• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alkoholik Berisiko Terkena Pneumonia, Ini Faktanya

Alkoholik Berisiko Terkena Pneumonia, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi alkohol secara berlebihan apalagi kalau sudah ketergantungan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang imunitasnya mengalami penurunan rentan mengidap pneumonia.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh An American Addiction Centers Resource,  disebutkan kalau konsumsi alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk bertahan terhadap infeksi. Terutama alkoholik, dapat mengalami gangguan kesehatan dan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Alkohol dan Pneumonia

Ada banyak penjelasan mengapa alkoholik dapat tertular radang paru-paru dan mengidap penyakit serius, bahkan bisa mengancam jiwa. Beberapa penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Batuk tumpul dan refleks tercekik yang sering menyebabkan terisapnya organisme tertentu. 

2. Penurunan kemampuan membersihkan lendir dari paru-paru.

3. Gangguan pertahanan kekebalan tubuh dan penurunan respons terhadap paparan patogen.

4. Asupan alkohol dapat menurunkan kemampuan jaringan paru-paru untuk membersihkan benda asing dan pada tingkat yang lebih mikroskopis, memiliki efek buruk pada sel darah putih, dan komponen sistem kekebalan tubuh lainnya yang membantu menjaga kita tetap sehat.

5. Penelitian juga menunjukkan kalau pasien alkoholik yang dirawat di rumah sakit dengan pneumonia mengalami tingkat kematian yang lebih tinggi.

6. Pecandu alkohol mungkin memiliki risiko 3 hingga 4 kali lebih tinggi mengalami sindrom pernapasan akut ketimbang yang bukan alkoholik. 

Baca juga: Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Memicu Hipertensi

Penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera paru-paru akut dan pengembangan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome). ARDS dapat menyebabkan defisiensi oksigen yang parah dalam aliran darah sebagai akibat dari peradangan alveolar (kantung udara) yang meluas dan akumulasi cairan yang dihasilkan di wilayah udara ini. 

Walaupun ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan ARDS (misalnya, trauma fisik, sepsis, cedera paru-paru yang disebabkan oleh aspirasi dan infeksi bakteri), tetapi penyalahgunaan alkohol telah terbukti meningkatkan peluang setiap individu berisiko yang mengalami pengembangan kondisi tersebut. 

Informasi selengkapnya mengenai alkoholik dan risiko penyakit paru bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumaha.

Bagaimana Alkohol Memengaruhi Paru-Paru

Pneumonia adalah infeksi di paru-paru yang disebabkan oleh penyebaran bakteri atau virus. Salah satu dari beberapa faktor risiko seseorang terkena pneumonia adalah penyalahgunaan alkohol.

Baca juga: Kecanduan Alkohol Jangka Panjang Sebabkan Delirium Tremens

Alkohol dapat melemahkan atau mengganggu fungsi yang mengontrol pemrosesan bakteri dalam tubuh. Alkohol juga dapat melemahkan fungsi kekebalan di saluran udara yang lebih rendah, mengganggu kemampuan tubuh untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru, dan meningkatkan risiko aspirasi.

Ada banyak jenis pneumonia, di antaranya kurang serius daripada yang lain. Menurut penelitian, pneumonia lebih cenderung serius, bahkan mematikan pada orang yang menyalahgunakan alkohol. Tanda-tanda pneumonia alkohol dapat meliputi:

1. Batuk berlebihan,

2. Demam atau kedinginan,

3. Kelelahan,

4. Nyeri dada,

5. Sesak napas,

6. Berkeringat,

7. Suhu tubuh rendah,

8. Jumlah lendir atau dahak yang berlebihan saat batuk,

9. Mual dan muntah,

10. Diare.

Masalah paru-paru akibat dari penyalahgunaan alkohol berat atau kronis tidak dapat diatasi dengan cepat. Cara paling efektif untuk mencegah kerusakan paru lebih lanjut adalah dengan berhenti mengonsumsi alkohol. 

Rekomendasi utama untuk mengobati penyalahgunaan alkohol dan komplikasi medisnya adalah untuk ikut program rehabilitasi rawat inap. Pusat perawatan rawat inap umumnya menawarkan layanan detoksifikasi medis dan program rehabilitasi untuk mengatasi semua aspek kecanduan seseorang. Dalam pengaturan perawatan, pasien akan memiliki akses ke dokter medis yang dapat mengawasi masalah kesehatan terkait dan mendapatkan opsi perawatan yang efektif.

Referensi:
An American Addiction Centers Resource. Diakses pada 2020. Alcohol Abuse And The Increased Risk of Pneumonia.
Vertava Health. Diakses pada 2020. Effects Of Alcohol On The Lungs.