Ad Placeholder Image

Apa Itu Plasenta Bayi? Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Ada beberapa kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan plasenta, seperti hamil di usia tua, hipertensi, dan lain-lain.

Apa Itu Plasenta Bayi? Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa TerjadiApa Itu Plasenta Bayi? Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi

DAFTAR ISI


Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami transformasi luar biasa untuk mendukung kehidupan baru. Salah satu organ paling menakjubkan yang terbentuk secara khusus untuk masa ini adalah plasenta. Dalam budaya masyarakat Indonesia, plasenta adalah ari-ari, sebuah organ yang sering kali dianggap memiliki makna spiritual sekaligus biologis yang sangat dalam.

Secara medis, plasenta adalah organ penghubung antara ibu dan janin yang berkembang di dalam rahim. Organ ini bertanggung jawab penuh untuk memastikan janin mendapatkan semua kebutuhan dasarnya agar dapat tumbuh dengan sempurna hingga waktu persalinan tiba. Memahami peran plasenta sangat penting bagi setiap calon orang tua karena kesehatan plasenta berbanding lurus dengan kesehatan dan keselamatan bayi di dalam kandungan.

Kondisi plasenta yang bermasalah dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari hambatan pertumbuhan janin hingga risiko perdarahan hebat pada ibu. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci utama. Jika kamu merasakan keluhan tidak biasa selama kehamilan, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam agar mendapatkan evaluasi medis yang akurat.

Penting juga bagi ibu hamil untuk menjaga asupan nutrisi dan vitamin guna mendukung kualitas plasenta. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai suplemen kehamilan orisinal dengan pengantaran cepat ke rumah.

Mengenal Apa Itu Plasenta atau Ari-ari

Plasenta adalah organ cakram datar yang menempel pada dinding rahim selama kehamilan. Organ ini mulai terbentuk sesaat setelah pembuahan, ketika sel telur yang telah dibuahi (blastokista) menempel pada lapisan endometrium rahim. Plasenta bersifat unik karena merupakan satu-satunya organ tubuh manusia yang bersifat sementara dan akan dikeluarkan dari tubuh setelah fungsinya selesai, yaitu setelah bayi lahir.

Secara struktur, plasenta terdiri dari dua komponen utama: bagian janin yang berkembang dari blastokista dan bagian ibu yang berkembang dari jaringan rahim. Keduanya bekerja sama menciptakan sistem pertukaran zat yang sangat efisien tanpa mencampurkan darah ibu dan darah janin secara langsung. Hal ini memungkinkan janin terlindungi dari serangan sistem imun ibu yang mungkin menganggap janin sebagai benda asing.

Fungsi Vital Plasenta bagi Janin

Plasenta sering disebut sebagai “sistem pendukung kehidupan” karena menjalankan peran yang seharusnya dilakukan oleh paru-paru, ginjal, hati, dan sistem pencernaan janin yang belum berfungsi sempurna. Berikut adalah fungsi-fungsi utama plasenta:

1. Penyalur Nutrisi dan Oksigen

Darah ibu yang kaya akan oksigen dan nutrisi mengalir ke plasenta, lalu melewati membran tipis menuju sirkulasi darah janin melalui tali pusat. Nutrisi seperti glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral sangat krusial untuk perkembangan otak dan fisik bayi.

2. Ekskresi Sisa Metabolisme

Janin juga menghasilkan limbah metabolisme seperti karbon dioksida dan urea. Plasenta berfungsi menarik sisa-sisa ini dari darah janin dan memindahkannya ke darah ibu untuk kemudian dibuang melalui sistem ekskresi ibu.

3. Produksi Hormon Kehamilan

Plasenta adalah pabrik hormon yang sangat sibuk. Organ ini memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG), progesteron, dan estrogen. Hormon-hormon ini berfungsi menjaga lapisan rahim agar tidak luruh, menyiapkan kelenjar susu untuk menyusui, dan mengatur metabolisme ibu agar janin selalu mendapatkan pasokan energi.

4. Fungsi Imunitas

Menjelang akhir kehamilan, plasenta memungkinkan antibodi (imunoglobulin G) dari ibu masuk ke tubuh janin. Hal ini memberikan perlindungan pasif kepada bayi terhadap berbagai infeksi selama beberapa bulan pertama setelah dilahirkan.

Tips Menjaga Kesehatan Plasenta
  1. Hindari paparan asap rokok dan konsumsi alkohol karena dapat mempersempit pembuluh darah plasenta.
  2. Pantau tekanan darah secara rutin untuk mencegah preeklamsia yang mengganggu aliran darah ke ari-ari.
  3. Konsumsi makanan tinggi asam folat dan zat besi sejak merencanakan kehamilan.

Proses Pembentukan dan Perkembangan Plasenta

Pembentukan plasenta dimulai pada minggu ke-3 atau ke-4 kehamilan. Awalnya, sel-sel trofoblas dari embrio akan menginvasi dinding rahim ibu untuk membentuk struktur seperti jari yang disebut vili korionik. Vili ini akan terus berkembang dan bercabang-cabang untuk memperluas area permukaan pertukaran antara darah ibu dan janin.

