Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Keputihan Berbau? Ini Dia Jawabannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Apa Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap? Solusinya

Apa Penyebab Keputihan Berbau? Ini Dia JawabannyaApa Penyebab Keputihan Berbau? Ini Dia Jawabannya

Memahami Apa Itu Keputihan Berbau

Keputihan adalah kondisi normal yang dialami setiap wanita sebagai mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan melembapkan vagina. Cairan vagina yang sehat umumnya tidak berbau menyengat, berwarna bening atau sedikit keputihan, dan teksturnya bisa bervariasi.

Namun, jika keputihan mulai mengeluarkan bau yang tidak biasa atau menyengat, hal ini seringkali menjadi indikasi adanya masalah kesehatan. Bau ini bisa disertai dengan perubahan warna, tekstur, atau gejala lain yang mengganggu.

Gejala Keputihan Berbau yang Perlu Diwaspadai

Selain bau yang tidak sedap, keputihan berbau seringkali diikuti oleh beberapa gejala lain. Mengenali gejala-gejala ini penting untuk menentukan penyebab dan langkah penanganan yang tepat.

  • Warna keputihan berubah menjadi abu-abu, putih susu, kuning, atau hijau.
  • Tekstur keputihan menjadi lebih kental, berbusa, atau bergumpal.
  • Rasa gatal atau iritasi di area vagina dan vulva.
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil atau setelah berhubungan intim.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada vagina.
  • Kemerahan atau pembengkakan pada labia.

Apa Penyebab Keputihan Berbau?

Penyebab keputihan berbau umumnya karena ketidakseimbangan flora bakteri normal di vagina. Ketidakseimbangan ini dapat memicu berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan hingga yang memerlukan penanganan medis serius.

Vaginosis Bakterialis (BV)

Vaginosis Bakterialis (BV) adalah penyebab paling umum keputihan berbau. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara bakteri baik (Lactobacillus) dan bakteri jahat (anaerob) di vagina. Peningkatan bakteri jahat inilah yang menyebabkan bau khas.

Keputihan akibat BV seringkali ditandai dengan bau amis yang kuat, seperti bau ikan atau bawang. Bau ini biasanya semakin menyengat setelah berhubungan intim. Cairan keputihan umumnya berwarna abu-abu atau putih susu, dan bisa tampak lebih banyak dari biasanya, terkadang juga berbusa.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) juga dapat menyebabkan keputihan berbau. Dua contoh utamanya adalah:

  • Trikomoniasis: Disebabkan oleh parasit, IMS ini menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau amis yang sangat kuat. Seringkali disertai gatal, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul.
  • Herpes Genital: Meskipun tidak secara langsung menyebabkan bau, luka lepuh atau sariawan pada genital akibat herpes dapat terinfeksi bakteri lain, yang kemudian dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Tampon Tertinggal

Jika tampon atau benda asing lainnya (misalnya kondom yang sobek) tertinggal di dalam vagina, bakteri dapat berkembang biak di sekitarnya. Hal ini akan menyebabkan bau busuk yang sangat menyengat, mirip dengan bau daging busuk. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mengeluarkan benda asing tersebut.

Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon dalam tubuh juga dapat memengaruhi bau keputihan. Perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, atau menopause dapat mengubah keseimbangan pH vagina. Perubahan pH ini kadang memicu pertumbuhan bakteri tertentu yang menghasilkan bau.

Faktor Lain Penyebab Keputihan Berbau

Beberapa faktor lain yang bisa berkontribusi pada keputihan berbau meliputi:

  • Kurangnya Kebersihan Diri: Kebersihan area intim yang tidak terjaga dapat memicu pertumbuhan bakteri.
  • Douching Vagina: Mencuci vagina dengan sabun atau produk khusus dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri vagina, membuat area intim lebih rentan terhadap infeksi.
  • Pakaian Dalam Ketat atau Sintetis: Pakaian yang tidak menyerap keringat dengan baik dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika mengalami keputihan berbau yang disertai dengan gejala lain yang mengganggu, seperti gatal parah, nyeri, rasa terbakar, demam, atau keputihan berubah warna drastis, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan yang tepat dan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pengobatan Keputihan Berbau

Pengobatan keputihan berbau sangat tergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis. Jika disebabkan oleh Vaginosis Bakterialis atau IMS, dokter akan meresepkan antibiotik atau antijamur, baik dalam bentuk oral maupun topikal.

Untuk kasus tampon tertinggal, dokter akan mengeluarkan benda asing tersebut. Penting untuk tidak mencoba mengobati sendiri tanpa diagnosis yang jelas, karena pengobatan yang salah bisa memperparah kondisi.

Pencegahan Keputihan Berbau

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu menjaga kesehatan vagina dan mengurangi risiko keputihan berbau:

  • Jaga kebersihan area intim dengan membilas dari depan ke belakang setelah buang air.
  • Gunakan air bersih dan hindari sabun kewanitaan yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras.
  • Hindari douching vagina.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar dan menyerap keringat.
  • Ganti pakaian dalam setidaknya sekali sehari atau lebih sering jika berkeringat.
  • Hindari penggunaan pantyliner setiap hari.
  • Ganti tampon atau pembalut secara teratur.
  • Praktikkan hubungan seks aman untuk mencegah IMS.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Keputihan berbau yang tidak normal memerlukan perhatian medis. Jika mengalami gejala keputihan berbau atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis secara online atau membuat janji temu langsung di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.