• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia Bisa Menyerang Anak, Ini Gejala Awalnya

Anemia Bisa Menyerang Anak, Ini Gejala Awalnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Anemia ternyata bisa menyerang anak-anak. Tidak berbeda jauh dengan anemia pada orang dewasa, penyakit ini juga bisa menyebabkan Si Kecil lesu dan tidak bersemangat. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Anemia pada anak yang tidak diobati bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, hingga memicu komplikasi berbahaya. 

Anemia merupakan penyakit yang muncul karena kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Pada kondisi ini, jumlah sel dalam merah berkurang hingga berada di bawah batas normal. Penyakit ini terjadi karena ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan sel darah merah. Lantas, apa saja gejala anemia pada anak? 

Baca juga: Anak juga Bisa Alami Anemia, Ini Penyebabnya

Penyebab dan Gejala Anemia pada Anak

Orangtua sebaiknya waspada bila Si Kecil menunjukkan gejala lemas, lesu, dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebab, hal itu bisa menjadi gejala awal penyakit anemia. Dengan mengetahui gejala penyakit ini, orangtua bisa segera membantu agar Si Kecil segera mendapat pertolongan medis yang tepat. 

Anemia pada anak yang tidak segera ditangani bisa memicu dampak jangka panjang dan mengganggu proses tumbuh kembang. Selain ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi sel darah merah, anemia juga bisa disebabkan oleh kerusakan pada sel darah merah, perdarahan berat, hingga penurunan kadar hemoglobin (Hb) yang terjadi secara drastis.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu Bahaya Anemia Sel Sabit Sejak Dini

Selain itu, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami anemia. Risiko penyakit ini menjadi lebih besar karena faktor kelainan genetik, kekurangan gizi atau nutrisi tertentu, seperti kekurangan zat besi atau vitamin (asam folat dan vitamin B12, infeksi kronis, cedera atau luka berat, hingga riwayat kanker. Mengidap penyakit tertentu juga bisa memicu anemia, misalnya penyakit autoimun, gangguan sumsum tulang, anemia hemolitik, hipotiroidisme, dan gagal ginjal.

Kabar buruknya, anemia pada anak sering terlambat disadari sebab gejala awal yang muncul tidak khas. Malah pada beberapa kasus, penyakit ini terkadang muncul tanpa memicu keluhan atau gejala sama sekali. Oleh karena susah dikenali, terkadang penyakit ini baru terdeteksi setelah parah atau menimbulkan komplikasi. Jika tidak ditangani, anemia bisa menyebabkan gejala berupa gangguan tumbuh kembang atau gangguan pada organ tertentu, seperti jantung, otak, dan ginjal.

Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa dikenali sebagai tanda penyakit ini. Anemia pada anak bisa ditandai dengan tubuh mudah lemas atau sering terlihat lelah, tidak semangat dalam menjalani aktivitas, enggan bermain dengan teman atau berinteraksi, kulit anak terlihat pucat atau kekuningan, mata menguning, serta sering mengeluh sakit kepala dan nyeri pada bagian tubuh tertentu. Anemia juga bisa menyebabkan anak mengalami sesak napas, detak jantung tidak normal, mudah terkena infeksi, serta luka yang sulit sembuh. 

Sayangnya, penyakit ini sering salah diartikan sebagai kondisi lain karena gejalanya yang bersifat umum. Oleh karena itu, jika mendapati beberapa keluhan di atas pada anak, segeralah periksakan ke . Pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan apa penyebab gejala tersebut muncul. 

Baca juga: Anak Mudah Lelah, Waspada Anemia pada Si Kecil

Untuk memastikan penyakit anemia, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan yang dilakukan, di antaranya tes darah, aspirasi sumsum tulang, hingga pemeriksaan genetik jika anemia dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit anemia pada anak dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Patient Info UK. Diakses pada 2020. Childhood Anaemia.
KidsHealth. Diakses pada 2020. For Parents. Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anemia.