Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Ketiak Bau? Yuk, Pahami Lebih Jauh!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Juni 2026

Apa Penyebab Ketiak Bau: Bakteri Biang Keroknya

Apa Penyebab Ketiak Bau? Yuk, Pahami Lebih Jauh!Apa Penyebab Ketiak Bau? Yuk, Pahami Lebih Jauh!

DAFTAR ISI


Masalah bau badan, terutama ketiak, sering kali menjadi hal yang menurunkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. Meskipun keringat sendiri sebenarnya tidak berbau, interaksinya dengan lingkungan di permukaan kulit dapat menghasilkan aroma yang tidak sedap. Kondisi ini secara medis dikenal dengan istilah bromhidrosis.

Banyak orang menganggap bahwa keringat adalah penyebab tunggal dari bau ketiak, padahal proses biologis yang terjadi jauh lebih kompleks. Memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik permukaan kulit adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang efektif dan jangka panjang. Penting bagi kamu untuk mengetahui jenis kelenjar keringat mana yang berperan dan faktor apa saja yang memengaruhi aktivitas bakteri di area tersebut.

Menangani bau ketiak bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang menjaga kesehatan kulit dan mendeteksi kemungkinan adanya kondisi medis tertentu. Jika kamu merasa sudah menjaga kebersihan namun bau tetap menyengat, mungkin ada faktor internal yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga profesional.

Nah, mau tahu apa saja pilihan dan penyebab mendalam dari kondisi ini? Berikut ulasannya!

Apa Itu Bau Ketiak (Bromhidrosis)?

Ketiak bau atau bromhidrosis adalah kondisi kronis yang ditandai dengan bau badan yang sangat kuat dan tidak sedap. Bau ini muncul ketika bakteri yang hidup di kulit memecah protein dan asam lemak dalam keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin. Secara umum, manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat utama: ekrin dan apokrin.

Kelenjar ekrin tersebar di seluruh permukaan tubuh dan berfungsi untuk mendinginkan suhu tubuh. Keringat yang dihasilkan sebagian besar terdiri dari air dan garam, sehingga biasanya tidak menyebabkan bau. Sementara itu, kelenjar apokrin terkonsentrasi di area yang banyak ditumbuhi rambut, seperti ketiak dan selangkangan. Keringat dari kelenjar apokrin cenderung lebih kental, berminyak, dan kaya akan protein serta lemak yang disukai oleh bakteri.

Penyebab Utama Bau Ketiak

Terdapat beberapa faktor kunci yang menjadi alasan mengapa seseorang bisa mengalami bau ketiak yang menyengat:

1. Aktivitas Bakteri pada Kulit

Penyebab utama ketiak bau bukanlah keringat itu sendiri, melainkan bakteri Staphylococcus hominis dan bakteri anaerob lainnya. Bakteri ini mengonsumsi keringat apokrin dan mengubahnya menjadi senyawa kimia bernama thioalcohols. Senyawa inilah yang mengeluarkan aroma menyengat seperti belerang atau bawang.

2. Kelenjar Apokrin yang Terlalu Aktif

Beberapa orang memiliki kelenjar apokrin yang lebih aktif atau lebih banyak dibandingkan orang lain. Aktivitas ini biasanya meningkat saat memasuki masa pubertas, ketika hormon androgen mulai memicu perkembangan kelenjar keringat tersebut.

3. Kebersihan Diri (Personal Hygiene)

Ketiak adalah area yang lembap dan hangat, lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak. Jika kamu jarang mandi atau tidak membersihkan area ketiak dengan benar, penumpukan bakteri dan sel kulit mati akan memperparah aroma tidak sedap.

4. Hyperhidrosis

Kondisi medis di mana seseorang berkeringat secara berlebihan bahkan tanpa pemicu suhu panas atau aktivitas fisik. Meskipun keringat berlebih (hyperhidrosis) sering dikaitkan dengan kelenjar ekrin, kelembapan yang tinggi di area ketiak dapat mempercepat degradasi protein oleh bakteri.

Pemicu Umum Bau Ketiak
  1. Konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang putih, bawang bombay, dan rempah tertentu.
  2. Stres emosional yang memicu produksi keringat dari kelenjar apokrin secara instan.
  3. Penggunaan pakaian berbahan sintetis yang tidak menyerap keringat.

Faktor Risiko yang Memperparah Bau Badan

Selain faktor biologis dasar, beberapa gaya hidup dan kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi tajamnya bau ketiak:

1. Pola Makan

Apa yang kamu makan bisa memengaruhi aroma tubuhmu. Makanan yang mengandung sulfur tinggi, seperti brokoli, kubis, dan daging merah, dapat dipecah menjadi senyawa sulfur di dalam tubuh yang kemudian dikeluarkan melalui keringat.

2. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti antidepresan atau obat flu tertentu, memiliki efek samping yang memicu keringat berlebih. Jika bau ketiak dirasa sangat mengganggu setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis.

3. Kondisi Medis Sistemik

Penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, atau masalah hati dapat mengubah komposisi keringat dan memberikan aroma yang khas (misalnya aroma seperti aseton pada penderita diabetes). Jika kamu mengalami perubahan bau badan yang mendadak disertai gejala lain, jangan abaikan tanda tersebut.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bau Ketiak

Mengatasi masalah ini memerlukan pendekatan dari dua sisi: mengurangi jumlah bakteri dan mengontrol jumlah keringat.

1. Gunakan Antiperspiran dan Deodoran

Perlu diingat bahwa antiperspiran dan deodoran adalah dua hal yang berbeda. Antiperspiran bekerja dengan menyumbat pori-pori kelenjar keringat untuk mengurangi jumlah cairan yang keluar. Sementara deodoran berfungsi untuk menutupi bau dan membunuh bakteri di permukaan kulit.

2. Menjaga Kebersihan Tubuh

Mandi minimal dua kali sehari menggunakan sabun antibakteri sangat disarankan untuk mengurangi populasi mikroba di ketiak. Untuk menjaga kebersihan area lipatan agar tetap kering dan sehat, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan sabun khusus atau bedak antiseptik yang direkomendasikan.

3. Mencukur Bulu Ketiak

Rambut ketiak dapat memerangkap keringat dan bakteri, sehingga memberikan lebih banyak waktu bagi bakteri untuk memecah protein. Mencukur atau merapikan bulu ketiak secara rutin dapat membantu area tersebut tetap kering dan lebih mudah dibersihkan.

4. Pilih Pakaian Berbahan Alami

Gunakan pakaian berbahan katun, linen, atau serat bambu yang memungkinkan kulit bernapas dan menyerap keringat dengan baik. Hindari bahan sintetis seperti poliester yang justru memerangkap panas dan kelembapan.

Studi Mengenai Bromhidrosis

Microbiome Journal menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa komposisi mikrobioma kulit di area ketiak sangat menentukan intensitas bau badan seseorang. Studi ini menemukan bahwa individu dengan populasi Corynebacterium yang lebih dominan cenderung memiliki bau ketiak yang lebih kuat dibandingkan mereka yang didominasi oleh Staphylococcaceae.

Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan terapi berbasis probiotik untuk kulit guna menyeimbangkan populasi bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Hal ini membuktikan bahwa manajemen bau badan kini tidak hanya berfokus pada penghilangan keringat, tetapi juga pada kesehatan ekosistem mikroba kulit.

Jika masalah bau ketiak terus berlanjut meskipun kamu sudah mencoba berbagai produk perawatan, hal ini mungkin menandakan adanya kondisi medis yang mendasari. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika bau ketiak disertai dengan keringat dingin atau nyeri dada.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk perawatan kebersihan tubuh dengan praktis melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, konsultasi dokter melalui platform digital memudahkan kamu mendapatkan diagnosis awal tanpa harus keluar rumah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sweating and Body Odor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Bromhidrosis (Body Odor): Causes, Symptoms & Treatment.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Do I Have Smelly Underarms?
WebMD. Diakses pada 2026. Preventing Body Odor.

FAQ

1. Apakah makanan pedas memengaruhi bau ketiak?

Ya, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu kelenjar keringat untuk bekerja lebih keras, sementara kandungan rempah tertentu dapat ikut diekskresikan melalui keringat.

2. Apakah stres bisa membuat ketiak lebih bau?

Betul, saat stres, tubuh memproduksi keringat dari kelenjar apokrin yang lebih kaya protein, sehingga bakteri lebih cepat memecahnya dan menghasilkan bau yang lebih tajam.

3. Mengapa ketiak saya tetap bau padahal sudah mandi?

Ini mungkin terjadi karena bakteri yang tertinggal di pori-pori atau karena residu bakteri pada pakaian yang digunakan kembali, serta pengaruh faktor internal seperti hormon atau pola makan.

4. Apakah aman menggunakan antiperspiran setiap hari?

Secara umum aman untuk kebanyakan orang. Namun, jika kamu memiliki kulit sensitif, sebaiknya pilih produk yang bebas alkohol atau konsultasikan dengan spesialis kulit.

Bingung Mengatasi Masalah Bau Ketiak yang Membandel? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti bau ketiak yang tidak kunjung hilang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.