Ad Placeholder Image

Anxious Attachment Style: Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Anxious Attachment Style: Ciri, Dampak, & Cara Mengatasi

Anxious Attachment Style: Ciri, Penyebab dan Cara MengatasiAnxious Attachment Style: Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa sangat cemas saat pasangan tidak membalas pesan dalam waktu singkat? Atau mungkin kamu sering merasa takut bahwa orang-orang terdekat akan meninggalkanmu begitu saja? Jika ya, kemungkinan besar kamu memiliki pola kelekatan cemas atau yang dikenal dengan istilah anxious attachment style.

Secara psikologis, anxious attachment adalah salah satu bentuk gaya kelekatan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan terbawa hingga dewasa dalam hubungan romantis maupun sosial. Kondisi ini sering kali membuat seseorang merasa tidak aman, sangat membutuhkan validasi, dan cenderung bergantung secara emosional kepada orang lain.

Memahami gaya kelekatan ini sangat penting karena ia memengaruhi cara kamu berkomunikasi, cara kamu memilih pasangan, dan bagaimana kamu merespons konflik. Tanpa penanganan yang tepat, pola ini bisa menyebabkan stres kronis, gangguan kecemasan, hingga depresi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tandanya sedini mungkin.

Jika perasaan cemas ini mulai mengganggu kesejahteraan mentalmu, ada baiknya kamu segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan medis yang tepat. Nah, mau tahu lebih dalam mengenai kondisi ini? Berikut ulasannya!

Apa Itu Anxious Attachment Style?

Teori kelekatan (attachment theory) pertama kali dikembangkan oleh psikolog John Bowlby dan diperdalam oleh Mary Ainsworth. Teori ini menjelaskan bahwa hubungan pertama seorang anak dengan pengasuhnya (biasanya orang tua) menjadi cetak biru (blueprint) bagi hubungan mereka di masa depan. Anxious attachment muncul ketika pola asuh yang diterima bersifat tidak konsisten.

Orang dengan tipe ini sering kali memiliki pandangan yang positif terhadap orang lain, namun memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri. Mereka merasa bahwa mereka “tidak cukup” atau “tidak layak dicintai,” sehingga mereka selalu berusaha keras untuk mendekati orang lain agar tidak ditinggalkan. Dalam psikologi, ini sering disebut sebagai kelekatan ambivalen.

Ciri-Ciri Utama Anxious Attachment

Mengenali tanda-tanda anxious attachment adalah langkah awal menuju pemulihan. Berikut adalah beberapa ciri yang paling umum terjadi pada orang dewasa:

  • Kebutuhan akan Kedekatan yang Intens: Kamu merasa sangat ingin selalu dekat dengan pasangan dan merasa tidak nyaman jika ada jarak, baik secara fisik maupun emosional.
  • Ketakutan akan Penolakan: Kamu sangat peka terhadap perubahan kecil dalam suasana hati atau perilaku pasangan dan langsung menganggapnya sebagai tanda bahwa mereka akan meninggalkanmu.
  • Sering Membutuhkan Validasi: Kamu sering bertanya apakah pasangan masih mencintaimu atau apakah kamu melakukan kesalahan.
  • Overthinking: Menganalisis setiap kata-kata atau tindakan orang lain secara berlebihan.
  • Sulit Menetapkan Batasan: Kamu cenderung mengabaikan kebutuhan pribadimu demi menyenangkan orang lain agar mereka tetap berada di sisimu.
Tanda Kamu Perlu Self-Care Lebih
  1. Detak jantung meningkat saat menunggu balasan chat.
  2. Sering merasa lelah secara emosional setelah berinteraksi sosial.
  3. Kesulitan fokus pada pekerjaan karena memikirkan masalah hubungan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama dari anxious attachment adalah pola asuh yang tidak konsisten di masa kecil. Orang tua mungkin terkadang sangat responsif dan penyayang, namun di lain waktu bersikap dingin, tidak tersedia secara emosional, atau bahkan mengabaikan anak. Ketidakteraturan ini membuat anak merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus diharapkan dari orang dewasa di sekitarnya.

