Apa Arti Sunscreen Sebenarnya? Yuk, Pahami Manfaatnya!

DAFTAR ISI
- Pengertian Sunscreen dan Perbedaannya dengan Sunblock
- Mengenal Bahaya Sinar UVA dan UVB pada Kulit
- Arti SPF dan PA pada Label Sunscreen
- Jenis-jenis Sunscreen Berdasarkan Kandungannya
- Manfaat Penggunaan Sunscreen Setiap Hari
- Cara Menggunakan Sunscreen yang Tepat
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat kita terpapar sinar matahari hampir sepanjang tahun. Meskipun sinar matahari pagi sangat baik untuk merangsang produksi vitamin D dalam tubuh, paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama pada siang hari, justru dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan kulit. Pancaran sinar ultraviolet (UV) yang tidak terlihat oleh mata telanjang mampu menembus lapisan kulit terdalam dan merusak sel-sel yang sehat.
Seiring berjalannya waktu, paparan sinar UV yang tidak ditangkal dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari yang ringan seperti kulit kusam, hiperpigmentasi (flek hitam), *sunburn* (luka bakar matahari), hingga penuaan dini. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan menjadi faktor risiko utama terjadinya kanker kulit (melanoma). Oleh karena itu, melindungi kulit dari luar menggunakan produk perawatan yang tepat bukanlah sekadar tren kecantikan, melainkan sebuah kebutuhan medis esensial untuk menjaga integritas dan kesehatan organ terbesar tubuh kita.
Salah satu langkah perlindungan paling krusial yang direkomendasikan oleh para ahli dermatologi di seluruh dunia adalah penggunaan *sunscreen* atau tabir surya. Meskipun produk ini sangat mudah ditemukan, sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh tentang pengertian sunscreen, cara kerjanya, serta bagaimana cara memilih dan menggunakannya dengan benar. Edukasi mengenai hal ini sangat penting agar perlindungan yang didapatkan bisa maksimal.
Nah, mau tahu apa sebenarnya pengertian sunscreen, jenis-jenisnya, hingga cara penggunaannya yang paling tepat untuk perlindungan optimal? Berikut ulasan lengkapnya!
Pengertian Sunscreen dan Perbedaannya dengan Sunblock
Pengertian sunscreen atau tabir surya secara medis adalah produk perawatan kulit (topikal) yang diformulasikan secara khusus untuk melindungi kulit dari efek buruk radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari. Sunscreen bekerja seperti “perisai” pelindung yang bertugas mencegah sinar UV menembus masuk ke dalam lapisan epidermis dan dermis kulit yang dapat merusak DNA sel kulit.
Banyak orang sering tertukar antara *sunscreen* dan *sunblock*. Secara historis, kedua istilah ini merujuk pada cara kerja yang berbeda. *Sunscreen* (tabir surya kimia) bekerja dengan cara menyerap sinar UV sebelum sinar tersebut sempat merusak lapisan kulit. Sunscreen mengubah sinar UV menjadi energi panas yang kemudian dilepaskan oleh kulit. Di sisi lain, *sunblock* (tabir surya fisik) bekerja dengan cara menciptakan lapisan fisik di atas permukaan kulit yang memantulkan dan menyebarkan sinar matahari agar tidak menembus kulit. Namun, saat ini, BPOM dan FDA (Food and Drug Administration) lebih sering menggunakan istilah *sunscreen* secara umum untuk menyebut semua jenis pelindung matahari, baik yang bekerja secara kimiawi maupun fisik.
Mengenal Bahaya Sinar UVA dan UVB pada Kulit
Untuk memahami pentingnya pengertian sunscreen, kamu perlu mengetahui jenis-jenis sinar UV yang dipancarkan matahari dan mencapai bumi. Ada dua jenis sinar UV yang paling berdampak pada kulit manusia, yaitu UVA dan UVB. Keduanya memiliki panjang gelombang yang berbeda dan menyebabkan kerusakan yang berbeda pula.
1. Sinar UVA (Ultraviolet A)
Sinar UVA memiliki panjang gelombang yang paling panjang, sehingga mampu menembus lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Sinar ini mendominasi 95% radiasi UV yang mencapai permukaan bumi. Sinar UVA hadir sepanjang hari, bahkan saat cuaca mendung atau hujan, dan mampu menembus kaca jendela. UVA adalah penyebab utama penuaan dini (photoaging) karena merusak kolagen dan elastin, yang mengakibatkan kulit keriput, kendur, dan timbulnya flek hitam. Cara mudah mengingatnya adalah UVA = Aging (penuaan).
