Ad Placeholder Image

Amandel: Penyebab, Manfaat, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Amandel adalah bagian tubuh yang berfungsi melawan infeksi.

Amandel: Penyebab, Manfaat, dan Cara MengatasinyaAmandel: Penyebab, Manfaat, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Amandel, atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah tonsil, sebenarnya bukanlah nama sebuah penyakit, melainkan bagian dari anatomi tubuh manusia. Tonsil adalah dua kelenjar getah bening yang terletak di bagian belakang tenggorokan, tepatnya di sisi kanan dan kiri. Fungsi utama dari kelenjar ini adalah sebagai garis pertahanan pertama sistem kekebalan tubuh dari bakteri maupun virus yang masuk melalui mulut atau hidung. Namun, karena fungsinya yang menahan patogen, amandel itu sendiri sering kali menjadi tempat bersarangnya infeksi. Ketika kelenjar ini terinfeksi dan meradang, kondisi inilah yang disebut sebagai radang amandel atau tonsilitis.

Banyak masyarakat umum yang masih keliru membedakan antara organ dan nama penyakitnya. Jika kamu sering mendengar pertanyaan tentang amandel penyakit apa, jawabannya merujuk pada kondisi peradangan (tonsilitis) tersebut. Gejala yang paling umum dirasakan saat seseorang mengalami tonsilitis adalah sakit tenggorokan yang hebat, kesulitan atau rasa nyeri saat menelan (disfagia), demam tinggi, pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, hingga napas yang berbau tidak sedap. Pada anak-anak, kondisi ini sering memicu hilangnya nafsu makan, rewel, dan mual. Penting untuk diketahui bahwa tonsilitis bisa menyerang siapa saja, mulai dari balita hingga orang dewasa, meskipun kasusnya memang lebih banyak tercatat pada anak-anak usia sekolah menengah.

Mengatasi radang amandel tidak boleh sembarangan. Penanganannya sangat bergantung pada penyebab utama infeksi, apakah dipicu oleh virus atau bakteri. Jika disebabkan oleh virus, radang amandel biasanya dapat sembuh dengan sendirinya melalui istirahat yang cukup, hidrasi yang baik, dan konsumsi obat-obatan pereda gejala seperti obat hisap antiseptik atau penurun demam. Namun, apabila infeksi disebabkan oleh bakteri, terutama kelompok Streptococcus pyogenes, penderita umumnya membutuhkan resep antibiotik dari dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi serius yang dapat menyebar ke organ lain.

Nah, jika kamu atau anggota keluargamu sedang mengalami gejala tidak nyaman di tenggorokan akibat peradangan ringan dan butuh pertolongan pertama yang cepat dan praktis, kamu bisa membeli obat untuk meredakan gejala secara mandiri. Mau tahu apa saja pilihan obat dan pereda nyeri yang aman digunakan untuk mengatasi radang amandel atau sakit tenggorokan? Berikut ulasan lengkapnya dari kacamata apoteker!

Rekomendasi Obat dan Pereda Nyeri Amandel yang Ampuh

Untuk mengatasi gejala nyeri tenggorokan dan radang amandel ringan di rumah, ada beberapa obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa kamu jadikan andalan. Produk-produk ini bekerja dengan cara membunuh kuman penyebab infeksi di area rongga mulut atau meredakan rasa sakit dan demam yang menyertai radang amandel.

1. Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet

Degirol merupakan salah satu obat hisap (lozenges) yang sangat populer digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan, peradangan rongga mulut, dan tenggorokan gatal. Obat ini mengandung bahan aktif Dequalinium Chloride 0.25 mg. Kandungan aktif ini bekerja sebagai antiseptik yang efektif dalam membunuh berbagai jenis bakteri dan jamur penyebab infeksi ringan di area rongga mulut dan tenggorokan.

Manfaat spesifik dari Degirol adalah mencegah infeksi bakteri berkembang lebih parah serta memberikan sensasi lega pada tenggorokan yang sakit saat menelan, yang merupakan keluhan utama pada penderita radang amandel.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak di atas 10 tahun: 1 tablet dihisap perlahan hingga larut di dalam mulut.
  • Dapat diulang setiap 3 hingga 4 jam sekali.
  • Maksimal penggunaan adalah 8 tablet dalam sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari mengunyah atau menelan tablet ini secara utuh, biarkan lumer perlahan di dalam mulut untuk efek maksimal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. SP Troches Meiji Rasa Strawberry 6 Tablet

Sama halnya dengan Degirol, SP Troches juga merupakan tablet hisap antiseptik dengan kandungan aktif Dequalinium Chloride 0.25 mg. Obat ini bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri dan jamur yang menginfeksi area amandel dan tenggorokan. Keunggulan SP Troches terletak pada varian rasanya, seperti rasa strawberry, yang lebih bisa diterima dan disukai, terutama jika kamu kurang menyukai rasa obat yang pahit atau terlalu kuat.

