
Angkak Halal atau Haram? Pastikan Kehalalannya, Ini Tipsnya.
Angkak Halal atau Haram? Yuk, Pahami Status Kehalalannya!

Mengupas Tuntas Angkak Halal atau Haram: Panduan Lengkap untuk Konsumen Muslim
Angkak, beras merah hasil fermentasi, dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan sebagai pewarna makanan alami. Namun, bagi konsumen muslim, pertanyaan seputar status kehalalannya seringkali muncul. Perbedaan dalam proses pengolahan dan bahan tambahan dapat memengaruhi hukum angkak dalam Islam. Artikel ini akan membahas secara mendalam kapan angkak dianggap halal dan kapan dapat menjadi haram, serta bagaimana cara memastikan produk angkak yang dikonsumsi memenuhi syariat Islam.
Apa Itu Angkak?
Angkak adalah beras merah yang difermentasi dengan kapang jenis *Monascus purpureus*. Proses fermentasi ini menghasilkan pigmen merah alami yang sering digunakan sebagai pewarna makanan atau bumbu. Selain itu, angkak juga secara tradisional dimanfaatkan karena khasiat kesehatannya, seperti membantu menaikkan trombosit dan menurunkan kadar kolesterol.
Angkak Halal atau Haram: Memahami Hukumnya dalam Islam
Status kehalalan angkak sangat bergantung pada proses pengolahan dan bahan tambahan yang digunakan. Angkak murni yang diproses sebagai bahan makanan atau obat tanpa tambahan yang haram, seperti alkohol, pada dasarnya adalah halal. Namun, angkak bisa menjadi haram jika terkontaminasi bahan haram atau diolah lebih lanjut menjadi produk yang mengandung alkohol.
Kapan Angkak Dinyatakan Halal?
- Sebagai Bahan Herbal atau Obat: Angkak yang dijual khusus untuk keperluan kesehatan, seperti membantu menaikkan trombosit pada demam berdarah atau menurunkan kolesterol, sering kali telah melewati proses sertifikasi halal dan BPOM. Produk semacam ini aman untuk dikonsumsi jika sesuai petunjuk dan tidak ada tambahan bahan non-halal.
- Sebagai Bahan Makanan Murni: Jika angkak murni (beras merah fermentasi) digunakan sebagai pewarna atau penyedap alami dalam makanan, dan dipastikan tidak tercampur dengan bahan haram selama proses produksi dan pengolahan, maka statusnya adalah halal.
Kapan Angkak Dinyatakan Haram?
- Angciu (Angkak dengan Alkohol): Angciu adalah cairan hasil fermentasi angkak yang ditambahkan arak putih atau diproses sedemikian rupa hingga menghasilkan kandungan alkohol tinggi. Produk ini hukumnya haram dalam Islam, dan makanan yang menggunakan angciu sebagai bahan juga menjadi haram.
- Terkontaminasi dalam Proses Fermentasi Lain: Jika angkak digunakan dalam proses fermentasi makanan lain, misalnya sebagai starter untuk pembuatan tape ketan hitam yang menghasilkan alkohol dan tidak menguap sempurna, maka status kehalalannya bisa berubah menjadi tidak halal.
- Produk Tanpa Sertifikasi Jelas: Produk angkak yang tidak memiliki sertifikasi halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) atau Majelis Ulama Indonesia (MUI), atau proses produksinya tidak jelas, sebaiknya dihindari oleh konsumen muslim untuk kehati-hatian.
Pentingnya Sertifikasi Halal pada Produk Angkak
Sertifikasi halal dari lembaga resmi seperti BPJPH atau MUI merupakan jaminan penting bagi konsumen muslim. Label halal menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui proses pemeriksaan ketat dan dipastikan bebas dari bahan haram serta diproses sesuai syariat Islam. Adanya nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menambah kepercayaan terhadap keamanan dan kualitas produk.
Cara Memastikan Kehalalan Produk Angkak yang Akan Dibeli
Untuk memastikan angkak yang dikonsumsi adalah halal dan aman, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
- Cari Label Sertifikasi Resmi: Selalu pilih produk angkak, baik dalam bentuk bubuk, kapsul, atau butiran beras, yang memiliki logo Sertifikat Halal dari BPJPH atau MUI. Pastikan juga produk tersebut memiliki nomor izin edar dari BPOM Republik Indonesia.
- Periksa Komposisi Bahan: Bacalah daftar komposisi produk dengan teliti. Pastikan tidak ada kandungan alkohol, arak, atau bahan-bahan lain yang diidentifikasi haram.
- Telusuri Asal dan Produsen Produk: Untuk produk obat atau suplemen, pastikan produk tersebut berasal dari produsen terpercaya dan penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter serta aturan BPOM. Informasi yang jelas mengenai produsen dan proses produksi dapat memberikan jaminan tambahan.
Manfaat Angkak bagi Kesehatan (Jika Halal)
Angkak yang halal dan dikonsumsi sesuai petunjuk memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan. Secara tradisional, angkak digunakan untuk:
- Membantu menaikkan jumlah trombosit darah, terutama pada kondisi seperti demam berdarah.
- Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah.
- Mendukung kesehatan pencernaan.
Penting untuk diingat bahwa manfaat ini hanya dapat diperoleh dari angkak yang dijamin kehalalannya dan dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Angkak murni yang tidak terkontaminasi bahan haram adalah halal dan aman untuk dikonsumsi, terutama jika telah memiliki sertifikasi resmi. Namun, angkak dapat menjadi haram jika diolah menjadi angciu yang mengandung alkohol atau terkontaminasi dalam proses fermentasi yang menghasilkan alkohol.
Rekomendasi Halodoc:
- Prioritaskan produk angkak dengan sertifikasi halal resmi dari BPJPH atau MUI, serta izin edar BPOM, sebagai jaminan kehalalan dan keamanannya.
- Selalu periksa daftar komposisi produk untuk memastikan tidak ada bahan haram yang terkandung.
- Jika memiliki keraguan mengenai status kehalalan suatu produk angkak, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli agama atau menggunakan layanan konsultasi medis di Halodoc untuk mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai kondisi kesehatan.
- Hindari penggunaan angkak tanpa kejelasan status kehalalannya, terutama dalam bentuk angciu atau produk yang proses fermentasinya tidak transparan.