2. Sinar UVB (Ultraviolet B)
Sinar UVB memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan hanya mencapai lapisan luar kulit (epidermis). Intensitas sinar UVB paling tinggi terjadi pada pukul 10 pagi hingga 4 sore. Sinar inilah yang menjadi penyebab utama kulit terbakar, kemerahan, dan perih setelah berjemur (sunburn). Selain itu, paparan UVB berlebih berperan sangat besar terhadap kerusakan DNA secara langsung yang memicu kanker kulit. Cara mudah mengingatnya adalah UVB = Burning (terbakar).
Mitos dan Fakta Seputar Sunscreen
- Mitos: Kulit gelap tidak butuh sunscreen. Fakta: Kulit gelap memang memiliki lebih banyak melanin yang memberikan sedikit perlindungan alami (setara SPF 13), namun tetap berisiko terkena kerusakan akibat UVA dan kanker kulit. Sunscreen wajib untuk semua warna kulit.
- Mitos: Tidak perlu pakai sunscreen di dalam ruangan. Fakta: Sinar UVA dapat menembus kaca jendela mobil dan rumah. Layar *gadget* juga memancarkan *blue light* yang bisa memicu pigmentasi.
- Mitos: Pakai sunscreen cukup sekali di pagi hari. Fakta: Sunscreen akan luntur karena keringat, minyak alami wajah, dan gesekan, sehingga wajib dioleskan ulang (reapply) setiap 2 jam sekali.
Arti SPF dan PA pada Label Sunscreen
Ketika membaca kemasan produk pelindung kulit, kamu pasti akan melihat tulisan SPF dan PA. Pemahaman yang benar tentang kedua indikator ini sangat esensial agar kamu tidak salah pilih produk sesuai kebutuhan dan aktivitas harianmu.
SPF (Sun Protection Factor) adalah ukuran seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UVB. Angka pada SPF menunjukkan seberapa lama kamu bisa terpapar sinar matahari tanpa mengalami kulit terbakar, dibandingkan saat tidak memakai sunscreen. Misalnya, jika kulitmu biasanya mulai memerah setelah 10 menit di bawah sinar matahari, menggunakan SPF 30 secara teoritis memungkinkanmu bertahan 30 kali lebih lama (sekitar 300 menit). Namun, persentase perlindungannya adalah sebagai berikut:
- SPF 15 memblokir sekitar 93% sinar UVB.
- SPF 30 memblokir sekitar 97% sinar UVB.
- SPF 50 memblokir sekitar 98% sinar UVB.
Perlu dicatat bahwa tidak ada sunscreen yang mampu memberikan perlindungan 100%. Dermatologis umumnya menyarankan penggunaan minimal SPF 30 untuk aktivitas sehari-hari.
PA (Protection Grade of UVA) adalah sistem penilaian yang dikembangkan di Jepang untuk mengukur tingkat perlindungan produk terhadap sinar UVA. Sistem ini menggunakan tanda plus (+) untuk menunjukkan tingkat efektivitasnya:
- PA+ : Memberikan perlindungan ringan terhadap UVA.
- PA++ : Memberikan perlindungan sedang terhadap UVA.
- PA+++ : Memberikan perlindungan tinggi terhadap UVA.
- PA++++ : Memberikan perlindungan sangat tinggi terhadap UVA.
Pilihlah produk yang mencantumkan label “Broad Spectrum” (Spektrum Luas), yang artinya produk tersebut telah diuji dan terbukti mampu melindungi kulit dari sinar UVA maupun UVB secara bersamaan.
Jenis-jenis Sunscreen Berdasarkan Kandungannya
Di pasaran, ada banyak sekali varian produk tabir surya. Untuk melengkapi pemahaman terkait pengertian sunscreen, kamu harus mengetahui bahwa berdasarkan bahan aktif dan cara kerjanya, sunscreen terbagi menjadi tiga jenis utama:
1. Physical Sunscreen (Mineral Sunscreen)
Physical sunscreen mengandung bahan mineral aktif seperti Zinc Oxide atau Titanium Dioxide. Cara kerjanya adalah dengan duduk di atas permukaan kulit dan memantulkan sinar UV seperti cermin. Keunggulan dari jenis ini adalah langsung bekerja segera setelah diaplikasikan, tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic), dan sangat aman untuk kulit sensitif, ibu hamil, serta anak-anak. Kekurangannya adalah teksturnya biasanya lebih kental dan sering meninggalkan bercak putih (white cast) pada kulit, terutama bagi pemilik warna kulit sawo matang atau gelap.
