Mata Berdarah Anak: Seringnya Aman, Kapan Waspada?

Mata Berdarah pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus Waspada
Melihat mata anak memerah atau seperti berdarah tentu bisa membuat orang tua khawatir. Namun, sebagian besar kasus mata berdarah pada anak, khususnya yang tampak seperti bercak merah terang pada bagian putih mata, umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini sering disebut sebagai perdarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah kecil di selaput bening yang melapisi bagian putih mata atau konjungtiva. Meskipun terlihat menakutkan, kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya.
Penting bagi orang tua untuk memahami penyebabnya dan mengenali tanda-tanda kapan kondisi ini memerlukan perhatian medis segera. Informasi ini akan membantu mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan mata anak.
Apa Itu Perdarahan Subkonjungtiva?
Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi ketika satu atau lebih pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva pecah. Konjungtiva adalah lapisan tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata. Karena konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, darah terperangkap di bawahnya dan terlihat sebagai bercak merah terang di mata.
Meskipun warnanya intens, perdarahan ini tidak menyebabkan rasa sakit atau gangguan penglihatan. Bercak merah akan memudar dan menghilang secara bertahap dalam satu hingga dua minggu.
Penyebab Mata Berdarah Anak
Mata berdarah pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari yang ringan hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis. Pemahaman tentang penyebab ini membantu orang tua untuk tidak panik dan mengambil langkah yang benar.
Penyebab Umum yang Biasanya Tidak Berbahaya
- Tekanan Berlebih
Aktivitas yang meningkatkan tekanan di kepala dan dada dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil di mata. Ini termasuk batuk atau bersin yang sangat kuat, muntah berulang, mengejan saat buang air besar, atau bahkan menangis terlalu kencang. Pembuluh darah di mata anak relatif lebih rapuh.
- Cedera Ringan pada Mata
Gesekan mata yang kasar atau tidak sengaja terbentur benda tumpul ringan juga bisa menyebabkan perdarahan subkonjungtiva. Anak-anak yang aktif seringkali mengalami benturan kecil tanpa disadari orang tua.
Penyebab Lain yang Memerlukan Perhatian Lebih
- Trauma Mata yang Signifikan
Benturan keras pada mata, terkena benda tajam, atau masuknya benda asing ke mata bisa menyebabkan perdarahan yang lebih serius. Kondisi ini mungkin tidak hanya melibatkan konjungtiva tetapi juga bagian mata lain.
- Gangguan Pembekuan Darah
Dalam kasus yang jarang, perdarahan mata bisa menjadi indikasi adanya masalah medis yang mendasari, seperti gangguan pembekuan darah atau kelainan pembuluh darah. Kondisi ini sering disertai dengan perdarahan di area tubuh lain.
- Infeksi Mata atau Peradangan
Beberapa jenis infeksi atau peradangan parah pada mata juga dapat menyebabkan iritasi pembuluh darah hingga pecah. Namun, ini biasanya disertai gejala lain seperti bengkak, nyeri, atau keluarnya cairan dari mata.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak perlu segera diperiksa oleh dokter mata:
- Mata anak berdarah disertai nyeri hebat pada mata atau di sekitarnya.
- Terjadi gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
- Perdarahan tidak membaik atau justru semakin memburuk setelah beberapa hari.
- Ada perubahan bentuk pada bola mata atau pupil.
- Keluar cairan abnormal atau nanah dari mata.
- Mata berdarah disertai gejala lain seperti demam, memar di area tubuh lain, atau pendarahan dari hidung/gusi.
- Orang tua tidak yakin dengan penyebab perdarahan atau merasa sangat khawatir.
Penanganan Awal dan Pencegahan
Jika perdarahan subkonjungtiva pada anak tidak disertai gejala serius, orang tua bisa melakukan beberapa hal:
- Observasi
Pantau kondisi mata anak dan perhatikan apakah ada perubahan atau gejala lain yang muncul. Perdarahan subkonjungtiva biasanya akan memudar dan menghilang sendiri.
- Hindari Menggosok Mata
Pastikan anak tidak menggosok-gosok matanya karena dapat memperparah iritasi atau cedera.
Untuk pencegahan, orang tua dapat melakukan beberapa upaya:
- Jaga kebersihan tangan anak untuk mengurangi risiko infeksi mata.
- Lindungi mata anak dari trauma, terutama saat bermain atau beraktivitas yang berisiko.
- Segera obati kondisi seperti batuk kronis, alergi, atau sembelit yang dapat menyebabkan mengejan berlebihan.
Kesimpulan
Mata berdarah pada anak, khususnya perdarahan subkonjungtiva, sebagian besar merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, penting untuk tetap waspada terhadap gejala penyerta yang mungkin menunjukkan adanya masalah serius. Jika orang tua ragu atau menemukan tanda-tanda bahaya, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter mata.
Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat terkait kondisi mata anak, segera konsultasi dengan dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan memberikan evaluasi profesional dan rekomendasi medis berdasarkan kondisi anak.



