
Anak Perempuan Lebih Rentan Idap PTSD, Mitos atau Fakta?
“Wanita maupun anak perempuan lebih rentan alami PTSD dibandingkan laki-laki. Pada sebuah penelitian, skor PTSD ditemukan semakin meningkat pada wanita.”

Halodoc, Jakarta – Anak perempuan maupun wanita memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena gangguan stres pasca trauma (PTSD) dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menjelaskan perbedaaan ini, baik faktor psikososial dan biologis.
Melansir jurnal yang diterbitkan di PubMed Central, prevalensi PTSD seumur hidup adalah sekitar 10-12 persen pada wanita, sedangkan 5-6 persen pada pria. Terdapat perbedaan antara jenis kelamin untuk gangguan (komorbid) seperti depresi berat dan gangguan kecemasan. Menurut studi skor PTSD ditemukan semakin meningkat pada wanita.
Alasan Anak Perempuan Lebih Rentan Alami PTSD
PTSD merupakan penyakit yang bisa terjadi ke siapa saja, pada usia berapa saja, bahkan pada anak-anak. Meski demikian, dibanding pria, wanita lebih rentan mengidap gangguan mental ini, terutama anak perempuan. Hal ini karena wanita dewasa maupun anak perempuan lebih rawan mengalami pengalaman traumatis dibandingkan pria.
Contohnya, kasus pelecehan seksual pada anak perempuan. Perasaan anak perempuan pun lebih sensitif daripada anak laki-laki. Hal ini mengakibatkan mereka cenderung mengurung atau menyalahkan diri setelah mengalami peristiwa buruk.
Bahkan, anak-anak perempuan bisa mengingat pengalaman traumatis tersebut sampai dewasa yang juga akan memengaruhi perilakunya. Perlu disadari, bila anak perempuan ibu menunjukkan gejala-gejala PTSD, sebaiknya segera bicarakan kepada psikiater. Penanganan yang efektif yang dilakukan sedini mungkin itu penting untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan pasca trauma ini.
Kenali Gejala PTSD
PTSD bisa menyebabkan pengidapnya sering mengalami mimpi buruk, sulit tidur atau insomnia, sulit berkonsentrasi, dan merasa bersalah atau mengurung diri. Bila PTSD terjadi pada anak perempuan, gejalanya kadang-kadang bisa sampai mengganggu kegiatan belajarnya dan hubungannya dengan teman-temannya.
Berikut adalah gejala umum PTSD:
- Memiliki Kenangan yang Mengganggu
Seseorang dengan PTSD akan memiliki ingatan yang terus-menerus dan berulang tentang peristiwa traumatis, apakah mereka ingin memikirkannya atau tidak. Kenangan ini dapat bermanifestasi sebagai kilas balik di siang hari atau sebagai mimpi buruk.
Melihat, mendengar, atau mencium aroma sesuatu yang mengingatkan seseorang akan peristiwa traumatis juga dapat menyebabkan tekanan emosional. Hal ini dapat terlihat dalam bentuk fisik, seperti:
- Gemetar.
- Sakit kepala.
- Serangan panik.
- Jantung berdebar.
- Penarikan Diri
Seseorang dengan PTSD kemungkinan besar akan menghindari apa pun, siapa pun, dan dimana pun yang mengingatkan mereka tentang pengalaman traumatis. Saat PTSD memburuk, seseorang dapat mengisolasi diri dari semua orang, bahkan mereka yang tidak memiliki hubungan dengan peristiwa traumatis tersebut.
- Perubahan dalam Berpikir dan Suasana Hati
Seseorang dengan PTSD kemungkinan besar akan memiliki perasaan putus asa, mati rasa, rasa bersalah, malu, atau bahkan mungkin berpikir untuk bunuh diri.
- Perubahan Perilaku
Seseorang dengan PTSD kemungkinan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Seperti ledakan amarah atau perilaku yang sangat agresif ketika mereka biasanya bisa tenang dan sabar. Tanda-tanda PTSD lainnya juga berupa ketidakmampuan untuk fokus, memiliki perasaan bahaya, dan kesulitan tidur.
- Selalu Berpikir Negatif
Pengidap PTSD selalu cenderung berpikiran negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Gejala PTSD di atas bisa dialami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Namun, ibu sebaiknya waspada dan segera bawa anak ke psikiater bila ia mulai menunjukkan gejala-gejala tersebut. Seperti sering melakukan reka ulang kejadian tragis melalui permainan, mengompol, serta sangat ketakutan bila berpisah dengan orangtuanya.
Jadi faktanya, anak perempuan memang lebih rentan mengidap PTSD. Bila ibu ingin berdiskusi seputar perilaku dan pola asuh anak dengan psikolog, segera buat janji medis di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!


