Ad Placeholder Image

Anak Panas Malam, Siang Tidak? Kenapa Ya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Mei 2026

Anak Panas Malam Saja? Ini Lho Alasannya!

Anak Panas Malam, Siang Tidak? Kenapa Ya?Anak Panas Malam, Siang Tidak? Kenapa Ya?

Mengapa Anak Panas di Malam Hari Tapi Tidak di Siang Hari?

Kondisi anak mengalami demam di malam hari namun tidak di siang hari seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Fenomena ini sebenarnya cukup umum dan dapat dijelaskan oleh beberapa faktor fisiologis maupun kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya penting untuk memberikan penanganan yang tepat.

Suhu tubuh anak dapat meningkat di malam hari karena adanya ritme sirkadian tubuh, penurunan kadar hormon kortisol, efek obat penurun panas yang habis, dehidrasi ringan, atau bahkan infeksi tertentu yang gejalanya lebih terasa saat istirahat. Selain itu, kurangnya distraksi di malam hari juga membuat anak lebih peka terhadap rasa tidak nyaman.

Penyebab Anak Panas di Malam Hari Tapi Tidak di Siang Hari

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa mengalami demam yang cenderung naik di malam hari. Berikut adalah penjelasan detail mengenai penyebab-penyebab tersebut.

Ritme Sirkadian Tubuh dan Hormon

Tubuh manusia memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk suhu inti tubuh. Secara alami, suhu tubuh cenderung sedikit naik di sore hingga malam hari dan mencapai puncaknya menjelang tidur.

Selain itu, hormon kortisol, yang memiliki sifat anti-inflamasi, berada pada tingkat terendah di malam hari. Penurunan hormon ini dapat membuat respons peradangan atau infeksi lebih terasa, sehingga demam akibat peradangan mungkin lebih intens di malam hari.

Efek Obat Penurun Panas yang Mulai Habis

Jika anak telah minum obat penurun panas di siang hari, efek obat tersebut mungkin mulai habis menjelang malam. Ketika efek obat mereda, suhu tubuh yang sebenarnya tinggi akibat infeksi atau peradangan dapat kembali naik dan terdeteksi sebagai demam.

Hal ini wajar terjadi, dan orang tua perlu memantau kembali suhu tubuh anak secara berkala. Pemberian dosis obat yang tepat waktu sangat penting untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Dehidrasi Ringan Saat Tidur

Selama tidur, anak mungkin tidak minum cairan selama berjam-jam. Dehidrasi ringan, atau kekurangan cairan tubuh, dapat menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat.

Tubuh memerlukan cairan untuk mengatur suhu. Oleh karena itu, memastikan anak cukup minum sebelum tidur dapat membantu mencegah kenaikan suhu akibat dehidrasi.

Infeksi yang Gejalanya Lebih Terasa di Malam Hari

Beberapa jenis infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas atau tipes, seringkali menunjukkan gejala demam yang lebih dominan di malam hari. Hal ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja lebih aktif saat istirahat.

Saat tubuh beristirahat, energi dialihkan untuk melawan infeksi, dan salah satu responsnya adalah demam. Gejala lain dari infeksi ini juga mungkin baru muncul sepenuhnya di malam hari.

Kurangnya Distraksi di Malam Hari

Di siang hari, anak cenderung aktif bermain dan memiliki banyak distraksi. Aktivitas ini dapat mengalihkan perhatian anak dari rasa tidak nyaman atau demam ringan yang mungkin dialami.

Namun, di malam hari, saat anak hendak tidur atau sudah beristirahat, tidak ada lagi distraksi. Rasa tidak nyaman atau panas tubuh menjadi lebih disadari dan terasa lebih mengganggu bagi anak.

Kapan Harus Waspada dan Mencari Bantuan Medis

Meskipun demam di malam hari adalah hal yang umum, orang tua perlu waspada jika demam disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Segera cari bantuan medis jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Demam tinggi (di atas 39°C) pada anak di bawah 3 bulan.
  • Demam disertai kejang.
  • Sulit bernapas atau napas cepat.
  • Kulit pucat, kebiruan, atau muncul ruam.
  • Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
  • Sangat lemas atau tidak responsif.
  • Muntah terus-menerus atau diare parah.
  • Nyeri hebat pada bagian tubuh tertentu.

Langkah Penanganan Awal di Rumah

Jika demam anak tidak disertai gejala berat, orang tua dapat melakukan beberapa langkah penanganan awal di rumah.

  • Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, seperti air putih, sup, atau jus buah.
  • Pastikan anak beristirahat yang cukup.
  • Kenakan pakaian tipis dan jaga suhu kamar tetap nyaman.
  • Kompres air hangat pada dahi atau lipatan tubuh anak.
  • Berikan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau apoteker, jika diperlukan.

Pencegahan Demam pada Anak

Meskipun tidak semua demam dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak. Praktikkan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan secara teratur.

Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Berikan nutrisi yang seimbang dan dorong anak untuk istirahat yang cukup. Hindari paparan terhadap orang yang sedang sakit.

Kesimpulan

Demam pada anak yang naik di malam hari dan mereda di siang hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ritme sirkadian tubuh hingga adanya infeksi. Pemantauan ketat dan pemahaman terhadap gejala yang menyertai sangat penting.

Jika orang tua khawatir atau jika demam disertai gejala serius, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, orang tua dapat terhubung dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat secara cepat dan akurat.