• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Balita Juga Bisa Cemas, Ketahui 4 Jenisnya

Anak Balita Juga Bisa Cemas, Ketahui 4 Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tahukah ibu jika gangguan kecemasan bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja? Kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak, yang dapat terjadi terus-menerus dan berlangsung dalam waktu yang lama jika tidak ditangani dengan tepat. Jika sudah terlanjur terjadi, maka gangguan kecemasan akan berujung pada tumbuh kembang anak. Ibu, ketahui jenis-jenisnya berikut ini!

Baca juga: Ini Perbedaan Gangguan Panik pada Anak Vs Orang Dewasa

  • Generalized Anxiety Disorder

Gangguan kecemasan pada anak yang pertama ditandai dengan gelisah, sulit berkonsentrasi, sulit tidur dan beristirahat, mengalami otot tegang, serta Si Kecil selalu terlihat kelelahan. Hal-hal tersebut merupakan tanda jika Si Kecil mengidap generalize anxiety disorder (GAD) yang merupakan gangguan kecemasan kronis yang cenderung terjadi secara tidak terkendali.

Anak dengan gangguan kecemasan yang satu ini akan merasa sangat gelisah meskipun mereka sedang tidak berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Anak dengan gangguan kecemasan GAD cenderung tidak mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya pada orang lain, termasuk orangtuanya.

  • Separation Anxiety Disorder

Anak dengan gangguan kecemasan ini biasanya akan berlangsung saat mereka berusia tiga tahun, yang ditandai dengan rasa cemas ketika berpisah dengan orangtua atau pengasuh. Sebenarnya hal ini wajar terjadi di masa tumbuh kembang anak, tapi pada sebagian anak, kondisi ini merupakan hal yang sangat serius.

Separation anxiety disorder (SAD) yang serius pada anak akan ditandai dengan menangis hebat walau hanya ditinggal ke kamar kecil sebentar saja. Ketika dibiarkan, ibu bisa saja sulit untuk melakukan aktivitas lainnya, serta sulit berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Kecemasan Anak Diwarisi Orang Tua, Kok Bisa?

  • Selective Mutism

Anak dengan gangguan kecemasan selanjutnya akan ditandai dengan tidak mau berkomunikasi pada situasi atau orang tertentu, meskipun mereka mampu melakukannya. Hal tersebut dicontohkan ketika mereka menutup diri di sekolah dan tidak ingin berkomunikasi pada siapapun. Padahal, saat di rumah, mereka adalah anak yang sangat aktif. 

Menutup diri dengan lingkungan selain di rumah adalah respon dari rasa cemas dan takut saat menghadapi situasi sosial tertentu. Gangguan kecemasan pada anak yang satu ini paling sering ditemui pada anak berusia 5 tahun, yang dapat menjadi penghambat tumbuh kembang anak kedepannya.

  • Fobia

Gangguan kecemasan pada anak selanjutkan ditandai dengan rasa gugup ketika mereka bertemu orang lain, terutama orang asing, atau orang yang penting menurut merea. Sebenarnya wajar saja hal tersebut terjadi, tapi ketika selalu merasa gugup dan takut dalam lingkungan sosial baru, hal tersebut menandakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak.

Baca juga: 5 Ciri Alami Gangguan Kecemasan Sosial

Ibu perlu mengetahui serangkaian gejala dan jenis-jenis gangguan kecemasan pada anak. Perhatikan apakah anak memiliki salah satu tanda dari beberapa tipe gangguan kecemasan tersebut. Jika iya, cobalah untuk mengajaknya berdiskusi dari hati ke hati. Jika cara tersebut tidak berhasil, jangan ragu untuk berdiskusi dengan psikolog anak di aplikasi Halodoc, ya!

Gangguan kecemasan merupakan suatu perasaan yang wajar. Namun, ketika hal tersebut terjadi terus-menerus tanpa alasan, gangguan kecemasan bisa saja menggerogoti tubuh dan hal tersebut bukanlah gangguan kecemasan biasa.  Pasalnya, cemas berlebihan merupakan salah satu indikasi bentuk gangguan mental. 

Referensi:

Kids Health. Diakses pada 2020. Anxiety Disorders.

AADA. Diakses pada 2020. Childhood Anxiety Disorders.

Psycom. Diakses pada 2020. 6 Types of Anxiety that Can Affect Children.