Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Keputihan Bau? Temukan Jawabannya di Sini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   31 Maret 2026

Mengapa Keputihan Bau? Kenali Penyebab dan Solusinya!

Apa Penyebab Keputihan Bau? Temukan Jawabannya di SiniApa Penyebab Keputihan Bau? Temukan Jawabannya di Sini

Apa Penyebab Keputihan Bau? Pahami dari Akar Masalahnya

Keputihan adalah kondisi alami yang dialami setiap wanita. Namun, jika keputihan disertai bau tidak sedap, hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada area kewanitaan. Bau yang muncul sering kali mengindikasikan adanya ketidakseimbangan pada ekosistem vagina atau infeksi tertentu. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan reproduksi.

Memahami Keputihan Berbau

Keputihan yang normal umumnya tidak berbau menyengat, berwarna bening atau sedikit keputihan, dan teksturnya encer hingga sedikit kental. Namun, keputihan yang berbau tidak sedap, seperti amis, busuk, atau seperti bawang, merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Kondisi ini sering kali disertai perubahan warna atau tekstur keputihan.

Penyebab Utama Keputihan Berbau

Beberapa kondisi medis menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap pada keputihan. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan diagnosis dari profesional medis.

Vaginosis Bakterialis (BV)

Vaginosis Bakterialis atau BV adalah penyebab paling umum dari keputihan berbau. Kondisi ini terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di vagina. Bakteri jahat tumbuh terlalu banyak, mengubah pH alami vagina.

Gejala BV sering meliputi bau amis seperti ikan atau bawang yang semakin kuat setelah berhubungan intim. Keputihan biasanya berwarna abu-abu atau putih susu, jumlahnya lebih banyak dari biasanya, dan kadang bisa berbusa. Selain bau, BV juga bisa menimbulkan rasa gatal atau nyeri ringan pada area kewanitaan.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa Infeksi Menular Seksual (IMS) juga dapat menyebabkan keputihan berbau. Contohnya adalah trikomoniasis, infeksi parasit yang sering ditandai dengan keputihan berwarna kuning kehijauan dan berbau amis. Keputihan akibat trikomoniasis juga bisa berbusa dan menyebabkan gatal hebat.

Selain trikomoniasis, IMS lain seperti herpes kelamin, meskipun lebih dikenal dengan luka lepuhnya, kadang bisa menyebabkan bau tidak sedap, nyeri, dan lepuh pada area genital. Diagnosis dan pengobatan yang cepat sangat penting untuk IMS guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon, terutama selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat memengaruhi produksi cairan vagina. Peningkatan produksi cairan ini bisa memicu bau jika kebersihan area intim tidak terjaga dengan baik. Bau yang timbul umumnya tidak sekuat BV atau IMS, tetapi tetap bisa mengganggu.

Perubahan kadar estrogen dan progesteron berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma vagina. Ketika hormon berubah, keseimbangan ini bisa sedikit terganggu, menciptakan lingkungan yang lebih rentan terhadap bau.

Faktor Lain Pemicu Keputihan Berbau

Selain penyebab utama, ada beberapa faktor lain yang dapat berkontribusi pada munculnya keputihan berbau. Faktor-faktor ini sering kali berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau lingkungan.

Tampon Tertinggal

Salah satu penyebab bau busuk yang sangat menyengat adalah tampon yang lupa dikeluarkan. Tampon yang tertinggal terlalu lama di dalam vagina menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi dan bau yang sangat tidak enak.

Kebersihan yang Tidak Tepat

Penggunaan sabun kewanitaan berpewangi atau douching (pembersih vagina semprot) dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina. Produk-produk ini dapat membunuh bakteri baik dan memungkinkan pertumbuhan bakteri jahat, yang pada akhirnya memicu bau. Kebersihan yang berlebihan juga dapat merusak flora normal vagina.

Pakaian Ketat

Celana dalam yang tidak menyerap keringat atau pakaian ketat yang dipakai terlalu lama dapat menciptakan lingkungan lembap di area intim. Kelembapan ini merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Akibatnya, bau tidak sedap dapat muncul atau keputihan semakin parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan berbau yang disertai gejala tertentu memerlukan pemeriksaan medis segera. Konsultasi dokter diperlukan jika keputihan berbau disertai:

  • Gatal hebat pada area kewanitaan.
  • Nyeri saat berhubungan seksual atau buang air kecil.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi normal.
  • Warna keputihan berubah menjadi hijau, kuning, atau keabu-abuan.
  • Muncul luka atau lepuh di sekitar area genital.

Cara Mengatasi Sementara dan Pencegahan

Untuk mengurangi bau tidak sedap sementara dan mencegah kekambuhan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

  • Bersihkan area intim dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan besar untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina.
  • Hindari penggunaan sabun kewanitaan berpewangi, douche, atau produk pembersih vagina lainnya. Cukup gunakan air bersih.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
  • Ganti celana dalam setidaknya sekali sehari atau lebih sering jika berkeringat.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, banyak buah, sayur, dan minum air putih yang cukup untuk menjaga hidrasi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Pengobatan Keputihan Berbau

Pengobatan keputihan berbau sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri (BV) atau IMS, dokter akan meresepkan antibiotik. Untuk infeksi jamur, obat antijamur akan diberikan. Penting untuk tidak melakukan diagnosis mandiri dan selalu mencari saran medis untuk penanganan yang tepat.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Keputihan berbau adalah kondisi yang sering terjadi, namun tidak boleh diabaikan. Penyebabnya bervariasi dari ketidakseimbangan bakteri sederhana hingga infeksi serius. Memahami apa penyebab keputihan bau dan gejala penyertanya adalah kunci untuk deteksi dini dan penanganan yang efektif. Jika mengalami keputihan berbau disertai gejala lain yang mengganggu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis kandungan dan membuat janji temu untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang akurat.