Pada usia kehamilan 12-14 minggu, plasenta biasanya sudah terbentuk sempurna dan mengambil alih peran korpus luteum dalam memproduksi hormon kehamilan. Ukuran plasenta akan terus bertambah seiring perkembangan janin. Pada saat kelahiran, plasenta normalnya memiliki berat sekitar 500-600 gram atau sekitar seperenam dari berat badan bayi.

Gangguan Plasenta yang Perlu Diwaspadai

Meskipun plasenta adalah organ yang tangguh, ada beberapa kondisi medis yang dapat mengganggu fungsinya. Gangguan ini harus ditangani secara medis oleh dokter spesialis kandungan.

1. Plasenta Previa

Kondisi ini terjadi ketika plasenta menempel di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh leher rahim (serviks). Gejala utamanya adalah perdarahan tanpa rasa sakit pada trimester kedua atau ketiga. Plasenta previa sering kali memerlukan tindakan operasi caesar untuk mencegah perdarahan fatal saat persalinan.

2. Solusio Plasenta (Abruptio Placentae)

Solusio plasenta adalah kondisi darurat di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Hal ini dapat memutus pasokan oksigen ke janin dan menyebabkan perdarahan hebat pada ibu. Gejalanya meliputi nyeri perut yang hebat, punggung terasa kaku, dan perdarahan vagina.

3. Plasenta Akreta

Pada kondisi ini, pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu dalam ke dalam dinding rahim. Hal ini menyebabkan plasenta sulit terlepas secara alami setelah bayi lahir. Plasenta akreta berisiko tinggi menyebabkan perdarahan pascasalin yang masif.

4. Insufisiensi Plasenta

Kondisi di mana plasenta tidak mampu menyalurkan nutrisi dan oksigen yang cukup ke janin. Akibatnya, janin mungkin mengalami hambatan pertumbuhan (IUGR – Intrauterine Growth Restriction) dan memiliki berat badan lahir rendah.

Faktor Risiko Masalah Plasenta

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seorang ibu hamil mengalami masalah pada ari-arinya. Memahami faktor ini dapat membantu ibu dan dokter untuk melakukan pemantauan lebih ketat.

  • Usia Ibu: Kehamilan di atas usia 35 tahun memiliki risiko gangguan plasenta yang lebih tinggi.
  • Riwayat Operasi Rahim: Ibu yang pernah menjalani operasi caesar atau kuretase sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi terkena plasenta akreta atau previa.
  • Tekanan Darah Tinggi: Hipertensi kronis atau preeklamsia dapat merusak pembuluh darah plasenta.
  • Kehamilan Kembar: Mengandung lebih dari satu janin memberikan beban kerja ekstra pada plasenta atau mungkin memerlukan ruang rahim yang lebih besar untuk penempelan plasenta.
  • Trauma Perut: Benturan keras pada perut akibat kecelakaan atau jatuh dapat memicu lepasnya plasenta secara prematur.

Studi Mengenai Kesehatan Plasenta

The Lancet menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa paparan polusi udara pada ibu hamil dapat menyebabkan adanya partikel hitam (karbon) di dalam jaringan plasenta. Penemuan ini menunjukkan betapa sensitifnya organ ini terhadap lingkungan luar.

Studi lain dalam jurnal Nature Communications menyoroti bahwa profil genetik plasenta ternyata lebih mirip dengan tumor yang tumbuh cepat namun terkontrol. Hal ini menjelaskan mengapa plasenta mampu menginvasi rahim dengan sangat efisien namun tetap mampu menjaga keseimbangan kesehatan ibu jika berfungsi normal.

Kesehatan plasenta adalah kunci utama keselamatan kehamilan. Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu atau merasakan perubahan gerakan janin yang signifikan, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan selama kehamilan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan dikirim langsung ke lokasi kamu.

Selain itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri secara langsung. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan atau gangguan kehamilan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan saat Hamil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau pertanyaan seputar kehamilan, tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Placenta: How it works, what’s normal.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Placental Development and Complications.
NHS UK. Diakses pada 2026. What is the placenta?.
WebMD. Diakses pada 2026. Problems with the Placenta.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2026. Placenta Functions and Facts.

FAQ

1. Apakah plasenta adalah ari-ari?

Ya, benar sekali. Dalam istilah medis, organ ini disebut plasenta, sedangkan di masyarakat Indonesia secara umum lebih dikenal dengan sebutan ari-ari.

2. Bisakah plasenta berpindah posisi seiring kehamilan?

Sebenarnya plasenta tidak “berjalan”, namun karena rahim terus membesar ke atas, posisi plasenta yang awalnya di bawah bisa terlihat seolah-olah bergeser menjauhi serviks. Fenomena ini sering disebut migrasi plasenta.

3. Apa yang terjadi jika plasenta tidak keluar setelah melahirkan?

Kondisi ini disebut retensio plasenta. Jika tidak segera dikeluarkan oleh dokter atau bidan, hal ini dapat memicu perdarahan hebat dan infeksi yang mengancam nyawa ibu.

4. Apakah plasenta bisa rusak karena pola makan?

Pola makan buruk tidak langsung merusak plasenta, namun kekurangan zat besi dan asam folat dapat mengganggu fungsi pembuluh darahnya. Sebaliknya, konsumsi kafein berlebih atau alkohol dapat merusak struktur pembuluh darah kecil di dalam ari-ari.