• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Perokok Rentan Terkena Chronic Venous Insufficiency

Alasan Perokok Rentan Terkena Chronic Venous Insufficiency

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Orang yang aktif merokok diketahui lebih rentan terserang penyakit. Pasalnya, kandungan nikotin dan zat lain yang ada di dalam rokok disebut bisa mengganggu kesehatan organ vital, seperti jantung dan paru-paru. Namun, tahukah kamu ternyata merokok juga bisa menyebabkan masalah pada pembuluh darah balik (vena) yang berujung pada chronic venous insufficiency. 

Chronic venous insufficiency atau CVI merupakan gangguan yang terjadi pada aliran darah di pembuluh darah balik (vena) yang ada pada tungkai. Secara umum, kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada area tungkai. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini, termasuk aktif merokok. Lantas, apa alasan perokok rentan terkena chronic venous insufficiency? 

Baca juga: 5 Penyakit Ini Mengintai Perokok Aktif

Cara Rokok Memengaruhi Pembuluh Vena 

Aktif merokok membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit atau gangguan pada pembuluh vena. Hal itu ternyata berkaitan dengan bahan kimia beracun yang ada pada rokok, yaitu nikotin. Nyatanya, nikotin bisa memberi dampak yang lebih berbahaya dari yang selama ini diketahui. Pada sistem peredaran darah, nikotin pada rokok bisa membuat arteri menjadi keras dan memicu masalah. 

Semakin lama, hal ini akan memicu terjadinya pembekuan darah dan tentu akan memengaruhi kondisi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah balik atau vena di tungkai. Selain memberi efek berbahaya pada kondisi pembuluh darah, nyatanya rokok juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada seluruh bagian tubuh. 

Baca juga: Ini yang Terjadi Kalau Terlalu Sering Terpapar Asap Rokok

Selain nikotin, ada setidaknya 7,000 bahan kimia lain pada rokok yang juga berkontribusi dalam menyebabkan masalah pada kesehatan tubuh. Bahan kimia tersebut bisa menyebabkan gangguan aliran darah pada tubuh yang dapat mengakibatkan pembuluh darah tidak dapat bekerja dengan baik. 

Selain kebiasaan merokok, nyatanya ada faktor lain yang juga bisa menjadi pemicu terjadinya chronic venous insufficiency. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Perlu diketahui, pembuluh vena memiliki peran dalam mengalirkan darah kembali ke jantung, dengan bantuan katup-katup yang ada di sepanjang pembuluh vena.

Nah, gangguan pada proses itu bisa membahayakan. Pada pengidap chronic venous insufficiency, katup-katup tersebut tidak bekerja secara normal dan menyebabkan darah tidak mengalir dengan baik menuju jantung. Semakin lama, kondisi ini bisa menyebabkan darah menumpuk di dalam pembuluh vena tungkai dan cairan dalam darah akan keluar dari pembuluh vena ke jaringan sekitarnya. 

Kondisi itu kemudian menjadi penyebab tungkai menjadi bengkak. Selain aktif merokok, kerusakan pada pembuluh vena juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti pertambahan usia, kebiasaan duduk atau berdiri dalam waktu yang sangat lama, kelainan bentuk pembuluh darah, hingga tumor yang ada di area panggul. 

Baca juga: 6 Trik untuk Mulai Berhenti Merokok

Penyakit ini juga rentan menyerang orang yang jarang berolahraga, mengidap hipertensi, dan mengalami obesitas alias kelebihan berat badan. Chronic venous insufficiency merupakan penyakit jangka panjang, tetapi tidak mengancam nyawa. Namun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala penyakit ini, terutama jika gejala penyakit tidak kunjung sembuh atau malah bertambah parah. 

Atau kamu bisa bertanya seputar penyakit chronic venous insufficiency dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2020. Venous Insufficiency.
Vein Clinics. Diakses pada 2020. How Smoking Affects Your Vein Health.
Johns Hopkins. Diakses pada 2020. Chronic Venous Insufficiency.