• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain Stunting Ini Penyebab Lain Mikrosefali pada Anak

Selain Stunting Ini Penyebab Lain Mikrosefali pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Selain Stunting Ini Penyebab Lain Mikrosefali pada Anak

Stunting adalah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan gizi kronis. Ini biasanya dialami pada periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting bisa menyebabkan kondisi mikrosefali yaitu ketika ukuran kepala lebih kecil ketimbang ukuran normal. Ada banyak penyebab mikrosefali, mulai dari cedera otak, infeksi selama kehamilan, hingga gangguan genetik.”

Halodoc, Jakarta – Stunting adalah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan gizi kronis. Ini biasanya dialami pada periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Umumnya, anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. 

Kondisi ini tidak bisa lagi ditangani setelah anak memasuki usia dua tahun. Maka dari itu, pencegahan dan penanganan segera sangat dibutuhkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Pemenuhan gizi di seribu hari pertama bisa menjadi cara terbaik untuk mengatasi stunting. Selain berpengaruh pada tinggi badan anak, stunting dapat memicu mikrosefali. Baca selengkapnya di sini!

Mengenal Mikrosefali pada Anak

Mikrosefali (microcephaly) alias mikrosefalus merupakan kondisi yang menyebabkan kepala bayi memiliki ukuran tidak normal. Kondisi yang tergolong langka ini menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari biasanya.

Gangguan ini juga sering ditandai dengan menyusutnya ukuran otak. Mikrosefali menyebabkan organ otak tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini biasanya sudah ada sejak bayi lahir, namun bisa juga terjadi seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Mengenal Mikrosefali, Gangguan Kepala Bayi yang Perlu Diketahui

Gejala khas dari kondisi ini adalah ukuran kepala bayi yang jauh lebih kecil. Menentukan ukuran normal kepala bayi bisa ditentukan melalui pengukuran lingkar kepala atau bagian atas kepala. Selain itu, ada beberapa gejala yang juga muncul, seperti bayi sering menangis, kejang, serta gangguan penglihatan dan berbicara.

Mikrosefali bisa memicu gejala berupa gangguan gerak dan keseimbangan tubuh bayi, hilang pendengaran, serta panjang badan rendah. Tak hanya itu, mikrosefali dapat menyebabkan gejala berupa terhambatnya perkembangan bayi untuk belajar berdiri, duduk, atau berjalan, hingga gangguan mental.

Penyebab-Penyebab Mikrosefali

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi mengalami mikrosefali. Ternyata, stunting juga bisa menjadi pemicu kelainan yang satu ini. Kekurangan gizi kronis yang menjadi penyebab stunting ternyata juga bisa memicu mikrosefali.

Malnutrisi parah pada janin meningkatkan risiko bayi tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan otak yang sesuai dengan usianya. Selain stunting, mikrosefali bisa juga disebabkan oleh:

Baca juga: Bayi Ibu Pernah Jatuh? Awas Bahaya Trauma Kepala Ringan, Ini Cara Mendeteksinya

1. Cedera Otak

Cedera otak menjadi salah satu penyebab mikrosefali. Jenis cedera otak yang bisa memicu kelainan adalah trauma otak atau hypoxia-ischemia. Kondisi ini terjadi karena otak kekurangan pasokan oksigen. Biasanya, cedera ini terjadi sebelum atau saat kelahiran.

2. Infeksi pada Ibu Hamil

Sejumlah infeksi yang menyerang ibu hamil bisa meningkatkan risiko mikrosefali pada bayi. Jenis infeksi yang sering menyerang adalah toksoplasmosis, infeksi Campylobacter pyloricytomegalovirus, herpes, sifilis, HIV, rubella, hingga virus Zika.

3. Gangguan Penyakit Lain

Gangguan ukuran kepala bayi juga bisa terjadi karena adanya penyakit lain, salah satunya fenilketonuria. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengurai fenilalanin, yaitu asam amino pembentuk protein.

Baca juga: Awas, 3 Penyakit Genetik Ini Bisa Menyerang Bayi Ketika Lahir

4. Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang dialami bayi bisa menjadi pemicu gangguan ukuran kepala bayi. Salah satu kelainan genetik yang menyebabkan mikrosefali adalah down syndrome.

Itulah informasi mengenai mikrosefali dan penyebab mikrosefali. Informasi lebih lengkap mengenai kesehatan tumbuh kembang anak bisa kamu tanyakan melalui aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Facts about Microcephaly.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Microcephaly.
Concern Worldwide U.S, Inc. Diakses pada 2021. Stunting: What It Is and What It Means.