Ad Placeholder Image

Apa Jenis Hamster yang Cocok untuk Dipelihara Keluarga?

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

"Memelihara hamster memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelum mengadopsinya, kamu harus mengetahui jenis hamster yang paling cocok untuk dipelihara, oleh karena itu kamu harus mencari hamster yang paling ramah. Ada beberapa jenis hamster yang sangat disarankan untuk dipelihara karena mereka cukup baik pada manusia, baik pada orang dewasa, maupun pada anak-anak."

Apa Jenis Hamster yang Cocok untuk Dipelihara Keluarga?Apa Jenis Hamster yang Cocok untuk Dipelihara Keluarga?

DAFTAR ISI


Hamster merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Ukurannya yang mungil, wajahnya yang menggemaskan, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau menjadikannya pilihan utama bagi pemula maupun anak-anak. Namun, sebelum memutuskan untuk memeliharanya, penting bagi kamu untuk memahami berbagai jenis jenis hamster karena setiap spesies memiliki karakteristik, sifat, dan kebutuhan perawatan yang berbeda.

Secara medis dan kesehatan, interaksi dengan hewan peliharaan seperti hamster terbukti dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada pemiliknya. Meski demikian, sebagai calon pemilik, kamu juga harus waspada terhadap aspek kesehatan lingkungan. Memahami perbedaan antara hamster Syrian yang penyendiri dan hamster kerdil yang aktif akan membantumu menciptakan lingkungan yang harmonis antara hewan peliharaan dan penghuni rumah lainnya.

Memilih hamster tidak hanya soal estetika atau warna bulu. Kamu perlu mempertimbangkan seberapa banyak waktu yang bisa kamu alokasikan untuk berinteraksi, luas lahan yang tersedia untuk kandang, hingga kesiapan dalam menangani masalah kesehatan hewan yang mungkin timbul. Jika kamu atau anggota keluarga memiliki riwayat alergi terhadap bulu hewan, penting untuk memahami risiko sebelum membawa pulang hewan pengerat ini.

Nah, mau tahu apa saja pilihan jenis jenis hamster dan bagaimana cara menjaga kesehatan saat memeliharanya? Berikut ulasannya!

Mengenal Karakteristik Hamster Secara Umum

Hamster adalah hewan krepuskular, yang berarti mereka paling aktif pada waktu fajar dan senja. Meskipun sering dianggap nokturnal (aktif di malam hari), banyak hamster yang mulai bangun dan beraktivitas saat lampu rumah mulai redup. Secara anatomi, hamster memiliki kantong pipi yang elastis yang digunakan untuk membawa makanan ke sarang mereka, sebuah perilaku instingtual yang terbawa dari alam liar.

Secara umum, hamster memiliki penglihatan yang kurang baik namun indra penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Mereka berkomunikasi melalui suara frekuensi tinggi dan aroma. Hal inilah yang mendasari mengapa kebersihan kandang sangat krusial, bukan hanya untuk mencegah bau di dalam rumah, tetapi juga untuk mencegah infeksi saluran pernapasan pada hamster itu sendiri dan risiko penularan bakteri ke manusia.

Jenis-Jenis Hamster yang Populer Dipelihara

Berikut adalah beberapa jenis jenis hamster yang paling sering ditemukan di toko hewan peliharaan dan menjadi favorit para pecinta hewan:

1. Hamster Syrian (Mesocricetus auratus)

Dikenal juga sebagai “Teddy Bear Hamster” atau “Golden Hamster”, jenis ini adalah yang terbesar di antara jenis peliharaan lainnya. Ukurannya bisa mencapai 15-17 cm. Hamster Syrian memiliki sifat soliter yang sangat kuat, artinya mereka wajib dipelihara sendirian dalam satu kandang. Jika disatukan, mereka cenderung akan berkelahi hingga terluka parah.

Syrian sangat cocok untuk pemula karena gerakannya yang lebih lambat dibandingkan hamster kerdil, sehingga lebih mudah untuk dipegang atau dijinakkan. Mereka tersedia dalam berbagai variasi bulu, mulai dari yang pendek hingga yang panjang (long hair).

2. Hamster Dwarf Campbell (Phodopus campbelli)

Hamster Campbell adalah salah satu jenis hamster kerdil yang paling banyak ditemui. Ukurannya jauh lebih kecil dari Syrian, hanya sekitar 8-10 cm. Karakteristik utamanya adalah adanya garis hitam tipis yang memanjang dari tengkuk hingga ke ekor. Campbell cenderung lebih lincah dan terkadang memiliki reputasi sedikit “galak” jika tidak sering diajak berinteraksi sejak kecil.

3. Hamster Dwarf Winter White (Phodopus sungorus)

Sekilas mirip dengan Campbell, namun Winter White memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat (sering disebut seperti bola tenis meja) dan hidung yang lebih tumpul. Keunikan utama jenis ini adalah kemampuannya untuk mengubah warna bulu menjadi putih saat berada di lingkungan yang sangat dingin atau bersalju sebagai bentuk kamuflase di alam liar. Mereka dikenal memiliki sifat yang lebih tenang dan lebih mudah dijinakkan dibandingkan Campbell.

Tips Keamanan Saat Memelihara Hamster
  1. Selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah memegang hamster untuk menghindari penularan kuman.
  2. Hindari meletakkan kandang hamster di dalam kamar tidur jika kamu memiliki masalah tidur, karena aktivitas roda lari mereka di malam hari bisa cukup bising.
  3. Jika terjadi gigitan yang menyebabkan luka terbuka, segera bersihkan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.

4. Hamster Roborovski (Phodopus roborovskii)

Ini adalah jenis hamster terkecil dan tercepat. Ukurannya hanya sekitar 4-5 cm. Roborovski sangat aktif dan lincah, namun karena ukurannya yang sangat kecil dan gerakannya yang luar biasa cepat, mereka kurang disarankan untuk anak-anak kecil karena sulit dipegang dan mudah terjatuh. Mereka lebih cocok dijadikan hewan pengamatan yang diletakkan dalam akuarium besar yang dirancang indah.

5. Hamster Tiongkok (Cricetulus griseus)

Meskipun sering disebut hamster, secara fisik jenis ini lebih menyerupai tikus karena memiliki ekor yang lebih panjang dibandingkan jenis hamster lainnya. Mereka memiliki tubuh yang ramping dan panjang. Hamster Tiongkok terkadang bisa bersifat pemalu, namun mereka memiliki kemampuan memanjat yang lebih baik daripada jenis hamster lainnya.

Aspek Kesehatan dan Risiko Penyakit dari Hamster

Sebagai hewan pengerat, hamster dapat membawa agen penyakit tertentu yang bersifat zoonosis (dapat menular ke manusia). Beberapa di antaranya adalah bakteri Salmonella dan virus Lymphocytic Choriomeningitis (LCMV). Bakteri Salmonella bisa menyebabkan diare parah, demam, dan kram perut pada manusia, terutama pada anak-anak atau individu dengan sistem imun yang lemah.

Selain itu, debu dari serbuk kayu yang digunakan sebagai alas kandang atau bulu hamster itu sendiri dapat memicu reaksi alergi. Jika kamu mengalami gejala seperti bersin-bersin, mata gatal, atau sesak napas setelah berinteraksi dengan peliharaan, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama. Pastikan kamu selalu membersihkan kandang secara rutin minimal satu kali seminggu. Untuk kebutuhan pembersihan luka ringan akibat gigitan atau kebutuhan suplemen daya tahan tubuh bagi pemilik hewan agar tidak mudah tertular penyakit, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis tanpa harus keluar rumah.

Tips Memilih Hamster yang Tepat untuk Keluarga

Memilih di antara berbagai jenis jenis hamster memerlukan pertimbangan matang. Berikut panduannya:

  • Untuk Anak Kecil: Hamster Syrian adalah pilihan terbaik karena ukurannya yang pas di tangan anak dan gerakannya yang tidak terlalu agresif.
  • Untuk Pemilik dengan Lahan Terbatas: Hamster kerdil seperti Winter White atau Campbell bisa menjadi pilihan, namun pastikan ventilasi kandang tetap terjaga.
  • Untuk Pengamat (Visual): Hamster Roborovski sangat menarik untuk ditonton karena aktivitasnya yang sangat dinamis, namun hindari terlalu sering mencoba menangkapnya karena bisa membuatnya stres.

Studi Mengenai Jenis Jenis Hamster

The Journal of Exotic Pet Medicine menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa pemahaman tentang perilaku spesifik spesies pada hamster sangat menentukan kesejahteraan hewan tersebut di lingkungan penangkaran (peliharaan). Kegagalan menyediakan lingkungan yang sesuai dengan sifat alaminya dapat memicu perilaku stereotipik (seperti menggigit jeruji kandang terus-menerus) yang menandakan tingkat stres tinggi.

Studi tersebut juga menekankan pentingnya ukuran kandang yang luas, terutama bagi hamster Syrian, untuk mencegah obesitas dan masalah kesehatan reproduksi. Hal ini membuktikan bahwa memelihara hamster memerlukan tanggung jawab medis yang tidak bisa disepelekan.

Memelihara hamster memang menyenangkan, namun jika kamu mengalami keluhan kesehatan seperti gatal-gatal kronis, infeksi kulit, atau gangguan pernapasan setelah memeliharanya, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang sesuai.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
CDC. Diakses pada 2026. Stay Healthy Around Small Pets.
AVMA (American Veterinary Medical Association). Diakses pada 2026. Selecting a Pet Hamster.
PDSA. Diakses pada 2026. Hamster Health and Welfare.
National Geographic. Diakses pada 2026. Hamster Facts and Care.

FAQ

1. Apa saja jenis jenis hamster yang cocok untuk pemula?

Hamster Syrian umumnya dianggap yang paling cocok untuk pemula. Hal ini dikarenakan ukurannya yang lebih besar dan gerakannya yang relatif lebih tenang dibandingkan jenis hamster kerdil, sehingga mempermudah proses penjinakan.

2. Apakah semua jenis hamster bisa digabungkan dalam satu kandang?

Tidak. Hamster Syrian bersifat sangat soliter dan akan berkelahi jika disatukan. Beberapa jenis hamster kerdil seperti Campbell atau Winter White terkadang bisa hidup bersama jika diperkenalkan sejak bayi, namun risiko perkelahian tetap ada dan pengawasan ketat diperlukan.

3. Mengapa hamster saya sering menggigit?

Penyebab umum hamster menggigit adalah karena mereka merasa terancam, kaget, atau tangan kamu berbau makanan. Penting untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang mereka dan mendekati mereka secara perlahan agar mereka tidak merasa diserang.

4. Apakah memelihara hamster berbahaya bagi ibu hamil?

Ada risiko infeksi virus LCMV dari hamster yang bisa berbahaya bagi janin. Ibu hamil disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan kotoran hamster atau membersihkan kandangnya sendiri selama masa kehamilan untuk meminimalkan risiko infeksi.