Amankah Konsumsi Methyldopa untuk Ibu Hamil? Ini Faktanya
"Methyldopa sering diresepkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada orang dewasa. Pemakaian pada ibu hamil perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu."

Halodoc, Jakarta – Methyldopa adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini bekerja dengan mengubah zat di dalam tubuh menjadi senyawa yang meniru efek neurotransmitter, zat kimia otak yang bertanggung jawab dalam pengiriman sinyal saraf.
Senyawa tersebut kemudian menghambat impuls saraf yang meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan darah menurun. Namun, apakah ibu hamil boleh mengonsumsi methyldopa? Simak penjelasan berikut ini!
Apakah Ibu Hamil Aman Mengonsumsi Methyldopa?
Methyldopa umumnya aman untuk ibu hamil dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Pasalnya, obat ini masuk dalam kategori B dalam klasifikasi keamanan obat hamil yang U.S. Food and Drug Administration (FDA) keluarkan.
Kategori B menunjukkan bahwa percobaan studi pada hewan tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin. Meski begitu, belum ada studi yang memadai pada manusia. Itu sebabnya, pastikan ibu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini selama kehamilan.
Tips Aman Mengonsumsi Methyldopa untuk Ibu Hamil
Berikut tips aman mengonsumsi methyldopa untuk ibu hamil:
1. Berkonsultasi dengan dokter
Selalu diskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi methyldopa atau obat apa pun selama kehamilan. Dokter akan mengevaluasi manfaat dan risiko obat sesuai dengan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.
2. Patuhi dosis yang diresepkan
Ikuti petunjuk dokter secara ketat mengenai dosis yang dokter resepkan. Jangan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan obat tanpa izin dokter.
3. Pemantauan tekanan darah
Meski telah mengonsumsi obat, ibu tetap perlu memantau tekanan darah secara teratur. Ibu juga wajib memeriksakan diri ke dokter secara rutin. Informasikan kepada dokter jika ada perubahan atau gejala yang tidak biasa selama mengonsumsi obat ini.
4. Perhatikan efek samping
Perhatikan efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi methyldopa. Jika ibu mengalami reaksi alergi, gangguan pencernaan, atau gejala yang mengkhawatirkan, segera hentikan konsumsi obat dan periksakan diri ke dokter.
5. Perubahan gaya hidup sehat
Mengonsumsi obat pun tidak ada artinya apabila tidak bersamaan dengan perubahan gaya hidup. Itu sebabnya, ibu juga perlu menerapkan pola makan seimbang, berolahraga secara teratur jika dokter bolehkan. Hindari pula faktor risiko lainnya, seperti merokok atau konsumsi alkohol.
Untuk informasi lebih lanjut baca Pola Hidup Sehat untuk Ibu Hamil yang Alami Hipertensi.
6. Ikuti instruksi penggunaan
Baca dengan cermat informasi yang terlampir pada kemasan obat dan ikuti instruksi penggunaan oleh dokter atau apoteker.
Pengobatan Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil
Perawatan tekanan darah tinggi bisa berbeda-beda untuk setiap ibu hamil. Semuanya tergantung pada tingkat keparahan hipertensi dan kondisi kesehatan ibu maupun janin.
Namun, perawatannya umumnya mencakup beberapa hal berikut ini:
- Perubahan gaya hidup: Pada tahap awal kehamilan, dokter mungkin merekomendasikan perubahan gaya hidup yang sehat, seperti mengadopsi pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan yang sehat, dan olahraga ringan
- Pemantauan tekanan darah: Ibu hamil dengan hipertensi ringan mungkin hanya perlu pemantauan tekanan darah dan kunjungan rutin ke dokter secara rutin. Tujuannya untuk memastikan tekanan darah tetap terkontrol dan tidak membahayakan kesehatan ibu dan janin.
- Pemberian anti-hipertensi: Jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk mengendalikan tekanan darah, dokter mungkin meresepkan obat anti-hipertensi yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, salah satunya methyldopa.
Itulah informasi seputar keamanan methyldopa untuk ibu hamil. Jika ada pertanyaan lain seputar hal ini, konsultasikan dengan dokter di Halodoc.



