• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ampuh Pangkas Lemak, Coba Lakukan Latihan Kekuatan

Ampuh Pangkas Lemak, Coba Lakukan Latihan Kekuatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Meskipun biasanya olahraga kardio sering direkomendasikan untuk membakar kalori dan lemak, tapi latihan kekuatan repetisi tinggi juga bisa jadi pilihan. Latihan kekuatan yang diprogram dengan baik bisa meningkatkan metabolisme hingga 38 jam setelah latihan. Artinya, tubuh terus membakar kalori setelah latihan kekuatan dilakukan.

Sedangkan jika melakukan olahraga kardio, pembakaran kalori berhenti usai berolahraga. Latihan kekuatan yang dikombinasikan dengan diet dan kardio membakar lemak jauh lebih banyak dibanding olahraga kardio dan diet saja. Latihan seperti ini menyebabkan banyak growth hormone dalam tubuh. Growth hormone (GH) adalah hormon penghilang lemak yang kuat dan anabolik yang sangat ringan. 

Baca juga: 6 Gerakan Olahraga ala Gym yang Bisa Dilakukan di Rumah

Latihan Kekuatan untuk Membakar Lemak

Latihan kekuatan dirancang khusus untuk membangun atau mempertahankan massa otot. Semakin banyak otot yang kamu miliki, semakin cepat metabolisme, dan semakin banyak kalori dan lemak yang akan dibakar oleh tubuh. Jenis tubuh dan tingkat keahlian kamu dalam latihan menentukan berapa banyak beban yang harus kamu angkat dan berapa lama durasinya. 

Jika kamu lebih mahir, lakukan dengan mengangkat beban yang lebih berat. Sedangkan jika baru memulainya, mulailah dengan beban yang lebih ringan. Kemudian, tambahkan beban secara bertahap setelah menguasai semua gerakan sendiri. 

Untuk menurunkan berat badan, kamu harus membakar lebih banyak kalori dibanding yang kamu konsumsi. Hal ini penting untuk membangun otot dalam jangka panjang. 

Penting untuk mengkombinasikan olahraga kardio dan latihan kekuatan dalam rencana penurunan berat badan agar sukses. Idealnya, latihan kekuatan dilakukan tiga sampai empat kali seminggu selama 45 sampai 60 menit. Latihan kekuatan juga memberi tubuh kemampuan untuk bertahan lebih lama selama latihan aerobik. Semakin kuat tubuh, semakin sedikit usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan latihan. 

Baca juga: 6 Gerakan Olahraga ala Gym yang Bisa Dilakukan di Rumah

Artinya, kamu bisa meningkatkan kinerja dalam olahraga berbasis kardio. Dengan memiliki kekuatan, kamu bisa berlari lebih cepat dan lama, yang tentu akan membakar kalori lebih banyak pula. Jadi, kamu tidak perlu meninggalkan olahraga kardio, cukup lakukan latihan kekuatan beberapa kali seminggu saja. 

Namun, selalu ingat untuk memberikan waktu istirahat pada tubuh setelah latihan secara habis-habisan. Istirahat sama pentingnya untuk tubuh. Saat otot kelelahan, pada dasarnya tubuh sedang menghancurkan serat otot. Agar otot kembali bangun, kamu harus memberinya waktu untuk pemulihan. 

Akan Lebih Banyak Otot

Memiliki lebih banyak otot tanpa lemak berarti tubuh akan membakar lebih banyak kalori saat istirahat. Memiliki lebih banyak otot akan meningkatkan laju metabolisme dasar harian. Massa otot adalah jaringan yang secara metabolik lebih “berharga”. Semakin banyak otot, maka kamu memiliki lebih banyak kalori yang dibakar sepanjang hari. 

Baca juga: Dosis Olahraga yang Dianjurkan agar Tetap Sehat

Dengan membangun lebih banyak otot, kinerja metabolisme lebih prima dari sebelumnya. Jangan panik jika kamu melihat hasil timbangan yang masih sama dari sebelumnya atau bertambah naik. Karena yang bertambah bukanlah lemak, melainkan massa otot. Cobalah mengujinya dengan mengenakan pakaian, pasti terasa lebih fit atau pas. 

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai latihan kekuatan untuk mengurangi lemak. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat latihan kekuatan dan cara melakukannya secara tepat, kamu bisa berdiskusi lebih banyak dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Self. Diakses pada 2020. Why Strength Training Is The Workout You Need To Do If You’re Trying To Lose Weight
BodyBuilding. Diakses pada 2020. Strength Training For Fat Loss: Building A Bigger Engine!
Health. Diakses pada 2020. How to Shed Fat With Strength Training