Ad Placeholder Image

Aman Makan Durian Minum Susu? Cek Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Makan Durian Minum Susu: Benarkah Berbahaya?

Aman Makan Durian Minum Susu? Cek Faktanya!Aman Makan Durian Minum Susu? Cek Faktanya!

Mengonsumsi Durian dan Susu: Apakah Aman untuk Kesehatan?

Kombinasi durian dan susu kerap menjadi perbincangan, terutama di kalangan pencinta durian. Ada keyakinan yang menyarankan untuk menghindari minum susu setelah makan durian karena potensi efek samping yang kurang menyenangkan bagi tubuh. Hal ini didasari oleh beberapa pertimbangan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga potensi pengaruh pada tekanan darah.

Sebaiknya hindari minum susu setelah makan durian. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, gas, atau perut tidak nyaman. Durian dan susu sama-sama tinggi lemak yang dapat memperlambat proses pencernaan. Selain itu, ada kekhawatiran dapat meningkatkan tekanan darah bagi sebagian orang, terutama yang berisiko tinggi.

Alasan Mengapa Makan Durian Minum Susu Sebaiknya Dihindari

Ada beberapa alasan utama mengapa para ahli gizi dan kesehatan menganjurkan untuk tidak mengonsumsi durian dan susu secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan. Poin-poin ini berfokus pada dampak terhadap sistem pencernaan dan potensi efek fisiologis lainnya.

Beban Berat untuk Sistem Pencernaan

Durian dikenal sebagai buah yang kaya akan lemak sehat. Demikian pula, susu, terutama susu murni, juga memiliki kandungan lemak yang tinggi. Ketika kedua makanan tinggi lemak ini digabungkan, sistem pencernaan perlu bekerja lebih keras untuk memecah dan menyerapnya.

Pencernaan lemak memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan karbohidrat atau protein. Akibatnya, proses pencernaan bisa melambat secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan pencernaan yang tidak nyaman.

Gejala Gangguan Pencernaan yang Mungkin Timbul

Konsumsi durian diikuti minum susu berpotensi menimbulkan gejala-gejala gangguan pencernaan. Ini termasuk kembung, perut terasa penuh, gas berlebihan, dan rasa tidak nyaman di perut.

Gejala-gejala ini muncul karena proses pencernaan yang terhambat. Makanan yang terlalu lama berada di saluran cerna dapat memicu fermentasi dan produksi gas, sehingga menyebabkan perut terasa begah dan tidak enak.

Potensi Pengaruh Terhadap Tekanan Darah

Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan ahli, ada kekhawatiran bahwa kombinasi durian dan susu dapat memicu peningkatan tekanan darah pada beberapa individu. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau faktor risiko kardiovaskular.

Beberapa penelitian awal mengemukakan durian memiliki senyawa tertentu yang dapat berinteraksi dengan enzim dalam tubuh. Interaksi ini berpotensi memengaruhi regulasi tekanan darah. Namun, reaksi tubuh bersifat sangat individual dan tidak semua orang akan mengalami efek yang sama.

Minuman yang Lebih Disarankan Setelah Mengonsumsi Durian

Untuk menetralkan efek panas dari durian dan membantu proses pencernaan, ada beberapa pilihan minuman yang jauh lebih aman dan bermanfaat dibandingkan susu.

  • Air putih. Ini adalah pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu proses metabolisme tanpa menambah beban pencernaan.
  • Air kelapa. Dikenal memiliki sifat elektrolit yang baik dan dapat membantu menenangkan perut serta menetralkan sensasi panas setelah makan durian. Air kelapa juga membantu melancarkan pencernaan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Meskipun durian dan susu sama-sama memiliki manfaat nutrisi, menggabungkan keduanya dalam waktu berdekatan sebaiknya dihindari. Prioritaskan kesehatan pencernaan untuk mencegah ketidaknyamanan seperti kembung dan gas.

Jika ingin mengonsumsi durian, nikmatilah dalam porsi secukupnya. Setelah itu, pilihlah air putih atau air kelapa untuk membantu membersihkan saluran pencernaan dan menjaga keseimbangan tubuh. Selalu dengarkan sinyal dari tubuh dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Halodoc bila mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu.