Ad Placeholder Image

Anak Kejang Tapi Tidak Panas? Waspada! Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Anak Kejang Tapi Tidak Panas? Ini Penyebab & Cara Atasi!

Anak Kejang Tapi Tidak Panas? Waspada! Ini PenyebabnyaAnak Kejang Tapi Tidak Panas? Waspada! Ini Penyebabnya

Anak Kejang Tapi Tidak Panas: Kapan Harus Waspada?

Kejang pada anak, apalagi jika tidak disertai demam, bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi orang tua. Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera karena dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.

Kejang tanpa demam berbeda dengan kejang demam biasa yang sering terjadi pada anak-anak. Kejang tanpa demam sering kali terkait dengan gangguan pada sistem saraf pusat atau otak.

Kapan Kejang pada Anak Menjadi Kondisi Darurat?

Setiap kejang pada anak tanpa demam harus dianggap sebagai kondisi darurat medis. Penting untuk segera mencari pertolongan medis, terutama jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Anak mengalami kesulitan bernapas.
  • Kejang terjadi berulang kali dalam waktu singkat.
  • Anak tidak sadar setelah kejang berhenti.

Penyebab Kejang pada Anak Tanpa Demam

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kejang pada anak tanpa disertai demam, antara lain:

  • Epilepsi: Gangguan kronis pada otak yang menyebabkan kejang berulang. Kejang bisa berupa gerakan tak terkontrol seluruh tubuh atau hanya tatapan kosong.
  • Infeksi Otak: Meningitis (infeksi pada selaput otak) atau ensefalitis (infeksi pada otak) dapat memicu kejang.
  • Cedera Kepala: Benturan atau trauma pada kepala dapat menyebabkan kerusakan otak dan memicu kejang.
  • Gangguan Metabolik: Kadar gula darah rendah (hipoglikemia) atau ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat menyebabkan kejang.
  • Kekurangan Oksigen: Kondisi yang menyebabkan otak kekurangan oksigen (hipoksia) juga dapat memicu kejang.
  • Kelainan Bawaan Otak: Beberapa kelainan struktur otak sejak lahir dapat meningkatkan risiko kejang.

Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang

Saat anak mengalami kejang, penting untuk tetap tenang dan melakukan tindakan pertolongan pertama yang tepat:

  • Tetap Tenang: Panik hanya akan memperburuk situasi.
  • Amankan Anak: Baringkan anak di tempat yang aman dan rata, jauh dari benda-benda berbahaya.
  • Miringkan Tubuh: Posisikan anak miring ke satu sisi untuk mencegah tersedak jika muntah.
  • Jangan Menahan: Jangan mencoba menahan gerakan kejang anak.
  • Jangan Memasukkan Benda ke Mulut: Tindakan ini berbahaya dan dapat melukai anak.
  • Perhatikan dan Catat: Amati dan catat durasi kejang serta jenis gerakan yang terjadi. Informasi ini penting bagi dokter.
  • Segera ke IGD: Bawa anak ke rumah sakit terdekat setelah kejang berhenti atau jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

Diagnosis Kejang pada Anak

Untuk mengetahui penyebab kejang pada anak, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan Fisik dan Neurologis: Untuk menilai kondisi umum anak dan fungsi sarafnya.
  • EEG (Elektroensefalogram): Merekam aktivitas listrik otak untuk mendeteksi adanya gangguan.
  • CT Scan atau MRI Otak: Untuk melihat struktur otak dan mendeteksi kelainan seperti infeksi, tumor, atau cedera.
  • Pemeriksaan Darah dan Urine: Untuk memeriksa kadar gula darah, elektrolit, dan kemungkinan infeksi.

Penanganan Kejang pada Anak

Penanganan kejang pada anak akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Obat Anti-Kejang: Digunakan untuk mengontrol kejang pada anak dengan epilepsi.
  • Pengobatan Infeksi: Jika kejang disebabkan oleh infeksi otak, akan diberikan antibiotik atau antivirus.
  • Terapi Fisik atau Okupasi: Mungkin diperlukan jika kejang menyebabkan gangguan motorik atau kognitif.

Kapan Harus ke Halodoc?

Kejang pada anak tanpa demam adalah kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc jika anak mengalami kejang, terutama jika ini adalah pengalaman pertama atau jika kejang berlangsung lama. Dokter dapat memberikan saran medis yang tepat dan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.