Ad Placeholder Image

Anak Panas Turun Lalu Naik Lagi? Ini Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 Mei 2026

Anak Panas Turun Lalu Naik Lagi? Ini Penyebab & Solusinya!

Anak Panas Turun Lalu Naik Lagi? Ini Penyebab dan SolusinyaAnak Panas Turun Lalu Naik Lagi? Ini Penyebab dan Solusinya

DAFTAR ISI


Melihat anak mengalami demam tentu membuat setiap orang tua merasa khawatir. Namun, kondisi yang seringkali membingungkan adalah ketika anak panas turun lalu naik lagi. Pola demam yang berfluktuasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari siklus kerja obat yang sudah habis hingga adanya infeksi virus atau bakteri tertentu yang memiliki karakteristik demam “pelana kuda” atau bifasik.

Kondisi demam naik turun pada anak sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang sedang melawan agen infeksi. Suhu tubuh meningkat untuk menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi virus atau bakteri. Namun, jika suhu turun setelah diberikan obat dan kemudian melonjak kembali dengan cepat, orang tua perlu memperhatikan gejala penyerta lainnya untuk memastikan apakah ini merupakan tanda penyakit serius seperti demam berdarah (DBD) atau sekadar infeksi virus umum.

Penting bagi kamu untuk tetap tenang namun waspada dalam memantau kondisi si kecil. Penanganan yang tepat, pemberian cairan yang cukup, serta penggunaan obat penurun panas yang sesuai dosis sangat krusial dalam masa ini. Jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika suhu tubuh si kecil mencapai 39 derajat Celsius atau anak tampak sangat lemas.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang bisa membantu meredakan demam si kecil? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Penurun Panas Anak yang Ampuh

Berikut adalah beberapa produk yang sering direkomendasikan oleh tenaga medis untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak dan memberikan rasa nyaman saat demam melanda.

1. Sanmol Syrup 60 ml

Sanmol Syrup mengandung bahan aktif Paracetamol yang bekerja sebagai antipiretik (penurun panas) dan analgesik (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan menghambat pusat pengatur panas di hipotalamus sehingga suhu tubuh dapat kembali normal. Produk ini sangat umum digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala dan nyeri saat tumbuh gigi pada anak.

Manfaat utamanya adalah menurunkan demam yang menyertai flu, pilek, atau pasca imunisasi. Tekstur sirupnya disukai anak-anak karena memiliki rasa yang manis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 5 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun: 5 ml – 10 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-9 tahun: 10 ml – 15 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Anak 9-12 tahun: 15 ml – 20 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan pastikan menggunakan sendok takar yang tersedia.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Tempra Drops 15 ml

Tempra Drops diformulasikan khusus untuk bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Kandungan aktifnya adalah Paracetamol murni yang sangat efektif menurunkan suhu tubuh bayi saat demam. Keunggulan produk ini adalah konsentrasi obatnya yang tinggi dalam volume kecil, sehingga lebih mudah diberikan kepada bayi yang sulit menelan banyak cairan.

Manfaatnya mencakup meredakan demam pasca vaksinasi dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat nyeri tubuh saat sakit. Dilengkapi dengan penetes (dropper) untuk akurasi dosis yang lebih baik.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi di bawah 3 bulan: Sesuai petunjuk dokter.
  • Bayi 3-9 bulan: 0.8 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Bayi 10-24 bulan: 1.2 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Pastikan untuk tidak melebihi dosis yang dianjurkan dalam 24 jam.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Penting Diperhatikan Saat Anak Demam
  1. Pantau asupan cairan anak agar tidak terjadi dehidrasi.
  2. Gunakan pakaian tipis yang menyerap keringat.
  3. Pastikan suhu ruangan tetap sejuk namun tidak dingin berlebihan.

3. Proris Sirup 60 ml

Proris Sirup mengandung Ibuprofen yang merupakan golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Berbeda dengan Paracetamol, Ibuprofen tidak hanya menurunkan panas tetapi juga memiliki efek antiperadangan yang kuat. Obat ini sering digunakan jika demam pada anak cukup tinggi atau tidak kunjung turun dengan paracetamol biasa.

Manfaat utamanya adalah meredakan nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam tinggi. Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim prostaglandin yang memicu rasa sakit dan panas di dalam tubuh.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 2.5 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Anak 3-7 tahun: 5 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Anak 8-12 tahun: 10 ml, sebanyak 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Sebaiknya diberikan sesudah makan untuk menghindari iritasi lambung.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Bye Bye Fever Anak 1 Lembar

Bye Bye Fever adalah plester kompres demam yang menggunakan teknologi hydrogel. Produk ini bekerja dengan cara menyerap panas dari permukaan kulit melalui proses penguapan air dalam gel, sehingga memberikan efek dingin instan yang bertahan hingga 10 jam. Plester ini sangat nyaman karena memiliki daya rekat yang kuat namun lembut di kulit anak.

Manfaatnya adalah membantu memberikan rasa nyaman dan membantu menurunkan suhu tubuh secara fisik sebagai pendamping obat minum. Produk ini juga aman digunakan bersamaan dengan obat penurun panas oral.

Dosis dan aturan pakai:

  • Tempelkan pada dahi, leher, atau ketiak yang sudah dibersihkan.
  • Hanya untuk sekali pakai. Ganti jika efek dingin sudah hilang.