Manfaat spesifik dari SP Troches adalah mengobati infeksi pada rongga mulut dan tenggorokan, sariawan, serta radang amandel ringan (tonsilitis). Bentuknya yang seperti permen membuatnya sangat praktis dikonsumsi kapan saja.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak: 1 tablet dihisap perlahan di dalam mulut hingga habis.
  • Gunakan setiap 3-4 jam atau sesuai kebutuhan, maksimal 8 tablet sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Meskipun tergolong aman dan dijual bebas, sebaiknya jangan gunakan melebihi dosis anjuran harian dan hentikan pemakaian jika terjadi reaksi alergi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan SP Troches Meiji Rasa Strawberry 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Sanmol 500 mg 4 Tablet

Ketika mengalami tonsilitis atau radang amandel, infeksi di dalam tubuh akan memicu respon peradangan sistemik yang sering kali menyebabkan demam, sakit kepala, dan nyeri badan. Untuk mengatasi gejala penyerta tersebut, Sanmol adalah pilihan yang sangat tepat. Obat ini memiliki kandungan aktif Paracetamol 500 mg yang bekerja pada pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) untuk menurunkan suhu tubuh saat demam, serta menghambat pembentukan prostaglandin yang memicu rasa nyeri.

Manfaat utama dari Sanmol adalah sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini akan membuat penderita radang amandel merasa jauh lebih nyaman sehingga dapat beristirahat dengan baik, meskipun Sanmol tidak dapat membunuh kuman penyebab radang itu sendiri.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak > 12 tahun: 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 hingga 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Konsumsi paracetamol berlebihan dapat membahayakan fungsi hati. Pasien dengan riwayat gangguan hati atau ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Cooling 5 Cherry 15 ml

Jika radang amandel yang kamu alami menyebabkan rasa perih yang teramat sangat hingga kamu kesulitan menelan air liur atau makanan (disfagia hebat), semprotan pereda nyeri seperti Cooling 5 Cherry dapat menjadi solusi instan. Produk ini mengandung Phenol 1.4% yang bekerja dengan cara memberikan efek anestesi (mati rasa) lokal secara cepat pada jaringan tenggorokan dan amandel yang meradang.

Manfaat spesifik dari Cooling 5 adalah meredakan nyeri tenggorokan akut, iritasi ringan pada mulut, serta rasa sakit akibat peradangan amandel dengan durasi kerja yang cepat tepat pada area yang membutuhkan penyembuhan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Semprotkan 2-3 kali langsung ke arah tenggorokan atau area yang sakit.
  • Dapat diulang setiap 2 jam sekali jika diperlukan. Cairan boleh ditelan setelah disemprotkan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Tidak disarankan untuk digunakan terus-menerus lebih dari 7 hari. Jika sakit tenggorokan berlanjut, segera hentikan pemakaian dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cooling 5 Cherry 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Efisol-C 10 Tablet Hisap

Efisol-C merupakan tablet hisap kombinasi yang sangat efektif untuk memelihara kesehatan rongga mulut dan tenggorokan. Obat ini mengandung kombinasi Dequalinium Chloride 0.25 mg dan Vitamin C (Ascorbic Acid) 50 mg. Dequalinium bekerja sebagai agen antibakteri dan antijamur lokal, sementara Vitamin C berperan penting sebagai antioksidan untuk mempercepat penyembuhan jaringan mukosa mulut yang rusak serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat utama dari Efisol-C adalah mengobati infeksi tenggorokan ringan, radang amandel awal, sariawan, gusi berdarah, dan napas bau akibat infeksi kuman di area mulut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet hisap, digunakan tiap 3 jam sekali. Setelah infeksi mereda, kurangi menjadi 1 tablet setiap 4-5 jam.
  • Biarkan tablet melarut perlahan di dalam mulut. Jangan dikunyah.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan simpan di tempat yang sejuk untuk mencegah degradasi kandungan Vitamin C di dalamnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Efisol-C 10 Tablet Hisap di Toko Kesehatan Halodoc

Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Langkah Pencegahan Radang Amandel (Tonsilitis) di Rumah
  1. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah batuk atau bersin. Kuman penyebab amandel sangat mudah menular melalui sentuhan tangan.
  2. Hindari berbagi peralatan makan dan minum (seperti sendok, garpu, atau sedotan) dengan orang yang sedang sakit radang tenggorokan atau amandel.
  3. Ganti sikat gigi secara rutin, idealnya setiap 3-4 bulan sekali, atau segera setelah kamu sembuh dari sakit amandel agar tidak terinfeksi kembali.
  4. Penuhi asupan cairan tubuh minimal 8 gelas per hari untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan membuang racun.
  5. Hindari makanan dan minuman yang terlalu ekstrem suhunya (terlalu panas atau terlalu dingin), makanan pedas, dan makanan bertekstur kasar seperti gorengan yang dapat memicu iritasi amandel.

