Ad Placeholder Image

Ambeien Perlu ke Dokter Apa? Ini Daftar Spesialisnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Ambeien ke Dokter Apa? Kenali Pilihan Spesialisnya

Ambeien Perlu ke Dokter Apa? Ini Daftar SpesialisnyaAmbeien Perlu ke Dokter Apa? Ini Daftar Spesialisnya

DAFTAR ISI


Wasir atau yang dalam istilah medis dikenal dengan hemoroid (ambeien), adalah kondisi di mana pembuluh darah vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah mengalami pembengkakan dan peradangan. Kondisi ini sangat umum terjadi, baik pada pria maupun wanita, terutama seiring bertambahnya usia, kehamilan, atau kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar.

Meskipun sering kali tidak membahayakan nyawa, wasir dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri yang luar biasa, hingga perdarahan yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan. Sayangnya, banyak orang merasa malu atau ragu untuk memeriksakan kondisi ini, sehingga mereka membiarkan wasir berkembang ke stadium yang lebih parah sebelum akhirnya mencari pertolongan medis.

Mengetahui kapan harus pergi ke dokter dan dokter spesialis apa yang tepat untuk menangani wasir adalah langkah krusial. Penanganan yang cepat dan tepat tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi serius seperti anemia akibat perdarahan kronis atau trombosis (penggumpalan darah) pada benjolan wasir.

Lantas, jika kamu mengalami keluhan ambeien, dokter spesialis wasir mana yang harus dituju? Bagaimana prosedur pemeriksaannya? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai dokter spesialis yang menangani wasir beserta pilihan pengobatannya!

Gejala Wasir yang Pantang Diabaikan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai dokter spesialis wasir, penting untuk mengenali tanda dan gejala penyakit ini. Wasir terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu wasir internal (di dalam rektum) dan wasir eksternal (di bawah kulit sekitar anus). Gejala yang muncul akan sangat bergantung pada jenis wasir yang dialami.

Pada wasir internal, penderita sering kali tidak merasakan nyeri karena area di dalam rektum memiliki sedikit saraf perasa nyeri. Tanda yang paling umum adalah adanya darah merah terang yang menetes pada tinja atau tisu toilet saat buang air besar. Namun, jika wasir internal membesar dan menonjol keluar dari anus (prolaps), hal ini bisa memicu rasa sakit dan iritasi.

Sementara itu, wasir eksternal cenderung lebih menyakitkan karena area sekitar anus memiliki banyak ujung saraf. Gejala yang sering dikeluhkan meliputi gatal hebat di sekitar anus, pembengkakan, rasa nyeri terutama saat duduk, dan adanya benjolan keras di dekat anus.

Jika kamu mengalami perdarahan dari dubur, jangan pernah mendiagnosis diri sendiri. Perdarahan bisa jadi merupakan tanda dari kondisi saluran pencernaan lain yang lebih serius, seperti polip usus atau kanker kolorektal. Oleh karena itu, segeralah mencari bantuan medis. Untuk memudahkan langkah awalmu, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna memastikan penyebab dari gejala yang kamu alami.

Dokter Spesialis Wasir: Ke Mana Harus Berobat?

Ketika gejala wasir mulai mengganggu, banyak orang kebingungan harus memeriksakan diri ke dokter mana. Penanganan wasir sebenarnya bersifat berjenjang, tergantung pada tingkat keparahan (stadium) dari wasir itu sendiri. Berikut adalah panduan dokter yang bisa kamu tuju:

1. Dokter Umum (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)

Langkah pertama yang paling bijak adalah mengunjungi dokter umum di klinik atau puskesmas terdekat. Dokter umum memiliki kompetensi untuk mendiagnosis wasir stadium awal (Stadium I dan II). Mereka akan melakukan wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik luar pada area anus, dan meresepkan obat-obatan pereda nyeri, salep wasir, serta suplemen serat.

Selain itu, dokter umum juga akan memberikan edukasi terkait perubahan gaya hidup, seperti pola makan tinggi serat dan hidrasi yang cukup. Jika wasir yang kamu alami masuk ke dalam kategori parah, dokter umum akan merujukmu ke dokter spesialis.

2. Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B)

Dokter spesialis bedah umum adalah dokter spesialis wasir utama yang sering menjadi rujukan. Jika wasir sudah mencapai Stadium III (benjolan keluar dan harus didorong masuk dengan jari) atau Stadium IV (benjolan keluar secara permanen dan tidak bisa didorong masuk), penanganan medis konservatif biasanya tidak lagi efektif.