Akibatnya, anak mengembangkan strategi untuk “menempel” atau menunjukkan perilaku ekstrem guna mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Faktor lain yang memengaruhi termasuk trauma masa lalu, pengalaman ditinggalkan oleh figur penting, atau genetik yang membuat seseorang lebih rentan terhadap kecemasan.

Cara Mengatasi Anxious Attachment Style

Kabar baiknya, gaya kelekatan ini bukan sesuatu yang permanen. Kamu bisa bertransformasi menuju secure attachment (kelekatan aman) dengan langkah-langkah berikut:

1. Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Mulailah memperhatikan kapan rasa cemasmu muncul. Apakah dipicu oleh pesan yang tidak dibalas? Ataukah karena pasangan sedang sibuk dengan dunianya? Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa belajar untuk tidak bereaksi secara impulsif.

2. Membangun Harga Diri

Karena anxious attachment berakar dari perasaan tidak layak, maka memperkuat self-esteem adalah kunci. Fokuslah pada hobi, pencapaian karier, dan perawatan diri sendiri tanpa harus bergantung pada pujian orang lain.

3. Berkomunikasi Secara Terbuka

Alih-alih memberikan “silent treatment” atau menjadi agresif saat cemas, cobalah sampaikan perasaanmu dengan tenang. Misalnya, “Aku merasa sedikit cemas saat kamu tidak memberi kabar, bisakah kita bicarakan ini?”

4. Mencari Pasangan dengan Secure Attachment

Berhubungan dengan seseorang yang memiliki gaya kelekatan aman dapat membantu menenangkan kecemasanmu. Mereka biasanya konsisten dan tidak memberikan sinyal yang membingungkan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Meskipun ini adalah masalah psikologis, stres yang diakibatkan oleh kecemasan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti insomnia, gangguan pencernaan, atau daya tahan tubuh yang menurun. Jika kamu mulai merasakan gejala fisik akibat stres emosional, kamu bisa beli obat atau suplemen vitamin untuk menjaga kebugaran tubuh melalui layanan produk 100% asli dan produk diantar ke rumah di Halodoc.

Namun, jika pola kelekatan ini sudah sangat mengganggu kualitas hidup, memicu depresi, atau membuatmu terjebak dalam hubungan yang toksik, sangat disarankan untuk menjalani terapi bicara (psikoterapi) dengan psikolog atau psikiater.

Studi Mengenai Kelekatan dan Kesehatan Mental

The Journal of Personality and Social Psychology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa individu dengan anxious attachment memiliki sistem aktivasi kelekatan yang sangat sensitif. Hal ini menyebabkan otak mereka selalu dalam mode “siaga” terhadap potensi ancaman dalam hubungan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa intervensi melalui terapi kognitif perilaku (CBT) sangat efektif untuk membantu individu mengubah pola pikir negatif tentang diri sendiri dan mengurangi ketergantungan emosional yang berlebihan pada orang lain.

Punya Kekhawatiran tentang Kesehatan Mental? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sering merasa cemas dalam hubungan atau punya keluhan kesehatan lain tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. Guilford Press.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Anxiety Disorders: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Attachment Theory and How It Affects Your Relationships.

FAQ

1. Apakah anxious attachment adalah gangguan jiwa?

Bukan, ini adalah gaya kelekatan atau pola perilaku dalam hubungan. Namun, jika tidak dikelola, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan atau depresi.

2. Bisakah seseorang berubah dari anxious ke secure attachment?

Ya, bisa. Melalui terapi, kesadaran diri yang kuat, dan hubungan yang sehat, seseorang bisa belajar untuk merasa lebih aman dan percaya diri dalam hubungan.

3. Mengapa saya selalu tertarik pada orang yang cuek (avoidant)?

Ini adalah dinamika yang umum terjadi (anxious-avoidant trap), di mana kecemasanmu “terpicu” oleh ketidakterediaan emosional mereka, yang secara tidak sadar mengulangi pola masa kecilmu.

4. Bagaimana cara menenangkan diri saat cemas dalam hubungan?

Lakukan teknik pernapasan dalam, alihkan perhatian ke aktivitas positif, dan ingatkan diri sendiri bahwa perasaanmu hanyalah respons dari trauma masa lalu, bukan kenyataan saat ini.