Jenis dan Penyebab Radang Amandel

Setelah mengetahui obat-obatan peredanya, kamu juga perlu memahami bahwa secara medis, tonsilitis diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama berdasarkan durasi dan frekuensi kekambuhannya. Pemahaman ini sangat penting agar kamu tidak keliru dalam mengambil tindakan perawatan.

1. Tonsilitis Akut

Jenis tonsilitis ini adalah yang paling umum dialami. Gejalanya timbul secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama 3 hingga 14 hari. Kondisi ini bisa menyebabkan amandel membengkak parah hingga dilapisi oleh selaput atau bercak putih kemerahan (eksudat). Tonsilitis akut umumnya merespons dengan baik terhadap perawatan di rumah atau pemberian obat pereda gejala ringan.

2. Tonsilitis Berulang (Recurrent Tonsillitis)

Seseorang dikatakan mengalami tonsilitis berulang jika peradangan amandel terjadi beberapa kali dalam satu tahun (biasanya lebih dari 5 hingga 7 kali dalam setahun). Radang amandel berulang biasanya mengindikasikan bahwa infeksi bakteri belum sepenuhnya tuntas atau sistem imun lokal pada amandel sudah tidak berfungsi optimal, sehingga amandel itu sendiri menjadi sarang bakteri yang persisten.

3. Tonsilitis Kronis

Tonsilitis kronis adalah peradangan amandel yang bersifat jangka panjang. Gejalanya mungkin tidak seberat tonsilitis akut, namun penderitanya sering kali mengeluhkan sakit tenggorokan ringan yang tidak kunjung hilang, napas berbau busuk (halitosis) yang kronis, dan sensasi mengganjal di tenggorokan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan terbentuknya batu amandel (tonsilloliths), yaitu penumpukan sisa makanan, sel mati, dan bakteri di celah-celah amandel yang kemudian mengeras.

Dari segi penyebabnya, sebagian besar radang amandel (sekitar 70-80%) disebabkan oleh infeksi virus, seperti Adenovirus, Rhinovirus, Influenza, Epstein-Barr virus (penyebab mononukleosis), dan Parainfluenza. Sisanya disebabkan oleh infeksi bakteri, di mana bakteri Group A Streptococcus adalah biang keladi yang paling sering ditemukan. Tonsilitis bakteri membutuhkan penanganan ekstra karena risiko komplikasinya jauh lebih berbahaya dibandingkan infeksi virus.

Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Amandel yang Tidak Diobati

Meski sebagian besar kasus radang amandel tidak berbahaya, mengabaikan kondisi ini terutama jika disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus, bisa memicu berbagai komplikasi medis yang serius. Bakteri dari amandel dapat menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain jika tidak dihentikan dengan antibiotik yang tepat dari dokter.

1. Abses Peritonsil (Quinsy)

Ini adalah komplikasi lokal di mana infeksi menyebar jauh ke dalam jaringan di sekitar amandel, menyebabkan penumpukan nanah yang parah (abses). Penderitanya akan merasakan nyeri hebat pada satu sisi tenggorokan, kesulitan membuka mulut (trismus), dan amandel terlihat terdorong ke arah tengah hingga menutupi saluran napas.

2. Sleep Apnea (Henti Napas Saat Tidur)

Amandel yang membengkak secara kronis dan berukuran sangat besar dapat menyumbat jalan napas bagian atas, terutama saat pasien sedang tertidur di mana otot-otot tenggorokan sedang rileks. Hal ini mengakibatkan Obstructive Sleep Apnea (OSA), suatu kondisi di mana seseorang berhenti bernapas sejenak berulang kali saat tidur. Pada anak-anak, kondisi ini berdampak buruk pada kualitas tidur, menghambat pertumbuhan, dan menyebabkan gangguan kognitif serta masalah perilaku di sekolah.

3. Demam Rematik dan Glomerulonefritis

Jika infeksi bakteri Streptococcus pada amandel tidak diobati hingga tuntas, respon imun tubuh yang abnormal dapat menyerang organ-organ vital. Kondisi ini bisa memicu Demam Rematik yang merusak katup jantung dan persendian, atau Post-Streptococcal Glomerulonephritis (PSGN) yang merupakan peradangan serius pada ginjal.