2. Chemical Sunscreen
Chemical sunscreen menggunakan senyawa karbon organik seperti Oxybenzone, Avobenzone, Octinoxate, atau Octisalate. Cara kerjanya sangat canggih: menyerap sinar UV ke dalam kulit, lalu memicu reaksi kimia yang mengubah sinar UV tersebut menjadi energi panas, yang kemudian diuapkan dari kulit. Kelebihannya adalah teksturnya sangat ringan, mudah menyerap, dan tidak meninggalkan white cast sama sekali, sehingga sangat nyaman digunakan sehari-hari dan di bawah makeup. Namun, butuh waktu sekitar 15-20 menit setelah diaplikasikan agar produk ini mulai bekerja. Bagi sebagian orang dengan kulit super sensitif atau rosacea, bahan kimianya bisa memicu reaksi alergi ringan.
3. Hybrid Sunscreen
Ini adalah inovasi terbaru di dunia dermatologi. Hybrid sunscreen menggabungkan bahan aktif dari physical dan chemical sunscreen. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perlindungan UV yang maksimal namun dengan tekstur kosmetik yang elegan. Hasilnya, produk ini memiliki tekstur yang ringan, minim white cast, dan memberikan perlindungan broad spectrum yang luar biasa.
Manfaat Penggunaan Sunscreen Setiap Hari
Setelah memahami pengertian sunscreen, kamu juga harus paham betul mengapa penggunaan produk ini sangat diwajibkan oleh dokter kulit sedunia. Berikut adalah deretan manfaat utamanya:
- Mencegah Kanker Kulit: Penggunaan secara rutin dan konsisten sangat efektif menurunkan risiko kanker kulit, terutama melanoma yang merupakan jenis kanker kulit paling mematikan.
- Mencegah Penuaan Dini: Menghentikan pemecahan kolagen oleh sinar UVA, sehingga kulit tetap elastis, bebas kerutan halus, dan tidak mudah kendur.
- Mencegah Hiperpigmentasi: Membantu mencegah terbentuknya noda hitam, melasma, dan warna kulit yang tidak merata (belang). Hal ini sangat penting bagi mereka yang sedang menggunakan produk perawatan berbahan aktif seperti Retinol atau AHA/BHA, di mana untuk melindunginya kamu bisa beli produk perawatan kulit dan sunscreen yang tepat.
- Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah Kulit: Paparan UV menahun dapat membuat dinding pembuluh darah di wajah menipis dan pecah (telangiectasia), sehingga wajah tampak selalu kemerahan. Sunscreen mencegah kondisi ini.
Cara Menggunakan Sunscreen yang Tepat
Membeli produk pelindung kulit dengan harga mahal akan menjadi sia-sia jika cara pemakaiannya tidak tepat. Agar perlindungan yang dijanjikan pada kemasan benar-benar kamu dapatkan, ikuti aturan penggunaan berikut ini:
1. Gunakan Takaran yang Pas (Aturan 2 Jari)
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan tabir surya terlalu sedikit. Untuk area wajah dan leher bagian depan, takaran idealnya adalah sebanyak 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) yang dioleskan secara merata. Jika kamu juga terpapar matahari pada area lengan, kaki, atau bagian tubuh lain, gunakan takaran sekitar satu gelas sloki (kurang lebih 30 ml) untuk seluruh tubuh yang terbuka.
2. Waktu Aplikasi yang Benar
Jika kamu menggunakan chemical sunscreen, pastikan untuk mengaplikasikannya minimal 15 hingga 30 menit sebelum kamu benar-benar keluar rumah atau terpapar sinar matahari. Ini memberi waktu bagi bahan aktif untuk meresap dan mengikat pada lapisan kulit. Jika menggunakan physical sunscreen, kamu bisa langsung keluar setelah pengaplikasian merata.
3. Wajib Re-apply (Aplikasikan Ulang)
Tabir surya tidak diciptakan untuk bertahan seharian penuh. Keringat, minyak wajah, dan sentuhan tangan akan mengikis perlindungannya. Oleh karena itu, kamu wajib melakukan re-aplikasi setiap 2 jam sekali, apalagi jika kamu beraktivitas di luar ruangan (outdoor), berenang, atau berkeringat hebat. Untuk memudahkan re-apply di atas makeup, kamu bisa menggunakan inovasi sediaan seperti sunscreen spray, sunscreen powder, atau sunstick.
4. Lengkapi dengan Perlindungan Fisik
Ingat bahwa sunscreen hanyalah salah satu alat pelindung. Jika UV index sedang sangat tinggi (antara pukul 10 pagi hingga 3 sore), bantulah perlindungan kulitmu dengan perlengkapan fisik seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam anti-UV, payung, dan pakaian berlengan panjang. Namun, jika kamu sudah terlanjur mengalami luka bakar yang parah dan melepuh akibat sinar matahari, segera konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan pemulihan medis yang intensif dan mencegah infeksi.
Studi Terkait
Annals of Internal Medicine menerbitkan studi komprehensif di tahun 2013 yang menjelaskan bahwa penggunaan tabir surya setiap hari secara signifikan memperlambat penuaan kulit pada pria dan wanita sehat usia paruh baya.
Studi yang dilakukan di Australia ini mengamati lebih dari 900 partisipan. Mereka yang diinstruksikan untuk menggunakan sunscreen berspektrum luas secara rutin setiap hari (dibandingkan dengan yang hanya menggunakan secara diskresi) menunjukkan tanda penuaan kulit (seperti kerutan dan tekstur kasar) yang 24% lebih sedikit setelah masa tindak lanjut selama 4,5 tahun. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan pelindung UV secara rutin tidak hanya berdampak pada pencegahan kanker, tetapi memiliki efikasi kosmetik yang nyata sebagai *anti-aging* terbaik yang didukung oleh sains.
Pada akhirnya, pemahaman menyeluruh tentang pengertian sunscreen adalah kunci pertama untuk memiliki kulit yang sehat dan awet muda di masa depan. Kulit adalah aset jangka panjang, maka dari itu, lindungilah ia setiap hari tanpa kompromi.
Kamu bisa mendapatkan berbagai macam perlengkapan perawatan kulit, vitamin, dan obat-obatan yang aman dan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Dermatology Association (AAD). Diakses pada 2024. Sunscreen FAQs.
Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. Sunscreen: How to Help Protect Your Skin from the Sun.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Radiation: Sun protection.
Skin Cancer Foundation. Diakses pada 2024. All About Sunscreen: Why You Need It. How It Works for You.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Best sunscreen: Understand sunscreen options.
FAQ
1. Apa pengertian sunscreen secara sederhana?
Secara sederhana, pengertian sunscreen adalah produk perawatan kulit berbentuk krim, losion, atau gel yang berfungsi untuk menyerap atau memantulkan radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari, sehingga mencegah kerusakan pada struktur dan sel-sel kulit manusia.
2. Apakah saya wajib memakai sunscreen setiap hari meskipun di rumah saja?
Ya, sangat diwajibkan. Sinar UVA dari matahari dapat dengan mudah menembus awan tebal dan kaca jendela rumah. Selain itu, paparan cahaya biru (blue light) dari layar komputer atau smartphone juga dapat memberikan dampak buruk pada pigmentasi kulit. Jadi, penggunaan di dalam rumah tetap esensial.
3. Berapa angka SPF yang ideal untuk kondisi di Indonesia?
Karena Indonesia berada di iklim tropis dengan indeks UV yang tinggi, dokter kulit sangat menyarankan untuk menggunakan sunscreen dengan perlindungan minimal SPF 30 PA+++ untuk rutinitas sehari-hari, dan SPF 50 jika kamu beraktivitas penuh di luar ruangan (seperti berenang atau olahraga outdoor).
4. Kenapa wajah saya menjadi kusam atau berjerawat setelah memakai sunscreen?
Hal itu biasanya terjadi bukan karena fungsi pelindung produknya, melainkan karena kamu mungkin belum membersihkannya dengan benar di malam hari (pori-pori tersumbat) atau formula yang kamu pilih terlalu berminyak (komedogenik) untuk jenis kulitmu. Disarankan menggunakan metode double cleansing untuk membersihkan sisa tabir surya, dan pilihlah produk berlabel non-comedogenic jika kulitmu mudah berjerawat.



