• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia Bisa Pengaruhi Berat Badan, Mitos atau Fakta?

Anemia Bisa Pengaruhi Berat Badan, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak mitos beredar di masyarakat terkait anemia yang dapat menimbulkan beberapa dampak buruk pada tubuh. Masalah yang dapat terjadi mungkin saja ringan bahkan berat. Salah satu dampak buruk dari anemia yang dikabarkan dapat terjadi adalah berat badan yang mengalami penurunan atau tidak bisa gemuk. Meski begitu, apakah masalah ini termasuk mitos ataukah fakta? Ketahui selengkapnya di sini!

Dampak Buruk Anemia Terhadap Berat Badan

Anemia terjadi saat tubuh tidak memiliki sel darah merah yang mencukupi. Sel tersebut menyebar di seluruh tubuh bersamaan dengan zat besi dan hemoglobin, yang berguna untuk membawa oksigen di aliran darah ke semua organ. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang kerap merasa lelah atau kedinginan daripada biasanya, serta kulit yang tampak lebih pucat. Hal ini disebabkan asupan oksigen yang tidak tercukupi.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Dampak Jika Anak Mengalami Anemia Defisiensi Zat Besi

Lalu, apa hubungannya anemia dengan berat badan seseorang?

Kadar zat besi yang rendah di dalam aliran darah akibat anemia dapat menjadi penyebab nafsu makan seseorang berkurang. Seseorang dengan gangguan ini mungkin menyadari jika dirinya kerap merasa jarang lapar dibandingkan biasanya. Selain itu, keinginan untuk mengonsumsi makanan kesukaannya benar-benar menurun. 

Dampak buruk anemia dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan, energi rendah, tubuh yang lemah dan lelah, serta mudah lelah saat olahraga. Semua gejala yang timbul bergantung pada tingkat keparahan dari kondisinya. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan berat badan dan anemia yang tidak dapat dijelaskan. Berikut ini beberapa caranya:

  • Perubahan gaya hidup: Hal pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi gejala dari anemia ringan adalah dengan menerapkan perubahan gaya hidup. Kamu benar-benar harus meningkatkan asupan zat besi melalui konsumsi makanan. Setelah itu, perbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin C untuk membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efisien.
  • Konsumsi suplemen zat besi: Alternatif lainnya untuk menghindari dampak buruk dari anemia adalah dengan mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin. Namun, terlalu banyak mendapatkan zat besi juga dapat menimbulkan masalah. Zat besi berlebih dapat menyebabkan mual dan muntah, perubahan kebiasaan buang air besar, gangguan pencernaan, defisiensi zinc, gagal organ, hingga kematian. Sebelum mengonsumsinya, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca juga: Waspada Bahaya Anemia pada Lansia

Apabila kamu didiagnosis mengalami kekurangan zat besi dan membutuhkan suplemen segera, pemesanan asupan zat besi ini dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan tersebut tanpa perlu ke luar rumah dan langsung diantarkan ke depan pagar. Nikmati semua kemudahan ini dengan download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Jika gangguan anemia yang terjadi sudah parah dan dampak buruknya benar-benar dirasakan, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan injeksi zat besi atau transfusi darah. Apabila anemia defisiensi besi disebabkan oleh perdarahan internal, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah yang ada.

Baca juga: Awas, Anemia Defisiensi Besi Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Memang cara yang paling baik untuk mencegah dampak buruk yang disebabkan oleh anemia adalah mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zat besi dan melakukan pemeriksaan rutin. Jika kamu mengalami kelelahan yang tidak biasa disertai dengan pusing dan kurang nafsu makan, berhati-hatilah terhadap anemia defisiensi besi. Konsumsi makanan yang seimbang dapat mencegah kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Referensi:
Live Strong. Diakses pada 2021. Can Iron Deficiency Affect Weight Loss?
Precision Nutrition. Diakses pada 2021. Trouble losing body fat?