Anak Tidak Suka Buncis, Begini Cara Mengakalinya

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   30 September 2021
Anak Tidak Suka Buncis, Begini Cara MengakalinyaAnak Tidak Suka Buncis, Begini Cara Mengakalinya

Rasa sayur buncis yang hambar bisa menjadi alasan mengapa anak tidak suka sayur ini. Untuk mengakalinya, ibu bisa melakukan beberapa hal supaya anak bisa kembali suka sayuran. Cara yang bisa dilakukan dengan memberikan perhatian dan pemahaman mengapa makan sayur penting, kemudian mengolah buncis secara kreatif, serta mengajak anak untuk memasak bersama.”

Halodoc, Jakarta – Ada banyak penjelasan mengapa anak-anak tidak suka sayur termasuk buncis. Secara naluriah anak-anak membutuhkan lebih banyak energi dan sayur mengandung sedikit kalori. Itulah sebabnya anak menyingkirkan sayur dari piringnya.

Selain itu, rasanya yang hambar, getir, dan tidak manis juga menjadi alasan anak tidak suka sayur. Sebenarnya bukan cuma itu saja, faktor kebiasaan juga menjadi penjelasan mengapa anak kurang suka sayur.

Nah, kalau anak tidak suka buncis, bagaimana cara mengakalinya?

1. Memberikan Pengertian dan Pemahaman Mengapa Makan Sayur Penting

Awalnya, mungkin anak enggan untuk mendengarkan penjelasan ibu. Namun, ada baiknya ibu tetap sabar, ya. Kenyataannya, memberikan pemahaman kepada anak mengapa sayur penting untuk dimakan adalah suatu edukasi. Sejatinya, anak perlu tahu alasan jenis makanan tertentu menjadi bagian penting untuk dikonsumsi karena manfaatnya untuk kesehatan.

Baca juga: Benarkah Makan Sayur dan Buah Buat Hidup Lebih Bahagia?

Ibu bisa menghubungkan makan sayur dengan kesenangan anak. Misalnya dengan menjelaskan pada anak kalau makan sayur, termasuk buncis, dapat membuat anak melakukan tendangan lebih andalan. Atau menjaga kesehatan mata sehingga bisa menjadi pelindung saat anak bermain gadget.

2. Makan Sayur Sambil Bercerita

Ketika memasak sayur buncis, ibu bisa melakukannya sambil memberikan narasi kepada anak. Bagaimana cara melakukannya? Ibu bisa menceritakan proses sayur buncis bisa tersaji di piring.

Bagaimana sayuran buncis ditanam oleh petani di desa, kemudian dibeli oleh penjual sayur grosir yang mendistribusikannya di pasar-pasar. Lalu, ibu datang ke pasar memilih buncis terbaik, pulang ke rumah untuk diolah dan dimasak menjadi makanan sehat untuk anak-anaknya.

3. Mengolah Buncis dengan Jenis Makanan Pendamping Lainnya

Nah, supaya masakan buncis menjadi makanan menarik, ibu bisa melakukan ide-ide resep yang kreatif. Misalnya, dengan cara membuat tumis buncis yang dicampurkan dengan ayam atau wortel, jagung manis, dan jenis makanan pendamping lainnya yang cocok sehingga bisa menambah rasa dan kenikmatan pada buncis tersebut.

Baca juga: Mengolah Buncis dan Polong-Polongan sebagai Menu MPASI

4. Ajak Anak Memasak Bersama

Terkadang memasak menjadi permainan menarik buat anak dan ide memakan masakannya sendiri menjadi sesuatu yang menyenangkan buat anak. Selain memasak bersama membuat anak lebih tertarik memakan sayur bikinannya, proses ini bisa mengimbau anak untuk belajar bertanggung jawab dan tahu tugas rumah tangga sedari dini.

5. Memakan Sayur Buncis Bersama-sama

Kadang, apa yang membuat anak tidak mematuhi apa yang dikatakan orangtua karena orangtua juga tidak menjadi contoh buat anak-anak. Perlu dipahami, anak bisa mengikuti apa yang orangtuanya lakukan.

Jadi, apabila ibu ingin anak makan buncis, maka harus mencontohnya terlebih dulu dengan makan buncis dan sayur-sayuran lainnya.

Ketika anak melihat orangtua makan sayur, anak jadi sadar dengan sendirinya dan menjadi yakin kalau memang sayur itu bermanfaat untuk kesehatan.

Mengenal Manfaat Sayur Buncis

Tadi sudah disinggung sebelumnya kalau sayuran memiliki manfaat yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Terkait sayur buncis, berikut ini adalah kandungan gizi dan manfaat lebih jelasnya lagi:

Baca juga: 6 Jenis Sayuran untuk Menjaga Kesehatan Jantung

1. Membangun Sel Tubuh

Buncis mengandung protein sehingga baik dikonsumsi oleh anak dalam masa pertumbuhan. Pada masa tumbuh kembangnya, anak membutuhkan protein untuk melengkapi pertumbuhan sel tubuh. Itulah sebabnya mengonsumsi buncis sangat baik untuk anak.

2. Produksi Sel Darah Merah Sehat

Buncis mengandung asam folat, dan folat berfungsi untuk membentuk sel darah merah. Buat anak-anak yang aktif beraktivitas, makan sayur buncis akan membantu anak untuk tetap berenergi.

3. Menjaga Sistem Metabolisme Tubuh

Buncis juga kaya antioksidan yang memiliki peranan aktif dalam menjaga sistem metabolisme tubuh supaya tetap seimbang. Sistem metabolisme yang sehat dan lancar berkaitan dengan sistem pencernaan, perlawanan terhadap radikal bebas, serta menjaga daya tahan tubuh tetap kuat.

Itulah manfaat sayur buncis dan cara mengakali supaya anak suka buncis. Informasi selengkapnya mengenai cara menjaga kesehatan anak di zaman pandemi saat ini, bisa ditanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Spoon University. Diakses pada 2021. The Scientific Reason Why You Hated Vegetables as a Kid
Science Focus. Diakses pada 2021. Why do children dislike vegetables?

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan