Ad Placeholder Image

Apa Khasiat Bunga Telang: Sehatnya Komplit Lho!

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Bunga telang mengandung antioksidan kuat yang dapat mendukung kesehatan tubuh.

Apa Khasiat Bunga Telang: Sehatnya Komplit Lho!Apa Khasiat Bunga Telang: Sehatnya Komplit Lho!

DAFTAR ISI


Kembang telang, atau yang memiliki nama ilmiah Clitoria ternatea, belakangan ini semakin populer di kalangan pecinta gaya hidup sehat. Bunga yang identik dengan warna biru keunguan yang pekat ini bukan sekadar tanaman hias yang mempercantik pekarangan rumah. Sejak ratusan tahun lalu, kembang telang telah digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda di India serta berbagai praktik pengobatan kuno di Asia Tenggara untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Salah satu daya tarik utama dari kembang telang adalah warnanya yang sangat mencolok. Warna biru alami ini berasal dari tingginya kandungan antosianin, sebuah pigmen alami yang juga bertindak sebagai antioksidan kuat di dalam tubuh. Selain diseduh menjadi teh herbal yang menenangkan, bunga ini juga sering dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami yang aman dan menyehatkan, seperti pada hidangan nasi kerabu di Malaysia atau aneka kue tradisional di Thailand.

Di balik penampilannya yang cantik, kembang telang menyimpan segudang manfaat medis yang telah dibuktikan oleh berbagai penelitian modern. Mulai dari kemampuannya untuk meningkatkan fungsi kognitif otak, menjaga elastisitas kulit, hingga perannya dalam membantu menstabilkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Dengan gaya hidup masyarakat modern yang rentan terhadap paparan radikal bebas dan stres oksidatif, mengonsumsi bahan alami kaya antioksidan seperti kembang telang menjadi langkah pencegahan yang sangat bijak.

Mengingat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kembali ke bahan-bahan alami (back to nature), pamor kembang telang pun kian meroket. Banyak orang mulai mencari tahu secara mendalam mengenai apa saja sebenarnya khasiat kembang telang dan bagaimana cara terbaik untuk mengonsumsinya agar manfaat yang didapatkan bisa maksimal. Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai khasiat kembang telang? Berikut adalah penjelasan medis yang perlu kamu ketahui!

Kandungan Nutrisi dan Senyawa Aktif dalam Kembang Telang

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaatnya, sangat penting bagi kamu untuk memahami apa saja kandungan senyawa aktif yang ada di dalam kelopak bunga biru ini. Khasiat medis dari kembang telang tidak lepas dari profil fitokimianya yang sangat kaya. Bunga ini pada dasarnya bebas dari kafein, sehingga sangat aman dikonsumsi sebagai minuman penenang di malam hari tanpa risiko mengganggu kualitas tidur.

Kandungan paling menonjol dalam kembang telang adalah antosianin, khususnya jenis spesifik yang disebut ternatin. Ternatin inilah yang memberikan pigmen biru terang pada bunga dan merupakan molekul antioksidan yang sangat kuat. Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas dalam tubuh, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel sehat dan memicu terjadinya peradangan kronis serta berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung.

Selain ternatin, kembang telang juga kaya akan beberapa jenis antioksidan lain yang tidak kalah pentingnya. Di antaranya adalah kaempferol, sebuah senyawa flavonoid yang diketahui telah banyak diteliti karena kemampuannya dalam melawan sel-sel kanker. Ada pula p-coumaric acid yang memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antivirus yang sangat baik untuk memperkuat sistem imunitas tubuh. Tidak ketinggalan kandungan delphinidin-3,5-glucoside, senyawa yang diyakini secara medis mampu merangsang fungsi kekebalan tubuh secara optimal.

Ragam Khasiat Kembang Telang bagi Kesehatan

Berdasarkan kandungan senyawa aktif yang melimpah tersebut, kembang telang menawarkan berbagai manfaat luar biasa bagi kesehatan fisik maupun mental. Berikut adalah rincian khasiat kembang telang yang telah didukung oleh berbagai riset kesehatan:

1. Meningkatkan Fungsi Otak dan Memori

Dalam pengobatan Ayurveda, kembang telang sering diklasifikasikan sebagai Medhya Rasayana, yaitu kelompok herbal yang berfungsi untuk meremajakan saraf dan meningkatkan kecerdasan otak. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mampu meningkatkan kadar asetilkolin di dalam otak. Asetilkolin adalah neurotransmitter atau bahan kimia otak yang sangat krusial peranannya dalam proses komunikasi antarsel saraf, pembentukan memori, dan fungsi kognitif. Konsumsi rutin dapat membantu mencegah penurunan daya ingat terkait usia.