Kapan Harus ke Dokter dan Menjalani Operasi?

Penting untuk mengenali tanda bahaya kapan sakit amandel tidak lagi bisa diatasi hanya dengan obat bebas di rumah. Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) jika kamu atau anakmu mengalami gejala berikut: kesulitan bernapas, tidak bisa menelan cairan sama sekali, demam lebih dari 39.5 derajat Celcius yang tidak turun dengan paracetamol, nyeri leher yang sangat kaku, atau kelemahan tubuh yang ekstrem.

Terkait operasi pengangkatan amandel (Tonsilektomi), tindakan pembedahan ini sudah tidak lagi menjadi opsi pengobatan pertama. Dokter biasanya merekomendasikan operasi amandel hanya jika pasien memenuhi kriteria ketat, seperti mengalami episode infeksi tenggorokan lebih dari 7 kali dalam satu tahun terakhir, atau lebih dari 5 kali per tahun dalam dua tahun berturut-turut. Selain itu, tonsilektomi juga dianjurkan secara mutlak bagi pasien yang mengalami sumbatan jalan napas parah (Sleep Apnea), abses peritonsil berulang, atau dicurigai adanya keganasan (kanker amandel).

Studi Terkait Infeksi Amandel

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah tinjauan medis yang menjelaskan bahwa identifikasi dini penyebab radang amandel melalui Rapid Strep Test (RST) sangat krusial dalam menekan penggunaan antibiotik yang tidak perlu. Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa pemberian antibiotik pada tonsilitis akibat virus tidak memberikan manfaat apapun dan justru meningkatkan risiko resistensi antibiotik global.

Studi lain dari Mayo Clinic juga menegaskan bahwa tindakan observasi dengan pengobatan konservatif menggunakan analgesik (seperti Paracetamol) sangat efektif dalam mengatasi lebih dari 80% kasus radang amandel akut non-komplikasi. Hal ini mendukung pedoman medis modern yang lebih mengutamakan terapi simtomatik dibandingkan tindakan bedah dini pada anak-anak.

Kesehatan tenggorokan adalah pintu masuk bagi kesehatan seluruh tubuh. Menjaga pola makan sehat, menjaga kebersihan oral, dan istirahat yang cukup adalah kunci utama terhindar dari radang amandel. Jika gejala tak kunjung membaik setelah 3 hari menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan akan diantar langsung ke rumahmu.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis THT terkait masalah pembengkakan amandel atau keluhan kesehatan lainnya melalui layanan telekonsultasi di Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tonsillitis – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Tonsillitis: Symptoms, Causes, Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Upper respiratory tract infections and tonsillitis.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2026. Acute Tonsillitis: Pathology and Management Guidelines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Peradangan Amandel dan Penanganannya.

FAQ

1. Sebenarnya amandel penyakit apa secara spesifik?

Amandel secara anatomis bukanlah penyakit, melainkan dua kelenjar getah bening di belakang tenggorokan yang bertugas menangkal infeksi. Namun, ketika kelenjar amandel ini terinfeksi oleh virus atau bakteri dan mengalami pembengkakan, kondisi penyakit tersebut dinamakan tonsilitis (radang amandel).

2. Apakah radang amandel bisa menular?

Tonsilitis atau radang amandel itu sendiri tidak menular. Namun, virus dan bakteri yang menjadi penyebab infeksi amandel tersebut sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penularan ini bisa terjadi melalui droplet (percikan air liur saat batuk/bersin), kontak fisik, atau berbagi alat makan yang sama.

3. Makanan dan minuman apa yang dilarang saat radang amandel?

Untuk mempercepat proses penyembuhan, sebaiknya hindari makanan bertekstur keras, tajam, atau garing seperti kerupuk, kacang-kacangan, dan gorengan karena dapat menggores amandel yang bengkak. Selain itu, hindari juga makanan pedas, terlalu asam, minuman bersoda, dan minuman berkafein karena dapat memperparah iritasi dan memicu dehidrasi.

4. Apakah minum air es atau es krim bikin amandel makin parah?

Ternyata, mengonsumsi es krim atau minuman dingin justru dapat membantu meredakan rasa sakit sementara waktu karena suhu dingin memberikan efek mati rasa ringan pada jaringan amandel yang meradang. Namun, pastikan es atau minuman dingin tersebut bersih dan tidak mengandung gula yang terlalu tinggi agar tidak memicu batuk yang dapat mengiritasi tenggorokan.