurunkan berat badan. Diet ini membatasi sumber energi utama tubuh (karbohidrat) dan mendorong tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi. Kondisi ini menempatkan tubuh dalam keadaan yang disebut “ketosis”. Nah, proses ketosis ini yang diharapkan dapat menurunkan berat badan.

Kembali ke pertanyaan di atas, apa sih dampak diet keto bagi ibu menyusui? Sebenarnya, belum ada bukti bahwa diet rendah karbohidrat secara umum dapat menurunkan produksi ASI atau merusak kualitasnya. Namun, penerapan diet ini mungkin bukan langkah yang bijak bagi ibu yang sedang menyusui. 

Menurut ahli diet Elizabeth Ward, MS, RD sekaligus penulis Expect The Best: Your Guide to Healthy Eating Before, During, and After Pregnancy, dirinya tidak mendukung pola makan atau diet yang ekstrem untuk wanita menyusui. Mengapa demikian?

Baca juga: Tips Agar Bayi Tidak Gumoh Setelah Menyusui

Beragam Masalah Bisa Muncul

Menurutnya, diet keto bisa membatasi ibu mengasup berbagai makanan bergizi yang dibutuhkan tubuh. Orang yang menjalani diet keto perlu menghindari karbohidrat dari kacang-kacangan atau biji-bijian. 

Selain kacang dan biji-bijian ada lagi beragam makanan bergizi lainnya yang mesti dihindari. Nah, hal ini yang membuat tubuh kehilangan manfaat vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, diet keto yang mengasup makanan tinggi lemak juga bisa menimbulkan masalah pada kesehatan jantung dalam jangka panjang. 

Dampak diet keto bagi ibu hamil juga berkaitan dengan hidrasi tubuh. Selama ketosis, hati menghasilkan senyawa yang disebut dengan keton. Nah, kadar keton yang tinggi dalam tubuh ini yang menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Padahal, ibu hamil membutuhkan banyak cairan untuk menyuplai ASI yang optimal bagi buah hati. 

Diet keto juga bisa menimbulkan berbagai efek samping bagi seseorang yang menjalaninya. Mulai dari gangguan pencernaan, pusing, tubuh terasa lemas, hingga rasa lapar yang mengganggu. Awas, keluhan-keluhan tersebut bisa membuat perawatan bayi yang baru lahir terasa lebih sulit.

Nah, bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin menjalankan diet keto, sebaiknya perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter. Ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. 

Baca juga: Bayi Muntah Setelah Konsumsi ASI? Ini Penyebabnya

Asupan Gizi bagi Ibu Menyusui

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ibu menyusui harus mengonsumsi makanan seimbang. Makanan ini terdiri dari karbohidrat, protein lemak, sayur-sayuran, dan buah-buahan dengan proporsi seimbang. 

Bila ibu merasa lapar tetapi waktunya makan besar belum tiba (makanan utama, pagi siang dan malam), pilihlah sayur atau buah yang komponennya juga diperlukan untuk bayi. Untuk sayur-sayuran, pilihlah sayur berwarna hijau karena mengandung kalsium dan zat besi yang dibutuhkan oleh bayi. Ingat, zat besi dibutuhkan bayi untuk perkembangan otaknya.

Di samping itu, ibu boleh-boleh saja mendapatkan asupan kalsium dari susu. Namun, sebaiknya pilihlah susu non-fat bila ibu sedang mengalami kenaikan berat badan. 

Selain asupan makanan, ibu juga perlu mendapatkan istirahat yang cukup untuk mempertahankan produksi ASI. Setelah usia bayi sekitar 40 hari, jangan lupa mulai berolahraga agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.



Referensi:
Parents. Is the Keto Diet Safe If You're Breastfeeding?. 
IDAI. Diakses pada 2020. Cara Hidup ASI, Bagaimana Mengoptimalkan Produksinya? 
IDAI. Diakses pada 2020. Nilai Menyusui
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are the signs of ketosis?