2. Meredakan Stres dan Kecemasan

Kembang telang memiliki sifat adaptogenik, yang berarti ia dapat membantu tubuh merespons dan mengelola stres dengan lebih baik. Senyawa aktif di dalamnya bekerja dengan menenangkan sistem saraf pusat dan memberikan efek relaksasi yang alami tanpa menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan. Jika kamu sering mengalami stres berkepanjangan akibat beban pekerjaan atau kecemasan yang mengganggu aktivitas harian, menyeruput secangkir teh kembang telang hangat di sore hari bisa menjadi terapi penenang alami yang sangat efektif.

3. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Kabar baik bagi kamu yang memiliki risiko prediabetes atau sedang mengelola kondisi diabetes tipe 2. Kembang telang berkhasiat dalam membantu menjaga kestabilan kadar glukosa dalam darah. Studi menunjukkan bahwa ekstrak bunga ini mampu menghambat kinerja enzim pencernaan karbohidrat, seperti alpha-glucosidase dan pancreatic alpha-amylase. Dengan terhambatnya enzim ini, proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa akan melambat, sehingga mencegah terjadinya lonjakan gula darah secara drastis setelah kamu mengonsumsi makanan berat.

4. Menjaga Kesehatan dan Ketajaman Mata

Kandungan proantosianidin yang tinggi di dalam bunga telang sangat bermanfaat untuk kesehatan optik. Senyawa ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke kapiler (pembuluh darah kecil) di area mata. Aliran darah yang lancar ini dapat membantu mengatasi masalah kelelahan mata, mata kabur, kerusakan retina, bahkan dipercaya mampu menurunkan risiko terkena penyakit glaukoma dan katarak di masa tua.

5. Menyehatkan Kulit dan Mencegah Penuaan Dini

Siapa sangka, khasiat kembang telang juga sangat populer di dunia kecantikan. Bunga ini terbukti mampu menghambat proses glikasi, yaitu suatu proses di mana molekul gula merusak protein pada kulit seperti kolagen dan elastin. Dengan terhambatnya glikasi, kulit akan tetap kencang, elastis, dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan garis halus. Selain itu, antioksidannya membantu meredakan kemerahan dan iritasi pada kulit yang sensitif.

6. Menyuburkan dan Menguatkan Akar Rambut

Selain untuk kulit, kembang telang juga secara tradisional telah lama digunakan sebagai bahan alami perawatan rambut. Ekstrak kembang telang sering ditambahkan ke dalam produk sampo alami karena kandungan bioflavonoidnya yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut, menguatkan folikel atau akar rambut dari dalam, mengurangi kerontokan yang parah, dan membantu memperlambat munculnya uban prematur. Hal ini terjadi karena peningkatan sirkulasi darah ke area kulit kepala yang membawa nutrisi dan oksigen lebih maksimal.

7. Mendukung Kesehatan Jantung

Manfaat luar biasa lainnya dari teh kembang telang adalah kemampuannya dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Senyawa antioksidan di dalamnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida dalam darah, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Dengan profil lipid darah yang lebih sehat, risiko terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang bisa berujung pada serangan jantung atau stroke dapat diminimalkan dengan baik.

Tips Memaksimalkan Khasiat Kembang Telang
  1. Hindari menambahkan gula pasir ke dalam teh kembang telang agar manfaat kontrol gula darahnya tidak hilang.
  2. Tambahkan perasan jeruk lemon untuk meningkatkan penyerapan antioksidan sekaligus memberikan sensasi rasa yang lebih segar.
  3. Gunakan madu murni atau stevia jika kamu tetap menginginkan rasa manis yang lebih aman untuk kesehatan.

Cara Mengolah dan Mengonsumsi Kembang Telang

Cara paling umum, praktis, dan efektif untuk mendapatkan khasiat kembang telang adalah dengan menyeduhnya menjadi teh herbal. Kamu bisa menggunakan kembang telang dalam keadaan segar yang baru dipetik maupun kembang telang kering yang kini sudah banyak dijual di pasaran. Keduanya memiliki khasiat gizi yang sama baiknya asalkan diseduh dengan cara yang tepat.

Untuk membuat teh kembang telang, cukup ambil sekitar 5 hingga 10 helai bunga telang kering. Seduh dengan secangkir air panas (tidak perlu mendidih penuh, sekitar 90 derajat Celcius agar antioksidannya tidak rusak). Biarkan selama 5 sampai 10 menit hingga air berubah warna menjadi biru pekat. Setelah itu, kamu bisa menyaring bunganya dan teh siap dinikmati.

