• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sulit Bersosialisasi di Sekolah, Ibu Harus Apa?

Anak Sulit Bersosialisasi di Sekolah, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kembali ke sekolah seharusnya tidak menjadi sesuatu hal yang membuat anak stres dan tidak nyaman. Bila anak-anak tahu bagaimana caranya bersosialisasi, mereka akan merasa senang dan bersemangat untuk kembali bersekolah. Namun, karena satu dan lain alasan, beberapa anak tidak dapat bersosialisasi semudah anak-anak yang lain. Bila Si Kecil termasuk anak yang sulit bersosialisasi, simak cara-cara yang bisa ibu lakukan untuk membantunya di sini.

Semua anak pasti akan melalui fase perkembangan sosial. Saat masih kecil, bayi biasanya senang bermain sendirian. Ia mengoceh pada dirinya sendiri, dan kadang-kadang berbagi mainan dengan ayah atau ibunya. Bila ada bayi lain yang memasukki tempat bermainnya, Si Kecil mungkin akan mengusir atau mendorong bayi tersebut untuk menjauh dari tempat bermainnya. 

Tahap berikutnya adalah periode ketika seorang anak mulai bisa bermain dengan satu anak lain, dan menyesuaikan diri dengan gagasan tentang berbagi mainan, main secara bergantian, atau siapa yang bermain duluan. Periode ini biasanya tidak selalu berjalan mulus. 

Si Kecil mungkin masih menunjukkan egonya dan tidak mau berbagi mainan. Tidak jarang juga hal ini menyebabkan teman bermainnya pulang sambil menangis. Namun, bisa dipastikan bahwa mereka akan kembali bermain bersama lagi keesokan harinya.

Akhirnya, kelompok bermain Si Kecil pun akan berkembang lebih besar menjadi tiga anak, empat anak, dan seterusnya. Dan pada saat anak memasuki taman kanak-kanak, ia dapat bergabung dan menikmati pengalaman bermain dengan anak-anak yang lain.

Baca juga: Anak Mulai Masuk Sekolah, Persiapkan Ini agar Tak Khawatir

Cara Mengembangkan Kemampuan Sosial Anak Sebelum Bersekolah

Namun, tentu saja anak-anak tidak bisa mengembangkan keterampilan sosial dengan sendirinya. Ada saat-saat di mana ibu perlu membantunya agar ia dapat bersosialisasi dengan baik dengan anak lain. Sebaiknya, ibu mulai mengembangkan keterampilan sosialnya sebelum Si Kecil mulai bersekolah. 

Sebagai permulaan, ibu mungkin bisa mencarikan seorang teman bermain untuk Si Kecil. Bila ada saudara ibu atau suami yang memiliki anak kecil seusia anak ibu, ibu mungkin bisa sering-sering mengundangnya untuk bermain di rumah. Ibu bisa mengajak mereka bermain tea party dengan menyuguhkan kue-kue kecil dan teh, atau mengajaknya memainkan semua mainan yang dimiliki Si Kecil. 

Pada kunjungan-kunjungan berikutnya, cobalah untuk mulai meninggalkan Si Kecil bermain hanya berdua dengan temannya tersebut. Namun, pastikan ibu masih berada di tempat yang terjangkau, agar ketika salah satu dari mereka menangis, ibu dapat langsung menenangkannya.

Setelah Si Kecil sudah terbiasa untuk bermain dengan anak lain, sesekali ibu bisa mencoba untuk membawa Si Kecil bermain ke rumah tetangga yang juga memiliki anak seusianya, kemudian meninggalkannya untuk bermain di sana. Awalnya, Si Kecil mungkin akan merasa panik dan menangis begitu tahu ibu meninggalkannya. Jadi, mungkin pada awal-awal, ibu tidak bisa ‘benar-benar’ meninggalkannya. 

Kemudian, setelah keterampilan sosial Si Kecil sudah semakin meningkat, ibu dapat mengajak ia untuk bermain di dalam kelompok bermain dengan jumlah anak yang lebih banyak. Dengan melatih Si Kecil untuk bersosialisasi sejak dini, diharapkan ia dapat lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pertemanan saat bersekolah nanti.

Baca juga: Kegiatan Sosial Anak Sejak Dini Pengaruhi Kehidupan Remaja

Tips Membantu Anak Bersosialisasi di Sekolah

Bagaimanapun juga, bersekolah yang masih merupakan pengalaman baru bagi Si Kecil dapat terlihat menakutkan. Karena itu, ibu bisa melakukan cara-cara berikut untuk membantu anak bersosialisasi di sekolah:

  • Bekerja Sama dengan Guru

Semakin banyak guru dan orang lain di sekolah yang mengenal ibu dan Si Kecil, semakin mereka dapat membantu Si Kecil untuk bersosialisasi. Guru-guru mungkin memiliki cara yang baik untuk membantu anak ibu untuk berkenalan dengan anak lain, mereka juga dapat memastikan bahwa anak ibu mendapatkan bantuan, bimbingan dan dukungan yang ia butuhkan untuk menyesuaikan diri di sekolah.

  • Berbicara pada Anak untuk Meredakan Kecemasan

Kadang-kadang, memberi pengertian pada anak dapat memberi dampak besar terhadap rasa percaya dirinya untuk bersosialisasi. Jadi, ibu bisa memberi pengertian pada anak secara lembut dan perlahan bahwa sekolah itu menyenangkan karena ada banyak teman yang dapat bermain bersamanya. Dengan demikian, Si Kecil dapat merasa lebih percaya diri untuk mulai berbicara dan bermain dengan anak lain.

Baca juga: Begini Caranya Ajari Si Kecil yang Malu Bersosialisasi

Itulah cara yang bisa ibu lakukan bila anak sulit bersosialisasi di sekolah. Bila ibu memiliki masalah dalam menerapkan pola asuh yang tepat pada anak, coba bicarakan saja dengan ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Child Development Institute. Diakses pada 2020. Helping Your Child with Socialization.
Integrity Inc. Diakses pada 2020. Back to School: Tips to Help Your Child Socialize in the Classroom.