Dokter Spesialis Bedah Umum memiliki keahlian untuk mengevaluasi kondisi wasir secara mendalam dan merekomendasikan intervensi bedah atau tindakan minimal invasif, seperti ligasi pita karet, skleroterapi, atau operasi pengangkatan wasir (hemoroidektomi).

3. Dokter Spesialis Bedah Digestif (Sp.B-KBD)

Dokter bedah digestif adalah subspesialis dari bedah umum yang memfokuskan praktiknya secara khusus pada sistem pencernaan, mulai dari kerongkongan, lambung, usus, hingga rektum dan anus. Kamu mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis bedah digestif jika kasus wasir sangat kompleks, mengalami komplikasi berat (seperti nekrosis jaringan atau fistula), atau jika ada kecurigaan bahwa gejala perdarahan rektum disebabkan oleh penyakit lain seperti radang usus (IBD) atau tumor usus.

Faktor Pemicu Wasir yang Harus Dihindari
  1. Mengejan terlalu keras: Memberikan tekanan ekstrem pada pembuluh darah rektum.
  2. Diet rendah serat: Menyebabkan feses keras dan memicu sembelit kronis.
  3. Duduk terlalu lama: Terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus.
  4. Mengangkat benda berat: Memberikan tekanan pada rongga perut yang berdampak hingga ke panggul dan anus.

Prosedur Diagnosis Wasir oleh Dokter

Saat kamu mengunjungi dokter spesialis wasir, dokter tidak hanya mendengarkan keluhanmu, tetapi juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis secara akurat. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dan menentukan stadium wasir.

1. Pemeriksaan Fisik Luar

Dokter akan meminta pasien untuk berbaring miring dengan lutut ditekuk ke arah dada. Dokter akan mengamati area sekitar anus untuk mencari tanda-tanda pembengkakan, benjolan eksternal, iritasi, pembekuan darah (trombosis), atau adanya robekan pada kulit anus (fisura ani).

2. Colok Dubur (Digital Rectal Examination)

Meskipun terdengar tidak nyaman, prosedur ini sangat cepat dan penting. Dokter akan menggunakan sarung tangan yang telah dilumasi pelumas medis (lubrikan) dan memasukkan satu jari ke dalam rektum pasien. Tujuannya adalah untuk merasakan adanya otot yang tidak normal, pembengkakan vena (wasir internal), atau massa/benjolan lain di dalam saluran anus.

3. Anoskopi atau Proktoskopi

Karena wasir internal sering kali terlalu lunak untuk dirasakan hanya melalui colok dubur, dokter mungkin akan menggunakan alat kecil berbentuk tabung yang dilengkapi cahaya (anoskop atau proktoskop). Alat ini dimasukkan beberapa sentimeter ke dalam anus, memungkinkan dokter melihat kondisi dinding bagian dalam anus dan rektum bawah secara langsung.

4. Kolonoskopi

Jika dokter mencurigai perdarahan bukan berasal dari wasir, atau pasien memiliki faktor risiko tinggi kanker usus besar (misalnya usia di atas 50 tahun atau ada riwayat keluarga dengan kanker kolon), dokter bedah digestif mungkin akan menyarankan kolonoskopi. Prosedur ini menggunakan selang panjang dan fleksibel berkamera untuk memeriksa seluruh bagian usus besar.

Pilihan Pengobatan Wasir Secara Medis

Pengobatan wasir sangat bergantung pada tingkat keparahannya. Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi peradangan, menghilangkan rasa sakit, dan mengatasi pembengkakan pembuluh darah.

1. Penanganan Konservatif dan Obat-obatan

Untuk wasir ringan, dokter biasanya akan meresepkan krim, salep, atau supositoria (obat yang dimasukkan melalui anus) yang mengandung hidrokortison atau lidocaine untuk meredakan nyeri dan gatal. Selain itu, obat pelunak feses atau suplemen serat juga sering diresepkan. Untuk memudahkanmu dalam mendapatkan pengobatan awal, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

2. Tindakan Minimal Invasif

Jika wasir internal menyebabkan perdarahan terus-menerus dan nyeri, dokter spesialis bedah mungkin akan melakukan prosedur tanpa pembedahan besar yang bisa dilakukan di ruang praktik, seperti:

  • Ligasi Pita Karet (Rubber Band Ligation): Dokter mengikatkan satu atau dua pita karet khusus di dasar wasir internal untuk memotong aliran darah. Dalam beberapa hari, wasir akan layu dan terlepas dengan sendirinya.
  • Skleroterapi: Dokter menyuntikkan larutan bahan kimia khusus ke dalam jaringan wasir untuk menyusutkannya.
  • Koagulasi (Inframerah atau Laser): Menggunakan panas dari sinar laser atau inframerah untuk membakar dan mengerutkan wasir internal yang berukuran kecil dan menonjol.