Satu hal yang sangat unik dan menarik dari teh ini adalah kemampuannya untuk berubah warna. Jika kamu menambahkan beberapa tetes perasan jeruk lemon atau jeruk nipis, tingkat keasaman (pH) teh akan berubah, dan secara ajaib warnanya akan bertransisi dari biru pekat menjadi ungu cerah yang sangat cantik. Selain untuk teh, kamu juga bisa menggunakan air rebusan kembang telang ini sebagai pewarna alami saat menanak nasi, membuat agar-agar, atau membuat kue tradisional.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Secara umum, kembang telang diakui sangat aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh sebagian besar orang. Namun, sama seperti bahan herbal lainnya, prinsip “segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” tetap berlaku. Mengonsumsi teh kembang telang dalam jumlah yang terlalu banyak (misalnya lebih dari 4 cangkir sehari) dapat berpotensi memicu masalah pencernaan ringan pada sebagian orang, seperti rasa mual, sakit perut, atau bahkan diare. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa aktifnya yang sangat pekat.

Selain itu, bagi wanita hamil dan ibu menyusui, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjadikan teh kembang telang sebagai rutinitas harian. Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan bahaya fatal, penelitian mengenai tingkat keamanan konsumsi kembang telang pada janin masih sangat terbatas, sehingga langkah kehati-hatian harus tetap diutamakan.

Studi Terkait Khasiat Kembang Telang

Berbagai literatur medis telah mengakui potensi Clitoria ternatea. Jurnal terkemuka Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa ekstrak akar dan bunga kembang telang memiliki aktivitas neurofarmakologis yang signifikan. Studi ini membuktikan bahwa bunga ini memiliki efek nootropik, antidepresan, antistres, dan antikonvulsan yang teruji secara klinis pada hewan uji, mendukung penggunaannya dalam pengobatan tradisional untuk kesehatan saraf.

Di samping itu, penelitian lain yang dipublikasikan di BMC Complementary Medicine and Therapies menyoroti peran ekstrak kembang telang dalam menghambat pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs). Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kembang telang tidak hanya berpotensi sebagai agen anti-diabetes, tetapi juga sebagai intervensi alami untuk memperlambat proses penuaan seluler yang memengaruhi kesehatan organ dalam dan kulit manusia.

Penting untuk diingat bahwa meski bahan alami sangat bermanfaat, asupan gizi secara menyeluruh tetap harus dijaga. Jika kamu merasa asupan nutrisi dari makanan sehari-hari masih kurang, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi berbagai suplemen pendukung yang sesuai dengan kondisi tubuhmu agar imunitas selalu berada pada tingkat yang paling optimal.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
BMC Complementary Medicine and Therapies. Diakses pada 2024. Inhibitory effect of Clitoria ternatea flower petal extract on fructose-induced protein glycation and oxidation-dependent damages to albumin in vitro.
Healthline. Diakses pada 2024. What Is Butterfly Pea Flower, and Does It Have Health Benefits?.
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2024. Clitoria ternatea L. (Aparajita): A review of its traditional uses, phytochemistry and pharmacology.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Anthocyanins in the Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L.): A Mini-Review.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Butterfly Pea Flower.

FAQ

1. Apakah aman minum teh kembang telang setiap hari?

Secara umum, minum teh kembang telang setiap hari tergolong aman bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat asalkan dalam porsi yang wajar, yakni sekitar 1 hingga 2 cangkir per hari. Hindari konsumsi berlebihan karena berisiko memicu gangguan pencernaan seperti mual dan diare.

2. Kapan waktu yang paling tepat untuk minum kembang telang?

Teh kembang telang bebas dari kandungan kafein, sehingga sangat fleksibel untuk diminum kapan saja. Banyak orang lebih suka meminumnya di malam hari sebelum tidur karena sifat relaksasinya yang membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Apakah bunga telang bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah?

Beberapa senyawa antioksidan di dalam bunga telang memang dipercaya dapat menjaga kesehatan pembuluh darah yang secara tidak langsung berkontribusi pada kestabilan tekanan darah. Namun, bunga telang tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat medis penurun tensi bagi penderita hipertensi berat.

4. Siapa saja yang sebaiknya menghindari konsumsi bunga telang?

Meskipun menyehatkan, wanita yang sedang hamil dan menyusui disarankan untuk menghindari atau membatasi konsumsi kembang telang karena minimnya data klinis terkait keamanannya pada janin. Selain itu, orang yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman herbal tertentu juga perlu berhati-hati saat pertama kali mengonsumsinya.