Produk ini termasuk alat kesehatan dan aman digunakan untuk anak-anak.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Bye Bye Fever Anak 1 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

5. Hansaplast Cooling Patch 2 Lembar

Hansaplast Cooling Patch adalah plester gel pendingin yang dirancang untuk membantu menurunkan suhu tubuh saat anak demam atau cuaca panas. Teknologi gelnya mampu memberikan rasa dingin terus menerus hingga 8 jam. Kelebihannya adalah bahannya yang lembut dan tidak menimbulkan alergi pada kulit sensitif si kecil.

Manfaatnya sangat terasa saat anak gelisah karena suhu tubuh yang tinggi, membantu mereka untuk tidur lebih nyenyak. Produk ini praktis dibawa bepergian dalam kotak P3K.

Dosis dan aturan pakai:

  • Lepaskan lapisan plastik transparan dan tempelkan pada dahi.
  • Simpan di tempat sejuk, tidak perlu di dalam freezer (cukup di kulkas bagian bawah untuk efek lebih dingin).

Produk ini termasuk alat kesehatan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan produk ini dengan cepat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hansaplast Cooling Patch 2 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Anak Panas Turun Lalu Naik Lagi

Mengapa suhu tubuh anak bisa berfluktuasi? Berikut adalah beberapa penyebab medis yang paling sering ditemukan:

1. Efek Obat Penurun Panas yang Mulai Habis

Ini adalah penyebab paling umum. Obat seperti Paracetamol biasanya memiliki masa kerja 4 hingga 6 jam, sementara Ibuprofen sekitar 6 hingga 8 jam. Ketika metabolisme obat di dalam tubuh selesai, pusat pengatur suhu di otak mungkin akan kembali menaikkan suhu jika infeksi yang mendasarinya belum teratasi sepenuhnya. Itulah sebabnya anak tampak segar setelah minum obat, namun panas kembali setelah beberapa jam.

2. Fase Demam Berdarah Dengue (DBD)

Kondisi anak panas turun lalu naik lagi sangat identik dengan pola “pelana kuda” pada penyakit DBD. Pada hari ke-3 hingga ke-5, panas biasanya akan turun secara drastis (fase kritis). Banyak orang tua mengira anak sudah sembuh, padahal di fase inilah risiko perdarahan dan syok paling tinggi. Setelah melewati masa kritis, suhu tubuh mungkin akan naik kembali (fase penyembuhan).

3. Infeksi Virus Biphasic

Beberapa virus, seperti virus influenza atau Roseola Infantum, memiliki pola serangan dua fase. Di fase awal, anak mengalami demam tinggi selama 3 hari. Kemudian suhu normal selama satu hari, lalu panas naik lagi disertai munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Ini adalah perjalanan alami dari infeksi virus tersebut.

4. Kurang Cairan (Dehidrasi)

Saat demam, tubuh mengeluarkan banyak cairan melalui keringat dan pernapasan yang lebih cepat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh akan kesulitan mengatur suhu internalnya, yang menyebabkan suhu tubuh tetap tinggi atau naik turun dengan cepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun demam naik turun seringkali hanya merupakan gejala infeksi ringan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu segera membawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat:

  • Anak berusia di bawah 3 bulan dengan suhu di atas 38 derajat Celsius.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari berturut-turut.
  • Muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti frekuensi buang air kecil menurun, mulut kering, atau tidak ada air mata saat menangis.
  • Anak mengalami kejang demam.
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan.
  • Anak sulit dibangunkan atau tampak sangat lemas.

Studi Mengenai Demam pada Anak

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa manajemen demam pada anak harus lebih berfokus pada kenyamanan anak (child’s comfort) daripada sekadar mengejar angka suhu normal pada termometer.

Studi ini menekankan bahwa penggunaan kombinasi antara terapi farmakologis (obat-obatan) dan non-farmakologis (seperti kompres dan hidrasi) terbukti lebih efektif dalam mengurangi kecemasan orang tua dan mempercepat pemulihan kenyamanan anak. Pemberian cairan yang adekuat tetap menjadi pilar utama dalam menangani demam yang berfluktuasi.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap infeksi. Pantau selalu pola makan dan aktivitas si kecil selama masa demam.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Fever in Children: When to worry.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Fever in Infants and Children.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Management of fever in children with fever.
IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Diakses pada 2026. Penanganan Demam pada Anak.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2026. Biphasic Fever Patterns in Viral Infections.

FAQ

1. Kenapa anak panas turun lalu naik lagi setelah minum obat?

Hal ini biasanya terjadi karena durasi kerja obat penurun panas telah habis, sementara tubuh masih berjuang melawan infeksi yang ada di dalam. Paracetamol umumnya bekerja selama 4-6 jam saja.

2. Apakah demam naik turun selalu tanda DBD?

Tidak selalu, namun pola demam pelana kuda memang merupakan ciri khas DBD. Perhatikan tanda lain seperti nyeri di belakang mata, mual, atau bintik merah untuk memastikannya melalui pemeriksaan laboratorium.

3. Amankah memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bergantian?

Pemberian selang-seling antara paracetamol dan ibuprofen terkadang dilakukan atas saran dokter untuk demam tinggi yang bandel, namun tidak dianjurkan dilakukan secara mandiri tanpa dosis yang tepat dari medis.

4. Berapa suhu normal anak?

Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius. Anak dikatakan demam jika suhu ketiaknya melebihi 37,5 atau suhu rektal melebihi 38 derajat Celsius.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti demam anak yang naik turun, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.