3. Operasi Wasir (Pembedahan)

Hanya sebagian kecil penderita wasir yang membutuhkan tindakan operasi besar. Operasi dilakukan jika prosedur lain tidak berhasil atau penderita memiliki wasir eksternal yang sangat besar dan wasir internal yang prolaps parah. Prosedur bedah meliputi:

  • Hemoroidektomi: Ini adalah cara paling efektif dan tuntas untuk mengatasi wasir parah. Dokter bedah akan memotong dan mengangkat jaringan ekstra yang menyebabkan perdarahan dan benjolan.
  • Hemorrhoidopexy (Stapled Hemorrhoidectomy): Prosedur ini menggunakan alat khusus seperti stapler untuk menjepit wasir yang keluar kembali ke tempat asalnya di dalam rektum dan memutus aliran darah ke benjolan tersebut. Rasa sakit pasca-operasi prosedur ini umumnya lebih ringan dibanding hemoroidektomi konvensional.

Studi Terkait Penanganan Wasir

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah ulasan studi komprehensif terkait pendekatan bedah dan non-bedah untuk penyakit hemoroid. Studi tersebut menjelaskan bahwa prevalensi wasir sangat tinggi secara global dan sering kali tidak dilaporkan karena rasa malu dari pasien.

Studi ini menyimpulkan bahwa perubahan diet tinggi serat dan asupan cairan yang adekuat adalah pilar utama pengobatan di semua stadium wasir. Sementara itu, untuk prolaps wasir stadium III dan IV, tindakan bedah operatif seperti hemoroidektomi eksisional masih menjadi standar emas (gold standard) karena memiliki tingkat kekambuhan yang paling rendah, meskipun waktu pemulihannya membutuhkan perhatian ekstra.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hemorrhoids: Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hemorrhoids: Diagnosis and Treatment.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Hemorrhoids.
World Health Organization (WHO) & NCBI. Diakses pada 2024. Management of Hemorrhoidal Disease.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Mengenal Hemoroid (Wasir) dan Cara Penanganannya.

FAQ

1. Dokter spesialis wasir itu dokter apa?

Untuk penanganan awal, kamu bisa ke Dokter Umum. Namun, untuk kasus wasir yang parah, sudah keluar benjolan, atau memerlukan operasi, dokter spesialis yang tepat adalah Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B) atau Dokter Spesialis Bedah Digestif (Sp.B-KBD).

2. Kapan wasir harus segera dioperasi?

Wasir harus dioperasi jika sudah mencapai stadium III (benjolan harus dimasukkan dengan bantuan jari) atau stadium IV (benjolan menetap di luar dan tidak bisa dimasukkan sama sekali), sering mengalami perdarahan hebat yang memicu anemia, atau terjadi trombosis (darah membeku di dalam benjolan wasir) yang menyebabkan nyeri tak tertahankan.

3. Apakah wasir bisa sembuh sendiri tanpa ke dokter?

Wasir dengan ukuran kecil dan gejala ringan (stadium awal) terkadang bisa mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu dengan menerapkan gaya hidup sehat. Caranya dengan makan makanan tinggi serat, banyak minum air putih, dan berendam air hangat (sitz bath). Namun, wasirnya sendiri tidak benar-benar “hilang” melainkan peradangannya yang mereda.

4. Apa bedanya wasir dalam dan wasir luar?

Wasir dalam (internal hemorrhoid) terjadi di dalam rektum sehingga biasanya tidak terlihat dari luar dan tidak terasa sakit, namun sering menyebabkan perdarahan saat BAB. Sedangkan wasir luar (external hemorrhoid) terbentuk di bawah kulit sekitar anus, sangat terlihat, dan terasa sangat gatal, nyeri, dan tidak nyaman saat duduk.