Ad Placeholder Image

Anak Sariawan Rewel? Yuk Obati Agar Kembali Ceria

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Anak Sariawan: 5 Cara Mudah Redakan Perih Si Kecil

Anak Sariawan Rewel? Yuk Obati Agar Kembali CeriaAnak Sariawan Rewel? Yuk Obati Agar Kembali Ceria

Sariawan pada anak adalah masalah umum yang sering membuat orang tua khawatir. Luka kecil yang terasa perih di area mulut ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan, membuat anak rewel, serta sulit makan dan minum. Memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi sariawan adalah langkah penting untuk memberikan penanganan yang tepat dan cepat.

Definisi Sariawan pada Anak

Sariawan pada anak atau yang dikenal juga sebagai stomatitis aftosa rekuren, merupakan luka terbuka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepi merah yang muncul di dalam mulut. Luka ini bisa muncul di bibir bagian dalam, gusi, lidah, atau pipi bagian dalam. Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan dapat sangat mengganggu aktivitas makan dan minum anak karena rasa sakit yang ditimbulkannya.

Penyebab Sariawan pada Anak

Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sariawan pada anak. Memahami penyebabnya membantu dalam pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Trauma Fisik

  • Anak tidak sengaja menggigit bibir atau pipi bagian dalam saat makan atau berbicara.
  • Menyikat gigi terlalu keras yang melukai gusi atau mukosa mulut.
  • Tergores oleh alat makan, misalnya sendok atau garpu.

Iritasi Makanan

  • Konsumsi makanan yang terlalu panas, sehingga menyebabkan luka bakar ringan.
  • Makanan atau minuman yang terlalu asam, seperti jeruk atau tomat.
  • Makanan dengan tekstur keras yang dapat menggesek atau melukai mulut.
  • Reaksi alergi terhadap makanan tertentu.

Kekurangan Nutrisi

  • Defisiensi vitamin B12 yang berperan dalam produksi sel darah merah dan kesehatan saraf.
  • Kekurangan vitamin C yang penting untuk kekebalan tubuh dan perbaikan jaringan.
  • Asam folat yang esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan sel.
  • Zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin dan fungsi kekebalan tubuh.

Infeksi

  • Infeksi virus, seperti Flu Singapura (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD) yang menyebabkan luka di mulut, tangan, dan kaki.
  • Virus herpes simpleks yang dapat menyebabkan sariawan dan lesi di sekitar mulut.
  • Infeksi jamur Candida albicans (oral thrush) yang umum terjadi pada bayi, ditandai dengan bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut.

Faktor Lain

  • Stres atau kecemasan yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Kurang istirahat atau tidur yang tidak cukup.
  • Sistem imun yang lemah, membuat anak lebih rentan terhadap infeksi.
  • Penggunaan antibiotik tertentu yang dapat mengubah keseimbangan flora normal di mulut.

Gejala Sariawan pada Anak

Sariawan pada anak seringkali menunjukkan beberapa gejala khas. Tanda paling jelas adalah munculnya luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan pinggiran merah di dalam mulut. Luka ini terasa sangat perih, terutama saat anak makan atau minum. Anak mungkin menjadi rewel, sulit tidur, atau menolak makan karena rasa sakit. Pada beberapa kasus, sariawan bisa disertai demam ringan, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus.

Cara Mengatasi Sariawan pada Anak di Rumah

Beberapa langkah dapat dilakukan di rumah untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan sariawan pada anak.

Kebersihan Mulut

  • Sikat gigi anak dengan sangat lembut menggunakan sikat gigi berbulu halus.
  • Untuk anak yang lebih besar, kumur air garam hangat dapat membantu membersihkan luka dan mengurangi peradangan.

Pola Makan

  • Berikan makanan lunak dan dingin, seperti bubur, puding, atau yogurt, untuk mengurangi iritasi pada luka.
  • Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang dapat memperparah rasa sakit.

Cairan

  • Pastikan anak banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan cairan menggunakan sendok atau sedotan jika anak sulit minum langsung dari gelas.

Obat Topikal

  • Gunakan obat sariawan anak yang aman dan sesuai anjuran dokter atau apoteker.
  • Obat ini mungkin mengandung bahan antiseptik untuk mencegah infeksi atau lidocaine untuk pereda nyeri sementara.

Hindari Pemicu

  • Jauhkan anak dari paparan asap rokok yang dapat memperlambat penyembuhan dan mengiritasi luka.
  • Identifikasi dan hindari hal-hal yang memicu alergi pada anak jika ada kecurigaan.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter

Meskipun sariawan seringkali sembuh sendiri, ada kondisi di mana anak memerlukan pemeriksaan medis oleh dokter.

  • Sariawan tidak menunjukkan perbaikan atau tidak sembuh setelah beberapa hari (misalnya, lebih dari seminggu).
  • Anak menjadi sangat rewel, menolak makan atau minum sama sekali, yang berisiko menyebabkan dehidrasi.
  • Sariawan disertai demam tinggi.
  • Luka sariawan terlihat sangat parah, berukuran besar, atau ada tanda-tanda infeksi lain seperti kemerahan luas, bengkak, atau nanah.

Penanganan Medis oleh Dokter

Jika sariawan pada anak memerlukan penanganan medis, dokter dapat merekomendasikan beberapa jenis obat atau terapi.

  • Obat Oles Antijamur: Jika sariawan disebabkan oleh infeksi jamur (thrush), dokter mungkin meresepkan nystatin dalam bentuk tetes atau gel.
  • Obat Pereda Nyeri: Untuk mengurangi rasa sakit dan demam, paracetamol dalam bentuk tetes atau sirup mungkin direkomendasikan.
  • Larutan Antiseptik: Dalam kasus tertentu, dokter dapat menganjurkan penggunaan larutan antiseptik seperti Gentian Violet, namun harus sesuai dengan anjuran dan dosis yang tepat.

Pencegahan Sariawan pada Anak

Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi frekuensi sariawan pada anak. Beberapa langkah dapat diambil untuk meminimalkan risiko kemunculannya.

  • Jaga kebersihan mulut anak dengan menyikat gigi secara teratur namun lembut.
  • Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kaya vitamin B, C, asam folat, dan zat besi.
  • Hindari makanan yang terlalu pedas, asam, atau keras jika anak rentan sariawan.
  • Pastikan anak cukup istirahat dan kelola stres dengan baik.
  • Jauhkan anak dari paparan asap rokok.

Kesimpulan

Sariawan pada anak adalah kondisi yang umum terjadi dan seringkali dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda kapan anak memerlukan bantuan medis profesional. Jika anak mengalami sariawan yang tidak membaik, sangat rewel, sulit makan/minum, atau disertai demam tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Informasi dan saran medis lebih lanjut dapat diperoleh melalui fitur Tanya Dokter di Halodoc, memastikan penanganan yang tepat dan akurat untuk kesehatan anak.