• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pentingnya Pria Melakukan Cek Sperma

Alasan Pentingnya Pria Melakukan Cek Sperma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ketika berbicara tes kesuburan, umumnya sebagian orang tertuju pada kaum hawa. Padahal, tes kesuburan juga bisa dilakukan untuk para pria. Di dunia medis, prosedur ini disebut sebagai tes sperma, atau analisis sperma.

Lantas, apa sih alasan pentingnya pria melakukan cek sperma? 

Mandul atau Tidak? 

Keinginan memiliki keturunan bisa saja terhambat bila sperma pria kurang berkualitas. Dengan kata lain, masalah kemandulan ini tak hanya terjadi pada wanita saja, tapi juga bisa pada pria. Sayangnya, pihak wanita sering kali dipertanyakan kesuburan ketika pasangan tak dapat memiliki keturunan. 

Nah, untuk memastikan pasangan memiliki masalah infertilitas atau tidak, pemeriksaan kesuburan penting dilakukan. Tentunya kedua belah pihak perlu menjalani tes ini, bukan hanya pihak wanita saja.

Studi dari International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences mengungkapkan, kira-kira sebanyak 35-40 persen kasus kemandulan berasal dari pria, sedangkan 20-30 persen kemandulan berasal dari wanita. Hal ini juga berkaitan dengan faktor-faktor lainnya.

Baca juga: Manfaat Cek Sperma Sebelum Program Kehamilan

Bila pria memiliki sperma yang sehat, tentunya sperma ini bisa melakukan perjalanan dan membuahi sel telur setelah terjadinya ejakulasi di dalam vagina. Namun, apa jadinya bila pembuahan tak kunjung terjadi?

Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan atau cek sperma. Lantas, kapan waktu yang tepat melakukan pemeriksaan ini?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas atau kemandulan adalah gangguan pada sistem reproduksi, ketika terjadi kegagalan untuk mencapai kehamilan, setelah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut. 

Ada baiknya pria dan wanita yang ingin memiliki keturunan menjalani tes kesuburan setelah melewati batas waktu tersebut. Untuk pria, cek sperma ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada gangguan yang menyebabkan infertilitas pada pria. 

Prosedur Pemeriksaan Cek Sperma 

Rumah sakit atau klinik umumnya akan menyediakan ruang khusus bagi seseorang untuk mengambil sampel sperma. Nah, salah satu cara untuk mengumpulkan sampelnya melalui masturbasi. Berikut ini langkah-langkahnya: 

  • Bersihkan tangan dan Mr P dengan sabun dan air bersih, lalu keringkan. 
  • Buka tutup wadah, pastikan wadah sampel ini bersih, kering, dan steril. 
  • Ketika mencapai tahap akan ejakulasi, posisikan wadah sampel agar sperma bisa masuk ke dalam wadah saat ejakulasi. Ingat, jangan memasukkan sperma yang tumpah ke dalam wadah. 
  • Setelah sperma berhasil dimasukkan, tutup wadah hingga rapat dengan segera. 
  • Lalu, berilah nama, tanggal, dan waktu pengambilan sampel pada wadah. 

Baca juga: Ini Tes-Tes Tambahan Bila Hasil Cek Sperma Abnormal

Setidaknya ada dua hal penting yang perlu diketahui. Pertama, sampel sperma ini harus disimpan sesuai suhu tubuh. Bila terlalu hangat atau dingin, maka hasil pemeriksaan tak akan akurat.

Kedua, sampel sperma harus segera dibawa ke laboratorium, dalam jangka waktu 30-60 menit setelah sperma diambil. Hal ini bertujuan agar mendapatkan sampel sperma yang baik dan tes yang akurat. 

Cara mengumpulkan sampel sperma juga bisa melalui prosedur bedah. Misanya, microsurgical epididymal sperm aspiration (MESA) atau testicular sperm aspiration (TESA). Namun, prosedur ini hanya dilakukan bila seseorang memiliki gangguan kesuburan, yang mengakibatkan sedikit atau tidak ada sperma yang keluar ketika ejakulasi. 

Hasil Tes Normal

Setelah melakukan pemeriksaan sperma, biasanya hasil pemeriksaan ini dapat diterima dalam jangka waktu 24 jam hingga satu minggu. Pemeriksaan ini menunjukkan hasil yang normal atau abnormal. Nah, hasil pemeriksaan sperma bisa dikatakan normal bila: 

  • Volume: 1,5-5 mL.
  • Waktu mencair selama 15-30 menit.
  • Tingkat keasaman (pH): 7,2-7,8.
  • Jumlahnya sekitar 20 juta hingga lebih dari 200 juta per mililiter.
  • Bentuk sperma abnormal tidak boleh melebihi 40 persen dari jumlah sperma.
  • Pergerakan sperma: >50% sperma bergerak secara normal 1 jam setelah ejakulasi dan skala pergerakan sperma 3 atau 4.
  • Warnanya putih hingga keabu-abuan.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah kesuburan? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Semen Analysis and Test Results. 
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Semen Analysis?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Healthy Lifestyle. Healthy Sperm: Improving Your Fertility.
NIH. Diakses pada 2020. MedlinePlus. Semen Analysis.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Sexual and reproductive health. Infertility definitions and terminology.
International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences. Diakses pada 2020. Infertility-Related Risk Factors: A Systematic Review.