• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia pada Janin Dapat Ditangani dengan Transfusi Darah

Anemia pada Janin Dapat Ditangani dengan Transfusi Darah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya orang dewasa, janin dalam kandungan juga dapat mengalami anemia yang disebut dengan anemia janin. Mengapa kondisi ini terjadi? Anemia pada janin terjadi ketika terdapat kerusakan sel darah merah karena ketidakcocokan antara golongan darah bayi dan golongan darah ibu atau beberapa ketidakcocokan lain antara sel darah merah ibu dan janin. 

Ketika hal tersebut terjadi, sistem kekebalan ibu melihat darah janin sebagai benda asing ketika darah tersebut masuk ke peredaran darahnya, itu menyerang dan menghancurkannya. Jika tingkat serangannya cukup tinggi, antibodi melewati plasenta ke sirkulasi janin dan terus menghancurkan sel darah merah di sana juga. Syukurnya, anemia pada janin bisa ditangani dengan transfusi darah. Bagaimana prosedurnya? Simak selengkapnya di sini!

Transfusi Darah untuk Penanganan Anemia pada Janin

Anemia pada janin dapat ditangani dengan transfusi darah. Kasus anemia pada janin memerlukan pemantauan kehamilan yang ketat agar transfusi dapat dilakukan tepat waktu. Transfusi biasanya tidak dilakukan setelah 34 minggu, karena risiko prosedur lebih besar daripada risiko kelahiran prematur pada usia kehamilan tersebut. 

Ada 2 jenis transfusi darah janin:

1. Transfusi Intravaskular (IVT); di mana prosedurnya adalah sebuah jarum dimasukkan melalui perut ibu ke tali pusar janin.

2. Transfusi Intraperitoneal (IPT);—tusukan dimasukkan melalui perut ibu dan rahim ke dalam perut janin dan biasanya hanya dilakukan jika IVT tidak memungkinkan karena posisi janin.

Baca juga: Mengalami Anemia saat Hamil, Apa Saja Gejalanya?

Tujuan transfusi darah janin untuk mencegah atau mengobati hidrops janin sebelum persalinan. Hidrops janin adalah pengumpulan cairan di kulit, paru-paru, perut, atau di sekitar jantung bayi yang bisa memicu gagal jantung. Selain itu, transfusi janin juga dilakukan sebagai keberlanjutan kehamilan agar janin bisa lahir mendekati waktu kelahiran.

Masalah akibat prosedur transfusi janin jarang terjadi, tetapi semua prosedur memiliki beberapa risiko. Dokter akan meninjau masalah potensial, seperti:

1. Perlunya operasi caesar karena terjadi gawat janin setelah prosedur.

2. Ketuban pecah dini dan / atau persalinan prematur.

3. Memar atau nyeri perut.

4. Pendarahan, kram, atau kebocoran cairan dari vagina.

5. Infeksi.

6. Cedera pada janin.

7. Terlalu banyak memberi darah.

8. Pendarahan janin.

9. Kondisi langka saat sel darah donor menyerang sel darah janin.

Baca juga: 3 Sayuran Tinggi Zat Besi Bantu untuk Mencegah Anemia

Deteksi Dini Anemia pada Janin Mencegah Komplikasi

Anemia janin dapat dideteksi selama kehamilan melalui pengujian prenatal. Beberapa tes mungkin rutin dilakukan, sementara tes lain mungkin dilakukan untuk memeriksa secara khusus kondisi anemia pada janin. Beberapa tes yang dilakukan untuk memeriksa anemia janin adalah:

1. USG prenatal untuk mendeteksi tanda-tanda gagal jantung janin atau aliran darah yang tidak biasa di dalam pembuluh.

2. Tes darah ibu untuk mendeteksi antibodi spesifik yang dapat menyebabkan anemia pada bayi.

3. Amniosentesis yang dilakukan untuk menguji cairan ketuban dan menentukan bagaimana sel darah merah rusak dalam sistem peredaran darah janin. Sebuah jarum dimasukkan melalui perut ibu untuk mengambil sampel cairan ketuban. Pada kebanyakan kasus, USG dapat mendeteksi anemia janin, jadi amniosentesis jarang diperlukan untuk diagnosis.

Baca juga: Anak Juga Bisa Mengalami Anemia, Ini Penyebabnya

Informasi selengkapnya mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi setelah transfusi darah pada anemia janin bisa ditanyakan saja langsung ke Halodoc. Ibu bisa menanyakan masalah kesehatan selama kehamilan pada dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu dapat memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
UCSF Fetal Treatment Center Oakland. Diakses pada 2020. Fetal Anemia & Thrombocytopenia
Mercy.Net. Diakses pada 2020. Fetal Anemia
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Fetal Anemia Treatment